Oleh: suryani
Kumparan.com – Polisi menangkap dua dari lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar bernama ilham dwi saputra (16 tahun) di Jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak, Kabupaten Bantul. Dwi sempat dirawat lalu di nyatakan meninggal di rumah sakit akibat luka yang di deritanya.
BANDUNG, KOMPAS – Polisi akhirnya menetapkan enam tersangka dalam penganiayaan yang berujung tewasnya seorang siswi pelajar SMA Negeri 5 Bandung bernama Muhammad Fahdly arjasubrata (17) dikawasan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, pada 13 Maret 2026. Enam tersangka juga berstatus dari SMA berbeda dengan korban.
detikNews, Bogor – Polisi menjelaskan kronologi penyiraman air keras terhadap dua pelajar SMA di Parungpanjang, Bogor, Jawa Berat. Peristiwa itu terjadi saat kedua korban dalam perjalanan pulang ke rumah.
BANDUNG, KOMPAS – Kasus kekerasan di lembaga pendidikan terus meningkat dan semakin mengkhawatirkan. Hasil pemantauan jaringan pemantau pendidikan indonesia menunjukkan, terdapat 233 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dalam tiga bulan terakhir.
SURABAYA, KOMPAS – Kecurangan berupa praktik perjokian dalam ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK-SNBT) terungkap di surabaya, jawa timur. Perjokian untuk meloloskan calon mahasiswa program studi kedokteran itu terungkap dalam UTBK-SNBT di tiga perguruan tinggi, dua pelaku berhasil di tangkap.
TEMPO.com – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru atau SNPMB 2026 menemukan sejumlah praktik kecurangan yang dilakukan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer- Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di hari pertama pelaksanaan, selasa, 21 april 2026. Ketua umum penanggung jawab SNPMB 2026 Eduart Wolok menjelaskan masih di temukan adanya praktik perjokian dalam tes masuk perguruan tinggi tahun ini.
Analisis:
Peringatan hari pendidikan nasional (Hardiknas) setiap tanggal 2 mei seringkali terjebak dalam persimpangan yang kontras di mana di satu sisi ada kemegahan upacara bendera dan semboyan puitis, namun disisi lain terdapat realitas lapangan yang masih memperlihatkan buramnya pendidikan kita saat ini, kasus-kasus diatas menjadi bukti dari keburaman itu dan seharusnya sudah membuka mata kita bahwa ada sistem yang berjalan secara sistemik yang harus di benahi.
Di balik kemeriahan spanduk ucapan selamat, terdapat beberapa masalah fundamental yang masih menghantui. Beberapa di antaranya berdasarkan data PISA (Program for International Student Assessment), kemampuan literasi siswa indonesia masih berada di peringkat bawah secara global. Selain itu kurikulum pendidikan saat ini berfokus pada sebagai proyek pengadaan alat atau aplikasi yang menghasilkan keuntungan dengan mengesampingkan transformasi cara berfikir serta pendidikan karakter, moral, dan etika yang berlandaskan pada ketaatan dasar yang benar akibatnya banyak pelajar yang menyimpang atau melakukan kriminalitas yang berujung pada kecurangan dan penghilangan nyawa.
Sacara struktural itu semua terjadi bukan tanpa dasar yang jelas melainkan telah di rencanakan, pada dasarnya sistem sekuler-kapitalis menciptakan lingkungan transaksional. Ketika pendidikan kehilangan nilai kemanusiaannya dan hanya menjadi mesin pencetak pekerja, maka nilai-nilai kejujuran dan kasih sayang akan kalah oleh ambisi serta persaingan. Perbaikan pendidikan tidak cukup hanya dengan mengubah kurikulum secara teknis, tetapi membutuhkan perubahan paradigma mendasar tentang tujuan hidup manusia itu sendiri.
Sekulerisme yang memisahkan nilai-nilai agama dari ruang publik termasuk pendidikan seringkali menyisakan kekosongan seperti kehilangan standar etika, tanpa landasan moral yang kokoh, standar perilaku menjadi relatif atau hanya berdasarkan kesepakatan sosial yang lemah. Pendidikan lebih fokus pada generasi pekerja namun kering dalam pembentukan karakter. Oleh sebab itu kasus-kasus seperti di paparkan sebelumnya seringkali terjadi.
Kontruksi islam:
Untuk menekan sistem sekuler kapitalistik sejatinya kita butuh penegakkan sistem islam, dalam pandangan islam perlindungan terhadap generasi merupakan bagian dari tujuan di syariat kan nya hukum islam, khususnya dalam aspek menjaga jiwa dan menjaga akal.
Islam memandang pendidikan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan, tetapi pembentukan syakhshiyah islam (kepribadian islam), di mana seseorang di tanamkan sejak dini kesadaran bahwa setiap perbuatan di awasi oleh allah. dengan ini, motivasi untuk tidak berperilaku buruk terhadap seseorang karena ketaatan kepada sang pencipta yakni allah SWT.
Kontruksi islam dalam pendidikan dengan mengembalikan pendidikan pada tujuan dasarnya yakni membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dengan menempatkan nilai-nilai islam kaffah sebagai landasan, mengintegrasikan ilmu dan moral serta menekankan hubungan hubungan antara manusia dengan allah SWT sang pencipta, islam mampu mengatasi krisis moral yang muncul akibat sekuler-kapitalistik.
Islam menawarkan solusi yang komprehensif, mencegah dari dalam dan iman, membentangi dari samping dengan keluarga dan masyarakat, serta memutus jalur dari atas dengan kebijakan negara yang tegas dan berpihak pada moralitas.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment