Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Role Model Pendidikan, Menjadikan Generasi Sekularisasi

Friday, May 08, 2026 | Friday, May 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T01:38:51Z




Oleh Dra. Rahma

Aktivis Muslimah


Sekitar terakhir muncul wacana pembangunan Role Model Pendidikan, menyampaikan pesan kepada para pendidik agar mampu menciptakan generasi yang berkarakter baik (News.detik.com. 7 april 2026).

Mengkritisi wacana tersebut: bahwa konsep Role Model yang ditawarkan dinilai berpotensi menjadi bagian dari proyek penguatan sekularisasi generasi, sekularisme merupakan paham yang memisahkan agama dari kehidupan, termasuk dari urusan negara. Ketika agama tidak lagi dijadikan dasar dalam mengatur kehidupan,muncul pertanyaan mendasar dalam mengatur kehidupan. Lalu muncul pertanyaan mengapa dengan apa kehidupan ini akan diatur?

Pemahaman ini kerap menjadi pintu masuk bagi plurarisme dan moderasi beragama yang diarusikan secara masif dampaknya. Generasi berpotensi makin jauh dari pemahaman agamanya sendiri, tidak perlu mengganti identitas agama secara formal tetapi cukup dengan menanamkan keraguan hingga akhir nya meninggalkan ajaran agama. Hal ini selaras dengan peringatan Allah SWT dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 120 yang artinya: "Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan pernah rela kepadamu hingga kamu mengikuti milah (jalan hidup) mereka".

Moderasi beragama kerap dinarasikan sebagai penyetaraan semua agama. Hal ini dunia berpotensi menyesatkan serta menjadikan ancaman bagi akidah generasi muslim, sekaligus menjauhkan mereka dari penerapan syariat Islam. Program ini dinilai dapat menjauhkan generasi dari identitasnya sebagai muslim. Peran agama dalam pembentukan karakter berpotensi tergeser, sehingga generasi tidak lagi memiliki kepribadian Islam yang kokoh. Padahal mereka adalah calon pemimpin masa depan yang seharusnya melanjutkan estafet kepemimpinan umat.

Penguatan karakter berbasis pancasila melalui profil pelajar pancasila yang menekankan gotong royong dinilai belum memiliki kejelasan dalam implementasi, baik dari sisi konsep maupun praktik. Pada akhirnya, arah pembentukan karakter dikhawatirkan bergantung pada kepentingan pembuat kebijakan.

Proyek Role Model ini juga dinilai berpotensi melahirkan generasi yang apolitis, tidak peduli terhadap persoalan umat dan kurang peka terhadap kondisi masyarakat maka hal ini dapat makin menjauhkan mereka dari pemahaman islam secara kaffah.

Jadi berdasarkan analisis di atas ada terdapat beberapa solusi yang ditawarkan yaitu:

Pertama, Islam merupakan sistem yang mengatur kehidupan secara menyeluruh dalam dimensi hablum minallah, Islam mengatur hubungan manusia dengan Allah melalui rukun iman dari rukun Islam. Dalam dimensi hablum minannafsi islam mengatur aspek pribadi seperti konsumsi halal dan tayyib, berpakaian syar'i, serta berakhlak mulia. Adapun dalam dimensi hablum minannas Islam mengatur internal sosial, termasuk aspek politik dalam dan luar negeri.

Kedua, Pendidikan dalam islam tidak sekadar menanamkan nilai moral, tetapi bertujuan membentuk kepribadian Islam. Kepribadian ini berlandaskan keimanan yang mendorong individu untuk menundukkan hawa nafsu dan taat kepada Allah SWT, serta Rasullullah baik dalam pola pikir maupun pola sikap.

Ketiga, Kurikulum pendidikan semestinya dibangun di atas asas akidah Islam bukan sekularisme. Akidah Islam menegaskan bahwa hanya Allah SWT yang berhak disembah, ditaati dan dijadikan satu-satunya sumber pengaturan kehidupan. Dengan demikian seluruh aspek kehidupan manusia tunduk pada aturan-Nya.

Keempat, Sistem pendidikan Islam terbukti mampu melahirkan generasi unggul melalui pembinaan kepribadian Islam. Dalam sejarah peradaban Islam pernah menjadi kekuatan besar dunia, meliputi wilayah yang luas, melahirkan berbagai penemuan di banyak bidang, serta menjadi kekuatan yang disegani.

Kondisi ini semestinya menjadi refleksi bersama. Sudah saatnya kembali menjadikan Islam  sebagai landasan dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter dan berperadaban.

Wallahu 'alam Bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update