Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Guru Melakukan Pelecehan: Potret Pendidikan Ala Sekuler

Sunday, September 20, 2026 | September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-20T10:22:27Z


Oleh. Tesya Ridal, S.T.

Maraknya kasus pelecehan saat ini menjadi tanda tanya besar. Mengapa kondisi menakutkan ini terus terjadi?

Bahkan, yang menjadikannya sangat miris, pelakunya adalah seorang guru kepada murid. Seseorang yang berpendidikan, berilmu, dan mayoritas di tengah-tengah masyarakat dihormati karena keilmuannya, tetapi malah melakukan pelecehan terhadap murid.

Orang tua menitipkan anak-anaknya di sekolah dengan harapan anaknya menjadi orang yang berilmu dan berakhlak baik. Namun, banyaknya kasus pelecehan guru terhadap murid menjadikan sekolah bukan lagi ruang yang aman.

Jika sekolah saja tidak bisa menjadi ruang aman, bagaimana dengan tempat-tempat lainnya?

Dikutip dari Kompas.com, 8 September 2026, dengan judul “Disdik Jabar Nonaktifkan Guru SMAN 1 Pamanukan Subang yang Diduga Lecehkan Siswi”:

«BANDUNG, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Jawa Barat telah menonaktifkan guru SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, yang diduga melakukan pelecehan terhadap seorang siswi. Guru tersebut dicopot sementara dari jabatan sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan tidak lagi diperbolehkan mengajar.»

Kondisi ini diakibatkan karena tidak adanya sistem pergaulan yang mengatur dan rasa takut kepada Allah.

Pendidikan yang paling utama adalah menumbuhkan rasa takut kepada Allah. Sebagaimana Allah berfirman di dalam Surah Al-Bayyinah ayat 8:

“Balasan mereka di sisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (T.Q.S. Al-Bayyinah ayat 8)

Akidah sekuler yang memisahkan agama (Islam) dari kehidupan tidak akan mengajarkan akidah Islam sebagai pondasi. Sistem belajar dari TK hingga ke perguruan tinggi negeri menjadikan pelajaran agama Islam hanya sebatas bagaimana cara ibadah ritual yang lalu menjadikannya bahan untuk ujian. Jika anak-anak mampu menjawab, maka nilai agamanya bagus.

Sehingga, ketika seorang murid yang kelak akhirnya ada yang menjadi guru tidak memahami akidah Islam dan aturan-aturan di dalam Islam, termasuk sistem pergaulan di dalam Islam.

Akidah sekuler yang ia pegang selama ini menganggap bahwa Islam hanya sebatas nilai-nilai yang tidak wajib diterapkan di dalam kehidupan.

Padahal, Islam adalah solusi dari setiap permasalahan yang terjadi, termasuk solusi atas maraknya kasus pelecehan.

Islam bukan hanya memberikan efek jera kepada pelaku pelecehan, tetapi juga mencegah perilaku keji tersebut agar tidak terjadi, seperti:

1. Islam mengatur sistem pergaulan.

Perempuan dan laki-laki yang bukan mahram dilarang melakukan interaksi, baik verbal, apalagi fisik. Islam hanya membatasi komunikasi lelaki dan perempuan yang bukan mahram dalam ranah pendidikan, jual beli, dan kesehatan. Obrolan di luar itu atau yang tidak memiliki kepentingan syar’i haram hukumnya.

Islam juga melarang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram sekadar saling menyentuh.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 20: 211. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Jadi, jika seorang guru, pria maupun wanita, atau murid, pria maupun wanita, sudah bertanya sesuatu yang bersifat pribadi, baik secara langsung maupun lewat chat di luar materi sekolah, hal ini seharusnya sudah menjadi peringatan untuk menjauhinya. Karena hal yang dibahas bukan lagi perkara ilmu, apalagi jika dilakukan hanya berdua.

2. Di dalam Islam dilarang ikhtilat atau campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.

Islam juga melarang khalwat atau berdua-duaan dengan yang bukan mahram.

Dengan dalil yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dikutip dari tulisan Ustaz Sidiq Al Jawi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memisahkan jamaah pria dan jamaah wanita di masjid ketika salat berjamaah, yaitu saf-saf pria berada di depan, sedangkan saf-saf wanita berada di belakang saf-saf pria. (HR. Bukhari no. 373, dari Anas bin Malik).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para wanita untuk keluar masjid lebih dulu setelah selesai salat di masjid, baru kemudian para laki-laki. (HR. Bukhari no. 828, dari Ummu Salamah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan jadwal kajian Islam yang berbeda antara jamaah pria dengan jamaah wanita (dilaksanakan pada hari yang berbeda). (HR. Bukhari no. 101, dari Abu Said Al-Khudri). (Taqiyuddin An-Nabhani, An-Nizham Al-Ijtima’i fi Al-Islam, hlm. 36).

3. Setelah tahap individu, masyarakat berperan dalam amar makruf nahi mungkar.

Masyarakat terus mengingatkan untuk taat kepada aturan Allah. Jika melihat pelanggaran syariat, mereka akan mengingatkan individu tersebut untuk bertakwa kepada Allah.

4. Negara memiliki peran yang besar dalam mencegah pelecehan seksual.

Negara dapat memblokir situs-situs porno, film-film, dan buku-buku yang mengarah kepada seksual maupun percintaan yang haram, seperti pacar-pacaran dan perselingkuhan.

Jika segala bentuk pencegahan telah dilakukan secara maksimal, tetapi masih ada pelaku pelecehan, maka Khalifah akan menghukum dengan tegas sehingga menimbulkan efek jera dan hukuman, insyaallah, sebagai penghapus dosa.

Begitulah cara sistem Islam menangani kasus pelecehan seksual yang tidak akan pernah bisa diselesaikan di sistem sekuler kapitalis.

Maka, sudah saatnya masyarakat kembali kepada syariat Islam dalam naungan khilafah. Karena hanya dengan diterapkannya aturan-Nya, kasus pelecehan yang sudah menjadi gunung es ini dapat diberantas dari akarnya. Insyaallah.

Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 32:

Artinya: “Janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya (zina) itu adalah perbuatan keji dan jalan terburuk.” (T.Q.S. Al-Isra ayat 32)

Wallahu ‘alam bissawab.
×
Berita Terbaru Update