Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tikus-Tikus Rakyat Makin Terkuak, Bukti Gagalnya Kapitalisme

Thursday, July 23, 2026 | Thursday, July 23, 2026 WIB


Oleh Feni Rosfiani

    Aktivis Dakwah


Nusantaranews.net, “Yang tangani korupsi ternyata koruptor." Kalimat ini menjadi perbincangan yang menyita perhatian publik di awal bulan Juli ini. Bagaimana tidak, kasus mega korupsi Kembali terkuak. Kali ini dilakukan oleh mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidus) Febrie Adriansyah. Temuan barang buktinya yang bernilai fantastis membuat semakin geram masyarakat. Barang buktinya tersebar di 3 titik lokasi. Lokasi pertama di sebuah Kafe de’Clan Signature ditemukan sejumlah uang dalam berbagai mata uang asing yang totalnya jika dikonversikan ke dalam rupiah sebesar Rp60 milyar. Kedua di Koin Money Changer ditemukan juga mata uang asing senilai Rp7,2 Milyar. Terakhir di sebuah rumah daerah Sentul ditemukan brankas berisi 7 koper berisi 74 kilogram emas Batangan dan ditemukan lagi uang sebesar Rp476 Milyar. Akhirnya Febrie ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Ironis sekali lagi-lagi kasus korupsi yang menjerat pejabat negara kembali terulang. In this Economy yang membuat rakyat semakin sulit, mereka yang seharusnya memberi kesejahteraan pada rakyatnya, justru malah mengambil hak-hak rakyatnya. Ketidak-amanahan Pemerintah ini bukan yang pertama kalinya, tetapi terus akan berulang jika tidak disadari dari diri sendirinya bahwa setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya. Ini membuktikan bahwa di Sistem kapitalis, korupsi seakan menjadi budaya dilakukan para pejabat untuk mengembalikan modal mereka demi mencapai kedudukan dan posisi yang diinginkan sekarang. Sehingga kasus korupsi bisa dikategorikan masalah sistemik bukan lagi hanya masalah individual saja. Selain itu, sanksi dan hukuman yang diberikan pada kasus tindak pidana korupsi dinilai terlalu lemah dan longgar, sehingga tidak akan efek jera kepada para pelaku. Alhasil ya seperti sekarang dan kedepannya pun tidak bisa dipungkiri akan terus terulang. Standar perbuatan yang mereka lakukan hanyalah mencapai kebahagiaan berupa materi sebanyak-banyaknya dengan cara apapun itu. Bukan berdasarkan halal atau haram apalagi menerapkan syariat Islam seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. Sehingga pada akhirnya merusak seluruh aspek kehidupan. Baik kerusakan ekonomi, kerusakan politik, bahkan kerusakan moral seluruh lapisan masyarakat.


Dalam sistem kapitalis yang saat ini diemban oleh mayoritas negara-negara di dunia ini termasuk di negara kita, kerangka berfikirnya sudah ditanamkan agar hidup ini harus bertujuan hanya pada pemenuhan materi sebanyak-banyaknya barulah dinamakan kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih. Berbanding terbalik dengan sistem Islam, yang mempunyai paradigma berpikirnya hanya untuk mendapat rida Allah Swt. Standar dalam melakukan suatu perbuatan juga berdasarkan halal dan haram yang telah diatur oleh syariat Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-sunnah. Sistem Islam juga menempatkan para pemimpin sebagai Ra’in yaitu pelayan bagi rakyatnya. 


Sehingga yang diutamakan adalah kesejahteraan rakyatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Yaitu dengan memberikan seluruh fasilitas umum seperti pendidikan, kesehatan, keamanan diberikan secara gratis tanpa biaya sepeserpun dibebankan pada rakyat. Pajak ditiadakan sebab biaya administrasi dan operasional negara bersumber dari Baitul mal, Jizyah dan sedekah para aghniya. Maka tidak akan terjadi korupsi dari para pemimpin karena Islam menempatkan Pemimpin itu sebagai amanah, bukan ajang memperkaya diri dengan uang yang tidak halal. Sistem ekonomi akan selalu stabil tanpa kecurangan. Moral dan keimanan akan selalu terjaga, karena pemimpin akan senantiasa memantau keberlangsungan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, mari berdoa dan ikut berjuang agar sistem Islam kembali diterapkan di seluruh dunia ini. Aamiin ya Rabbal'alamiin. 


Wallahualam bissawab.

 

 

 

 

 



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update