Oleh : Roslina Sari
(Analisis dan Aktivis Muslimah Deli Serdang).
Alhamdulillah. Allahu Akbar. Ditengah penderitaan saudara muslim Gaza Palestina, dan berbagai negeri muslim tertindas oleh kebiadaban dan kesombongan negara kapalitalisme global yaitu Amerika. Kabar gembira bagi umat Islam dan bagi negeri tertindas, terdengar berita dari negara jantung kapitalisme global ini. Rakyat Amerika berbondong-bondong melakukan unjuk rasa terhadap kebijakan Trump yang mengakibatkan Amerika di ambang kehancuran.
Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika Serikat (AS), jutaan warga turun ke jalan dalam demonstrasi bertajuk "No Kings" pada Sabtu, 28 Maret 2026 waktu setempat.
Dilansir dari Warta Ekonomi, Jakarta -Puluhan ribu demonstran memadati berbagai titik di San Diego County pada Sabtu (28/3) waktu setempat dalam aksi bertajuk "No Kings", yang menjadi bagian dari gelombang protes besar di seluruh Amerika Serikat (AS).
Aksi terbesar terpusat di Waterfront Park, di mana massa mulai berkumpul sejak pagi sebelum melanjutkan pawai di pusat kota. Secara keseluruhan, lebih dari 20 aksi digelar di seluruh wilayah tersebut, mencerminkan luasnya partisipasi masyarakat lokal.
Dilaporkan oleh KSWB San Diego, Departemen Kepolisian San Diego melaporkan sekitar 40.000 orang mengikuti pawai utama di pusat kota.
Meski jumlah massa besar, aparat menyatakan demonstrasi berlangsung relatif aman tanpa penangkapan maupun insiden kriminal, dan penutupan jalan telah kembali normal setelah aksi selesai.
Aksi ini merupakan bagian dari gerakan nasional "No Kings" yang menentang kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, khususnya terkait operasi penegakan imigrasi oleh ICE, kebijakan perang dengan Iran, serta tekanan ekonomi akibat meningkatnya biaya hidup.
Di tingkat nasional, protes berlangsung dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 3.300 aksi digelar di seluruh 50 negara bagian, dengan estimasi partisipasi mencapai lebih dari 8 juta orang menjadikannya salah satu aksi demonstrasi terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Selain di kota-kota besar seperti New York, Chicago, dan Washington DC, aksi juga meluas hingga ke wilayah pedesaan dan bahkan ke luar negeri, termasuk di sejumlah kota di Eropa dan Australia.
Isu yang diangkat dalam demonstrasi tidak hanya terbatas pada imigrasi. Para peserta juga menyuarakan penolakan terhadap konflik dengan Iran, kekhawatiran atas meningkatnya biaya hidup, serta tudingan kemunduran demokrasi di bawah pemerintahan Trump.
Utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus US$ 39 triliun (Rp 661.440 triliun) pada Maret 2026. Utang bengkak, menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS-Israel-Iran. Akibatnya utang per penduduk AS Rp 1,93 M. AS di ambang kebangkrutan.
Sebagaimana dilansir dari Jakarta, CNBC Indonesia - Utang nasional Amerika Serikat (AS) resmi menembus US$ 39 triliun (Rp 661.440 triliun) pada Maret 2026. Utang bengkak, menyusul lonjakan pengeluaran akibat konflik AS-Israel-Iran.
Beban ini menambah tekanan pada prioritas anggaran, dari pemotongan pajak, belanja pertahanan, hingga pengelolaan utang.
Sebagai catatan, populasi AS saat ini ada di angka 342,62 juta jiwa.
Dengan beban utang yang menumpuk maka utang per penduduk AS kini tembus US$113.875 atau sekitar Rp 1,93 miliar.
Artinya, per kepala warga AS atau setiap bayi yang baru lahir di AS akan menanggung beban utang Rp 1,93 miliar. Tentu saja ini bukan dalam pengertian sebenarnya karena utang AS akan dibayar dari pajak dan pendapatan lainnya.
Trump, Raja Utang.
Utang pemerintah AS tercatat meningkat lebih cepat pada awal pemerintahan Donald Trump periode kedua dibandingkan pada fase awal masa jabatan pertamanya.
Hal ini terlihat dari data yang dipublikasikan melalui FiscalData.treasury.gov, situs web resmi Pemerintah AS yang dikelola oleh U.S. Treasury. Salah satu indikator yang digunakan adalah Debt to the Penny, yakni catatan harian yang menunjukkan total utang pemerintah federal AS.
Kenaikan utang di Era Trump bisa dihitung dengan membandingkan total utang pada dua waktu. Untuk melihat perkembangan sejak awal masa jabatan Trump periode kedua, posisi utang pada Desember 2024 digunakan sebagai titik awal, lalu dibandingkan dengan posisi pada 10 Maret 2026 di mana data utang terakhir keluar.
Berdasarkan data tersebut, total utang pemerintah AS pada akhir Desember 2024 tercatat sebesar US$36,2 triliun. Angka ini kemudian naik menjadi sekitar US$38,9 triliun pada 10 Maret 2026.
Dengan demikian, dalam 14 bulan pertama pemerintahan Donald Trump pada periode keduanya sebagai presiden, utang pemerintah AS bertambah sekitar US$2,7 triliun.
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp16.960 per US$1, nilainya setara dengan sekitar Rp45.792 triliun. Jika dihitung per hari maka Trump menarik utang sebanyak Rp 110,6 triliun sehari dalam 414 hari sejak dilantik pada 20 Januari 2025 hingga 10 Maret 2026.
Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) tercatat meningkat lebih cepat pada awal pemerintahan Donald Trump periode kedua dibandingkan pada fase awal masa jabatan pertamanya.
AS, Dulu Nol Utang Kini Jadi Penimbun.
Selama dua abad terakhir atau dalam 200 tahun, perjalanan utang Amerika Serikat (AS) menunjukkan perubahan besar dalam arah ekonomi, politik, dan kebijakan fiskal negeri adidaya tersebut.
Dari titik di mana AS nyaris tanpa utang di awal abad ke-19, kini Negeri Paman Sam menanggung beban utang yang sangat besar. Hasil dari dua abad ekspansi ekonomi, pembiayaan perang, serta stimulus kebijakan di masa krisis.
AS kini menjadi negara dengan beban utang terbesar di dunia, melampaui gabungan beberapa negara maju seperti Jepang, Inggirs, dan Prancis.
Dalam konteks global, lonjakan utang ini juga menjadi simbol perubahan era fiskal dunia. Dari disiplin anggaran menuju pembiayaan berbasis defisit yang lebih agresif.
Meski kerap dikritik karena ketergantungan pada pinjaman, kekuatan ekonomi AS dan status dolar sebagai mata uang cadangan global menjadikan posisi fiskal negara ini sarat risiko, namun tetap dipercaya pasar.
Dari Reformasi Jackson ke Perang Dunia
Pada 1825, total utang pemerintah AS hanya sekitar US$83,8 juta, dan sempat hampir lenyap total di bawah Presiden Andrew Jackson pada 1835, yang menurunkannya hingga tersisa US$34 ribu saja.
Jackson melunasi utang melalui hasil penjualan tanah publik dan tarif impor tinggi, namun kebijakan ekstrem tersebut memicu krisis besar Panic of 1837, salah satu resesi terdalam dalam sejarah AS.
Memasuki abad ke-20, utang kembali menanjak tajam seiring pembiayaan Perang Dunia I pada 1914 yang menambah beban menjadi US$2,9 miliar, dan meningkat drastis saat Perang Dunia II yang dimulai pada 1941 menjadi US$49 miliar.
Setelah perang, ekspansi fiskal untuk membiayai pembangunan dan program sosial membuat utang melonjak ke US$257 miliar pada 1950, dan US$533 miliar pada 1975, meskipun rasio terhadap PDB sempat turun berkat pertumbuhan ekonomi yang pesat.
Quantitative Easing dan Ledakan Utang
Lonjakan paling signifikan terjadi pada era modern. Dari US$5,7 triliun pada tahun 2000, utang AS melonjak hampir tujuh kali lipat hanya dalam 25 tahun terakhir.
Demikianlah dunia dan rakyat AS dapat melihat dengan sangat jelas. Ambisi Trump menguasai dunia dengan kebijakan militernya membuat utang AS berlipat dan menuju kebangkrutan. Rakyat Amerika bahkan sangat pusing memikirkan biaya telur, sementara Trump asik berperang. Hutang AS yang membengkak di masa Trump memimpin dengan kebijakan arogan dan preman nya yang ingin menjadi raja dunia sekehendak hati nya untuk menguasai dunia. Sistem kapitalisme adalah sistem yang membuahkan kesombongan dan keserakahan.
Apalagi sikap AS (Trump) mendukung Israel untuk menguasai Palestina, bersekutu dengan Eropa dan negara-negara Teluk untuk kompak memerangi Iran telah membuka mata dunia dan warga AS akan kejahatan Trump dan hegemoni kapitalisme AS. Dunia dan rakyat AS pun sangat muak dengan kesombongan AS dibawah Trump. Sehingga memunculkan gelombang kemarahan dari rakyat AS sendiri. Dan kebijakan Trump dinilai telah membahayakan demokrasi.
Dengan adanya kebijakan militer AS(Trump) yang ingin menguasai dunia ini . Dunia pun diperlihatkan oleh penghianatan para penguasa muslim. Pengkhianatan penguasa muslim bersekutu dengan AS harus diakhiri. Umat harus segera menumbangkan mereka serta menggantikannya dengan kepemimpinan yang amanah dan setia kepada umat.
Para penguasa muslim itu tidak lebih lebih bagai anjing penjaga Amerika dan Zionis Israel laknatullah. Yang bahkan rela menjilat bokong penguasa Amerika dan menjadi jongos Israel demi kepentingan kekuasaan mereka. Mereka rela di adu domba dengan sesama negeri muslim dan saudara muslim mereka sendiri untuk memenuhi perintah tuan mereka.
Ketika negeri-negeri muslim yang perangi secara militer oleh AS para penguasa muslim penghianat itu bukan nya memberikan bantuan bagi saudara muslimnya yang tertindas namun malah memberikan pangkalan militernya untuk AS menyerang negeri muslim tetangganya.
Alangkah buruk dan menjijikan apa yang diperlihatkan para penghianat itu. Semoga Allah menimpakan azab yang pedih bagi mereka.
Allahu SWT
telah mengingatkan didalam Al-Qur'an bagaimana akhir nasib bagi penguasa khianat ini.
QS.Ibrahim:42
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ۗاِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ
"Dan janganlah engkau mengira (Muhammad) bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak." (QS. Ibrahim: 42)
Rasulullah Saw bersabda:
"Setiap pengkhianat akan memiliki bendera pada hari kiamat yang menandakan kadar pengkhianatannya. Tidak ada pengkhianatan yang lebih berat daripada pengkhianatan seorang pemimpin rakyat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, umat mesti kembali pada pemikiran yang jernih dan cemerlang dengan semua kejahatan yang diperlihatkan AS ini. Serta kemarahan yang diperlihatkan oleh rakyat Amerika sendiri terhadap kebijakan penguasa mereka.
Memperlihatkan betapa rusak dan zolimnya sistem demokrasi kapitalisme yang kufur ini ketika saat ini mengatur dunia dan negeri muslim.
Umat harus menyadari bahwa AS dan hegemoni kapitalismenya dan politik demokrasinya telah merusak dunia dan kehidupan antar bangsa. Umat Islam dan penguasa muslim jadi korban adu domba demi kepentingan AS.
Apa yang terjadi di Amerika dan dunia berupa gelombang demonstrasi rakyatnya sendiri dan kemarahan dunia adalah pertanda
lonceng kematian kapitalisme sudah sangat dekat. Kapitalisme yang mengatur dunia saat ini dengan sistem politik demokrasinya telah terbukti gagal dan menyengsarakan umat manusia.
Maka upaya penyadaran politik umat Islam harus semakin dideraskan, dibarengi dengan edukasi tentang politik Islam, sistem Islam dan kepemimpinan Islam.
Politik Islam adalah pengaturan urusan/ peri'ayahan seluruh urusan umat dengan syariah Islam secara kaffah dalam negara yang dilakukan oleh pemimpin kaum muslimin yaitu Kholifah.
Dengan penerapan sistem Islam dalam negara dalam seluruh sendi kehidupan dan negara, yang mensejahterakan kehidupan rakyat yang ada dalam naungan Islam. Baik muslim dan non-muslim. Dengan sistem ekonomi Islam yang sepaket dengan syariah Islam yang lain. Maka manusia merasakan hidup aman, tentram , bahagia dan merasakan keadilan dalam sistem Islam. Peradaban Islam ini pernah memimpin dunia 13 abad lamanya.
Dengan kepemimpinan Islam yaitu Khilafah, politik dalam negeri Khilafah yang menerapkan Islam kaffah dalam negara dan pengaturan urusan umat.
Khilafah melindungi rakyat nya dari musuh musuhnya yang ingin menzolimi kaum muslimin. Dan menjadikan perisai bagi umat serta umat berperang dibelakang nya.
Khilafah juga akan menjadi menyatukan negeri negeri muslim yang saat ini tersekat sekat dalam nation state dan dari upaya adu domba kaum. Kuffar penjajah. Dengan ikatan aqidah dan ideologi Islam. Negeri-negeri muslim akan berada dalam naungan Khilafah, serta seluruh tentara muslimin akan dimobilisasi oleh Kholifah untuk melaksanakan jihad fisabilillah melawan kekuatan kafir penjajah dan sekutunya, dengan segala peralatan perangnya yang menakutkan kaum kuffar penjajah.
Sehingga Iran, Palestina, dan negeri-negeri yang dizalimi Amerika dan Israel laknatullah laknatullah dan sekutunya akan segera ditolong dengan kekuatan militer Khilafah dikomandoi oleh Kholifah kaum muslimin.
Tidak seperti hari ini, negeri-negeri muslim di adu domba, untuk saling menyerang demi kepentingan kafir barat penjajah dan kerakusan nya menguasai kekayaan alam negeri muslim.
Rasulullah Saw bersabda:
إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ ...[رواه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng..(HR. Bukhari Muslim).
Dengan politik luar negeri Khilafah yaitu dakwah, futuhat dan jihad . Khilafah menyebarluaskan hidayah Islam keseluruhan penjuru dunia. Serta menghancurkan serat mengusir hegemoni Amerika dan Israel laknatullah selamanya dari menindas negeri negeri muslim.
Alhasil agenda utama umat saat ini adalah menjadikan dakwah kepada penerapan syariah kaffah dan menegakkan khilafah kepentingan utama dengan penuh kesungguhan.
Mengajak umat dan penguasa muslim untuk menggencarkan perjuangan penegakan Khilafah, agar tatanan dunia yang rusak diganti dengan tatanan syariah Islam.
Dunia dan seluruh umat tidak punya pilihan lain. Kapitalisme telah sangat tampak detik detik kehancurannya. Dengan kebangkrutan Amerika Serikat, merupakan pertanda yang sangat dekat bahwa detik detik tegaknya Khilafah hanyalah tinggal beberapa saat lagi.
Dunia butuh tatanan dunia baru yang memanusiakan manusia dan memuliakan Islam dan kaum muslimin. Serta menjadi rahmatan Lil 'alamiin. Alam semesta, manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun merasa nyaman dan bergembira ketika Khilafah kembali menyinari dunia dari gelap dan pekatnya kapitalisme yang zolim dan menyengsarakan umat manusia.
Maka Hizbut Tahrir menyeru umat didunia, kepada rakyat Amerika bahwa hanya Islam yang akan menyelamatkan kehidupan mereka kembali dari kehancuran akibat sistem demokrasi kapitalisme yang mereka terapkan.
Terkhusus kepada umat Islam di seluruh dunia, kepada para penguasa muslim, kepada para ulama, kepada para pemegang kekuasaan dan Ahlul militer. Inilah saatnya untuk bersatu, ketika hari ini kapitalisme sudah diujung tanduk. Disaat dunia telah melihat Amerika Serikat sang penguasa global hari ini sudah tidak berdaya. Kapitalisme dalam titik nadir.
Bahwa hanya ada satu solusi untuk keluar dari semua nestapa ini yaitu Khilafah. Khilafah Rasyidah ' ala minhajinnubuwwah yang in syaa Allah segera tegak.
Dengan keikhlasan dan dukungan Anda semua untuk perjuangan ini.
Dan pada hari itu orang-orang mukmin akan terobati dan semua manusia akan bergembira. Songsonglah segera!
Allahu Akbar!
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Anfal (8): 10 .
وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
"Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hati kalian menjadi tenang karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Wallahu a'lam bisshawwab.

No comments:
Post a Comment