Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BLK Payakumbuh Gelar Pelatihan Teknisi Ponsel, Dorong Lahirnya Wirausaha Baru di Sumbar

Tuesday, May 12, 2026 | Tuesday, May 12, 2026 WIB Last Updated 2026-05-12T07:09:57Z

Nusantaranews.net, Agam — Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh menggelar Pelatihan Telepon Seluler Perangkat Keras (220 JP) di Jorong Kajai Pisik, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam, Wali Nagari Manggopoh, serta instansi terkait lainnya. Program pelatihan ini merupakan aspirasi atau pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS, H. Rafdinal, SH, dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dan mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala BLK Payakumbuh H. Satri Edi, S.Sos yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Firdaus Firman, S.IP., M.E.

Dalam sambutannya, H. Satri Edi mengatakan bahwa pelatihan teknisi telepon seluler perangkat keras merupakan salah satu program pelatihan yang cukup jarang dilaksanakan karena membutuhkan kompetensi khusus dan peralatan pendukung yang memadai.

“Pelatihan Telepon Seluler Perangkat Keras (220 JP) ini termasuk pelatihan yang jarang sekali diadakan. Untuk itu gunakanlah kesempatan ini sebagai upaya untuk mengembangkan diri dalam menjadi entrepreneur yang mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, di tengah kondisi ekonomi dan persaingan kerja yang semakin ketat saat ini, kemampuan berwirausaha menjadi sangat penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan formal.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan telepon seluler di masyarakat membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan di bidang servis dan perbaikan perangkat elektronik.

“Kami berharap seluruh peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini hingga selesai, sehingga cita-cita melahirkan 100 ribu entrepreneur baru di Sumbar dapat terwujud,” tambahnya.

H. Satri Edi juga menegaskan bahwa pelatihan BLK tidak hanya bertujuan mencetak peserta yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menciptakan usaha mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

“Pelatihan BLK tidak hanya mencetak peserta terampil, tetapi juga mendorong mereka untuk langsung membuka usaha. Setelah pelatihan tidak boleh lagi ada yang menganggur, minimal peserta sudah mampu memulai usaha sendiri,” tegasnya.

Bahkan, lanjutnya, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi nantinya akan didorong untuk memiliki legalitas usaha agar dapat berkembang lebih baik.

“Setelah pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi akan kita bantu untuk membuat izin usahanya,” ujar Satri Edi.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya jumlah peserta yang dilatih, tetapi sejauh mana alumni mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja maupun membuka lapangan usaha baru.

“Bukan seberapa banyak yang dilatih, tapi seberapa banyak tamatan yang berhasil memanfaatkan ilmunya,” tutupnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap dapat melahirkan tenaga kerja kompeten sekaligus entrepreneur muda yang mandiri, kreatif, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update