N3~Dikatakan Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sekolah, Roder Nababan, wacana Full Day School (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, sama sekali belum bisa diterapkan. Menurutnya lebih baik wacana itu sebaiknya dihentikan.

“Tujuan Mendikbud menggagas FDS memang positif untuk memperkuat pendidikan karakter peserta didik. Justru nantinya gagasan itu berdampak pada kondisi peserta didik,” ujar Roder Nababan pada www.nusantaranews.net, di Sumatera Utara, Rabu (10/8) pagi hari kemarin.

Menurut Roder, gagasan Mendikbud jika diterapkan dikhawatirkan bisa mempengaruhi daya tahan tubuh dan memperlambat kemampuan anak didik dalam memperoleh pendidikan. FDS ini diwacanakan juga kan diterapakan bagi pesrta didik SD dan SMP. Sama kita ketahui kondisi fisik mereka masih belum begitu kuat untuk melakukan kegiatan seharian penuh apalagi mereka masih dalam proses tumbuh kembang dan masih banyak mengenal lingkungan tempat mereka tinggal.

"Sekalipun dia seorang mahasiswa jika mengikuti program belajar seharian tidak akan mampu untuk melaksanakannya. Program itu justru bisa membawa dampak yang buruk buat peserta didik, dan dikhawatirkan mencari pelarian karena merasa bosan dan tidak mampu," katanya.

Dituturkannya lagi, asupan gizi peserta didik tidak semuanya sama., jadi menurut pandangannya wacana Full Day School tidak bisa diterapkan seperti yang ada di negara-negara maju. Oleh karena itu, gagasan Mendikbud itu sebaiknya segera diakhiri. Apalagi, setiap sekolah dipastikan memberikan pengajaran pendidikan yang berkarakter.

"Banyak orang tua dan guru memprotes wacana Mendikbud Muhadjir terkait FDS merupakan suatu bentuk kewajaran, Sebab, yang mengetahui kemampuan belajar peserta didik selain guru pengajar adalah orangtua murid, apalagi pihak Mendikbud belum melakukan kajian dalam hal ini dan belum ada aturan perundang-undangannya yang mana nanti akan menimbulkan permasalahan dikemudian harinya, " pungkasnya. (Mond)
 
Top