Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Aksi Hari Tahanan Palestina, Perlu Kesadaran Umat

Friday, May 01, 2026 | Friday, May 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T07:51:58Z

 



Oleh : N. Kurniasari (Aktivis Muslimah)


Tanggal 17 April diperingati sebagai hari Tahanan Palestina. Masyarakat di berbagai negara melakukan protes menuntut pembebasan Palestina, terutama setelah Zionis mengesahkan UU hukuman mati bagi tahanan Palestina. Sebagaimana yang dilansir dari cnnindonesia.com (19/04/2026), puluhan orang menggelar aksi demonstrasi di Rotterdam, Belanda, dalam rangka memperingati Hari Tahanan Palestina.


Aksi itu juga menjadi bentuk protes terhadap rencana undang-undang baru Israel yang mengatur hukuman mati bagi pelaku serangan mematikan yang diadili pengadilan militer. Sejak 1967, diperkirakan 1 juta (sekitar 20%) warga Palestina pernah ditahan Zionis. Saat ini, dari 9.600 warga Palestina ditahan oleh Zionis.


Kondisi rakyat Palestina di penjara Zionis sangat mengenaskan, banyak laporan penyiksaan, perlakuan kejam, dan tidak manusiawi di dalam penjara. Mereka diperkosa, dipukuli, disiksa, dilaparkan, bahkan hingga meninggal dunia. Zionis telah mencapai titik terendah dalam kejahatan kemanusiaan terhadap warga Palestina. 


Penjajahan dan kekejaman Zionis atas Palestina terus berlangsung adalah proyek imperialisme global yang ditopang penuh oleh negara Kapitalisme Barat. Sistem hukum internasional dan lembaga-lembaga seperti PBB hanyalah instrumen yang tidak mampu dan tidak mau melindungi umat Islam yang terjajah. Sungguh, ini hal yang "memalukan dan mengkhawatirkan," menegaskan bahwa PBB gagal dalam menjalankan fungsi dasarnya untuk menciptakan perdamaian. HAM yang selalu dinarasikan Barat berstandar ganda.


Akar masalah Palestina bukan sekadar pelanggaran HAM, melainkan ketiadaan pelindung (junnah) bagi umat Islam yakni dalam suatu institusi negara dalam bingkai Khilafah Islamiyyah. Dari itu, umat Islam wajib membangun kesadaran ideologis bahwa persoalan Palestina adalah qodhiyyah islamiyyah (persoalan Islam), bukan sekadar isu kemanusiaan atau nasionalisme. Sehingga kepedulian terhadapnya harus didasari dari akidah, bukan sekadar empati sesaat.


Melihat kezaliman, umat Islam tidak boleh berdiam diri, berdiplomasi, atau menyerahkan masalah ini pada PBB yang telah sangat tampak lemah dan tidak berdaya di hadapan kepentingan AS dan sekutunya, melainkan harus menyuarakan solusi jihad dan Khilafah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al Quran Surah Al-Baqarah Ayat 190

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”.

Solusi tuntas pembebasan Palestina hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah Islamiyyah, dia satu-satunya institusi yang memiliki kewenangan, kekuatan, dan kewajiban syar'i untuk mengerahkan pasukan jihad membebaskan Palestina yang akan dikomando oleh Khalifah.


WalLaahu a'lam bish-showwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update