Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Indonesia Bangkrut, Hanya Bisa Bangkit Dengan Islam

Friday, July 24, 2026 | Friday, July 24, 2026 WIB



Oleh: Ummu Laila
Relawan Opini Andoolo (Konawe Selatan)



Aksi massa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” yang dipelopori elemen mahasiswa berlangsung pada Jum’at 12 Juni 2026. Lebih dari seribu mahasiswa memadati kawasan jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat menuju bundaran Hotel Indonesia. Mereka merupakan bagian dari aliansi mahasiswa Universitas Indonesia, BEM Keluarga Mahasiswa IPB University, BEM Politeknik negeri Jakarta, BEM Universitas Pancasila dan diikuti berbagai aliansi mahasiswa lainnya. Mereka menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah presiden Prabowo Subianto. (Tempo, 13 Juni 2026).

Tuntutan itu adalah sebagai berikut. Pertama, mendesak pemerintah menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, menuntut pemerintah segera menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Ketiga, meminta agar programmakanan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan koperasi desa merah putih dihentikan. Keempat, menolak segala bentuk militerisme di ranah sipil. Kelima, mendesak presiden Prabowo berhenti mengelak dan berani mengakui kesalahan-kesalahan pemerintah.

Aksi ini digadang-gadang memicuh revormasi jilid 2 karena kekecewaan publik terhadap kinerja pemerintah dipandang sempurnah. Bagaimana tidak? Beberapa minggu terakhir ini nilai tukar rupiah terus mengalami penurunan hingga menembus level Rp. 18.000 per dolar AS. namun dengan entengnya presiden menyampaikan narasi yang terkesan diremehkan, padahal efek dominonya langsung akan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Kemudian disusul dengan melonjaknya harga BBM, khususnya pertamax. RON 92 naik dari harga Rp12.300 menjadi Rp16.250, sedangkan Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp.17000. Otomatis harga-harga kebutuhan pokok ikut naik yang akan mempengaruhi daya beli masyarakat. Belum lagi drama penangkapan kepala BGN dan dua deputinya dengan tudingan korupsi dana MBG bernilai Triliun Rupiah.

Jika dilihat dari corak aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa ini, belum memiliki kejelasan visi dan peta jalan yang harus ditempuh untuk meraih perubahan. Gerakan yang dilakukan pun masih cenderung reaktif dan kondisional yang berbasis pada emosi atau perasaan, hal itu dapat dilihat dari poin-poin tuntutan yang disampaiakan. Alhasil wajar bila kemudian aksi ini tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Masyarakat hari ini, hanya fokus pada fakta yang mereka hadapi, dan bagaimana agar fakta itu bisa hilang. Tetapi mereka tidak melihat bahwa ada persoalan yang sistematis di balik semua problem yang terus berulang terjadi. Padahal jika kita mau jujur, realitasnya adalah dari rezim ke rezim ,di setiap lini kehidupan kondisi karut marut seperti ini selalu hadir, bahkan semakin memburuk. Ibarat terjebak di dalam lingkaran setan. Setiap lima tahunan masyarakat negeri ini selalu berharap perubahan yang lebih baik, namun apa yang didapat setiap lima tahun, kekecewaan itu terus berulang. Para pemimpin negeri ini semakin merajalela melakukan kezaliman, bukannya mengurus malah menguras. Mereka didukung oleh para penjilat dan para buzzer yang siap sedia setiap saat. 

Kegagalan ini menunjukan bahwa problem sebenarnya bukan pada oarang yang memimpin saja, karena sudah beberapa kali mengganti pemimpin persoalannnya tetap sama, seolah yang berubah hanya nama yang dipuji diawal dan dikritik diakhir. Karena jika sistemnya sama siapapun pemimpinnya akan mengahadapi tekanan dan aturan juga kepentingan yang sama. Maka jangan heran kalau hasilnya sering kali tidak jauh berbeda. Jika menginginkan perubahan harusnya tidak hanya sibuk mengganti pemain, tetapi juga harus membahas lapangan tempat permainan itu berlangsung dan juga membahas aturan mainnya itu sendiri. 

Karena itu yang perlu dirubah bukan hanya pemimpinnya, tetapi perubahan yang lebih mendasar yaitu perubahan pada sistemnya. Dan sistem alternatif yang tepat menggantikan sistem sekuler kapitalis yang diterapkan hari ini hanyalah sistem Islam. Kemampuan sistem Islam dalam memberikan solusi dalam berbagai problem kehidupan, telah dibuktikan dalam sejarah selama lebih dari 13 abad, sistem Islam mampu mewujudkan kesejahteraan bahkan sepanjang masa itu terbukti mampu tegak memimpin peradaban yang cemerlang. Kelebihan yang dimiliki sistem Islam ini masih harus terus disampasikan ke tengah-tengah masyarakat, agar kesadaran bahwa Islam adalah sebuah ideologi dan sistem hidup yang sempurnah, dirindukan dan diperjuangkan agar dapat membawah pada perubahan dan kebangkitan yang dinantikan. Wallahu”alam Bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update