“Saya waktu serahkan anak ke sekolah, berharap pondok pesantren ini bagus. Ternyata pondoknya kurang pengawasan sampai terjadi kebakaran,” ucap Rum saat ditemui di Mapolres Lombok Tengah usai membuat laporan.
Sebelum kejadian, terdapat laporan bahwa para korban sering mengalami perundungan oleh kakak kelasnya, termasuk tindakan ditelanjangi hingga ancaman pembakaran.
Pada hari kejadian, terduga pelaku yang merupakan kakak kelas kelas 2 MTs berinisial R, menyuruh santri lain membeli bensin dengan dalih untuk mengecat lemari.
Namun, bensin tersebut justru disulutkan api di dalam ruangan tempat para korban berada. (—TribunNews, 5/6/2026)
Dapat kita lihat disini bagaimana hancurnya dunia pendidikan, bukan hanya dari murid namun juga para guru di sekolah. Ini adalah salah satu dampak akibat dari sistem kapitalis yang memisahkan agama dari kehidupan, menyebabkan masyarakat jauh dari ajaran Islam, yang dimana di dalam kehidupan ini agama dan kehidupan sama sekali tidak boleh membedakan antara kehidupan dan agama.
Mengapa ada korban bullying?
Karena masyarakat, maupun negara sudah dirusak perannya sehingga membuat aturan dunia ini kacau-balau. Masyarakat maupun negara tidak tahu peran mereka masing-masing, mereka tak mampu menjaga sesama dan hanya mementingkan diri sendiri. Sehingga menyebabkan lingkungan serta generasi-generasi yang rusak dan merusak.
Lalu apa solusinya?
Solusinya adalah menyadarkan umat bahwa satu-satunya sistem yang mampu untuk menyelesaikan masalah ini hanyalah Islam, menyadarkan umat terhadap peran mereka masing-masing didalam sebuah hubungan antar manusia.
Di dalam Islam, semua masalah mampu terselesaikan, termasuk permasalahan dalam dunia pendidikan. Sebuah negara Islam berperan penting dalam menjaga dunia pendidikan untuk menghadirkan generasi-generasi baik yang tidak merusak.
Islam akan menjaga dunia pendidikan agar tidak terjadi bullying, kekerasan, pemerkosaan, maupun masalah lainnya. Islam adalah satu-satunya solusi agar masalah ini tidak berlanjut terus-menerus.
Negara perperan untuk melindungi masyarakat, tidak memandang ras, kelompok, agama, adat, dsb. Negara Islam satu-satunya pilihan agar semua masalah dapat di selesaikan.

No comments:
Post a Comment