Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tenang Itu Bukan Karena Tidak Ada Masalah, Tetapi Karena Tau Kepada Siapa Tempat Mengadu

Wednesday, April 01, 2026 | Wednesday, April 01, 2026 WIB


Oleh : Nina Iryani S.Pd


Dilansir dari alazharpeduli.or.id, merasa kecewa dan bersedih hati karena masalah dalam hidup adalah hal yang wajar terjadi pada setiap diri manusia. Setiap orang yang mengalami beban hidup tentu membutuhkan tempat berkeluh-kesah, tempat bercerita, dan bersandar akan masalah yang sedang dihadapi. Di masa ini, yang mana teknologi dan media sosial menjadi hal yang sangat eksis di kalangan masyarakat menjadi salah satu alternatif untuk mencurahkan kesedihan tersebut. Tidak sedikit orang yang kemudian bercerita masalah dan kesedihannya di dunia maya. Seringkali media sosial dipakai untuk mengumbar kesedihan.


Setiap masalah yang terjadi dalam hidup manusia menjadi salah satu tolok ukur kebijakan dalam bersikap. Bagaimana sikap seseorang ketika ia sedang sedih atau senang. Dan pada dasarnya tidak semua persoalan harus diadukan kepada setiap orang. Cukuplah Allah yang menjadi tempat kembali, tempat pulang, tempat bercerita, dan tempat mengadu dari semua problematika hidup yang dialami. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Yusuf ayat 86, “Dia (Ya’qub) menjawab: 


“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” 

(TQS. Yusuf ayat 86).


Sungguh, tempat yang pantas untuk kita mengadukan segala persoalan hanyalah Allah Swt. Tidak ada hal yang lebih baik selain Allah tempat bergantung. Berkeluh-kesah kepada manusia tidak menjamin cerita kita didengar dan diterima, tidak juga menjamin bahwa kita akan merasa tenang setelahnya. Akan tetapi, bercerita kepada Allah, memohon kepada Allah, sesungguhnya Allah akan mengabulkan permohonan itu. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 186:


“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.” 

(TQS. Al-Baqarah ayat 186).


Mungkin boleh saja bercerita kepada makhluk, akan tetapi yang paling utama adalah kita mengadukan terlebih dahulu kepada Allah Swt. Berceritalah kepada manusia lain sesuai dengan kadarnya, artinya tidak berlebihan dan tidak gegabah mempergunakan media sosial sebagai tempat curahan hati.


Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Az-Zumar ayat 36:


“Bukankah Allah itu cukup untuk hamba-Nya.” 

(TQS. Az-Zumar ayat 36).


Ayat di atas menerangkan bahwa kita sebagai hamba seharusnya tidak lagi membutuhkan tempat bergantung selain Allah Swt., karena Allah yang memiliki segalanya dan Maha Mengetahui semua yang tidak kita ketahui.


Sistem sekuler kapitalis sukses menjadikan setiap manusia menghamba pada harta dunia, jabatan, popularitas, pujian manusia dan hal-hal duniawi lainnya. Sebab dalam sistem sekuler ini manusia memisahkan agama dari kehidupan. Bahkan semakin jauh dari dari agama sehingga sering hilang arah, curhat pada manusia lainnya. Bila curhat pada yang mampu mengarahkan agar lebih dekat dengan Allah saja kadang mengecewakan, apalagi curhat pada orang lain yang jelas jauh dari Allah, tentu akan makin sesat dan menyesatkan.


Mencari harta tidak dilarang dalam Islam, banyak uang, punya jabatan bahkan terkenal pun tidak salah, hanya saja  dunia jangan sampai disembah habis-habisan hingga melupakan Allah, apalagi demi meraih hal-hal tersebut meng halal kan segala cara meski harus maksiat dan menempuh jalan haram.


Hanya sistem Islam kaffah yang mampu menjamin kita hidup tenang, karena masalah di dunia selalu ada silih berganti, menghadapi dengan berpasrah pada Allah, ikhtiar dengan jalan yang Allah ridhoi serta berkeluh kesah hanya pada Allah, ibadah sesama manusia pun hanya karena cinta pada Allah. 


Oleh karena itu mari tenang hadapi setiap masalah dengan menimba ilmu bermanfaat lebih giat lagi, dakwah pada keluarga, masyarakat dan negara agar Islam kaffah diterapkan kembali seperti masa Rasulullah SAW agar kita semua sejahtera dunia akhirat.


Wallahu 'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update