Dibuat oleh Ernawati Rukmana
Dilansir dari kumparan.com, 21/4/2026 mengabarkan bahwa polisi telah menangkap dua dari lima pelaku pengeroyokan terhadap seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra (16 tahun) di jalan Banyu Urip, Caturharjo, Pandak Kabupaten Bantul, korban sempat dirawat lalu dinyatakan meninggal di Rumah Sakit akibat luka yang dideritanya. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan dua orang pelaku, yakni BLP (laki- laki 18 tahun) asal kretek kabupaten Bantul dan YP (laki-laki 21 tahun) asal Bambang Lipuro, Kabupaten Bantul, telah ditangkap .
Dan ada kasus lain juga di daerah yang sama yaitu Bantul. Pembunuhan siswa lainnya, seperti dikutip dari TribunNews.com, Juma’at 13/2/2026 korban ditemukan tewas, tergeletak disemak belukar, eks objek wisata kampung Gajah, Desa Cihideung, kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Fakta diatas sudah membuat ngeri. Pembunuhan makin marak dimana-mana dan sudah merambah keranah pelajar atau siswa. Nyawa seolah olah tiada harganya. Dengan mudah orang-orang melakukan kejahatan, dengan cara membunuh, walaupun dengan teman sendiri. Alasan sangat klasik ada yang iri dengki ataupun karena cinta ditolak sampai golok pun ikut bertindak. Intinya ada dendam pribadi hingga nyawapun melayang.
Begitulah gambaran ,fakta di sistem sekuler kapitalis ,udah banyak orang orang yang meminggirkan akhlak ,anak anak udah banyak kehilangan adab,yang ada hanyalah ambisi dan hawa nafsu ,sehingga menjadi generasi yang tidak beradab ,hingga hilangnya moral dan akal sehatnya.
Itulah dampak dari serangan pemikiran liberal yang sudah mencemari dikalangan umat saat ini, yaitu menghasilkan orang-orang yang bobrok akhlaknya. Mereka selalu memisahkan agama dari kehidupan, hidup serba bebas dan jauh dari tuntunan agama. Standar kebahagiaanya adalah materi semata yang menurutnya sangat memuaskan dengan cara hidup bersenang-senang, walaupun mereka melanggar aturan agama. Tak memikirkan sebab akidat dari perbuatannya di dunia ini.
Mereka sengaja menjauh dari kehidupan yang berkaitan dengan akhirat. Tak sadar perilaku ini akan melahirlah mental yang lemah ,rusak , dan terbiasa dengan kemaksiatan seperti melakukan pembunuhan yang sangat brutal. Diangap sudah biasa hukumanpun efek jera apalagi pelakunya masih di bawah umur. Saat ini hukum bisa dibeli dengan uang, dan memang kenyataannya di sistem kapitalis inilah hukum dibuat tumpul keatas dan tajam kebawah.
Berbeda dengan hukum Islam yang sangat adil, karena didalam Islam mempunyai jaminan khusus untuk, kelangsungan hidup bagi jiwa manusia yaitu dengan diterapkannya hukum qishas, sebagaimana Allah berfirman yang artinya: "Dan dalam qishas itu ada (ada jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang orang yang berakal supaya kamu bertakwa (TQS Al- Baqarah /2:179)
Makna ayat diatas adalah menurut Imam As-Syaukani Rahimaullah, kalian memiliki jaminan kelangsungan hidup dalam hukum yang Allah Azza wajalla syariatkan ini. Jadi, bagi orang-orang telah melakukan pembunuhan akan mempunyai efek jera, sehingga tidak akan melakukan kemaksiatan karena akan tahu hukuman yang diterima akan setimpal dengan apa yang diperbuatnya.
Maka Islam memandang bahwa negara mempunyai peran penting untuk melindungi generasi bangsa dan dijauhkan dari tindak kriminal dengan cara mendidik generasi dengan berkepribadian Islam, sehingga negara harus menerapkan sistem pendidikan Islam serta menerapkan aturan-aturan Islam.
Kemudian dari pihak keluarga harus bisa menjadi pondasi utama bagi generasi penerus. Seperti ibu, ibu adalah sekolah pertama dan pendidikan pertama bagi anak-anaknya, kemudian dibentuk karakter oleh seorang ayah yang Sholih. Karena ayah adalah pemimpin keluarga. ayah dan ibu harus saling bersinergi, maka pasti akan melahirkan generasi-generasi yang taat syariat.
Negara pun tak boleh tinggal diam. Negara dan masyarakat harus mengontrol dan saling mengingatkan jika terjadi sesuatu yang menyimpang dari aturan Allah SWT .
Jika semua sudah tertata, sesuai dengan aturan dan hukum Allah SWT dan umat pun sudah mulai terpahamkan, maka niscaya tidak akan ada lagi nyawa melayang dengan mudah. Dikarenakan umat itu sendiri akan merasa takut dengan hukum Allah yang sudah diterapkan. Semua akan terkonsep dan terwujud jika semua aspek menerapkan sistem Islam secara menyeluruh didalam kehidupan dan rakyat akan tentram dalam naungan Daulah Islamiyah.
Wallahu alam bishowab .
No comments:
Post a Comment