Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tabiat Bengis Zionis Pertolongan Nyata Harus Dirilis

Tuesday, April 21, 2026 | Tuesday, April 21, 2026 WIB Last Updated 2026-04-21T13:38:45Z

Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty (Pemerhati Politik dan Peradaban)

Seolah bukan manusia, sampai kini  zionis terus saja melancarkan serangan di Gaza. Bukan hanya menewaskan rakyat Gaza, jurnalis dan paramedis pun tak luput menjadi korban. 

Zionis melakukan berbagai serangan baik darat maupun udara menghantam bangunan dan menewaskan ratusan orang hingga memicu krisis kemanusiaan. Dan yang tak kalah menaikkan tensi, zionis terus menerus meluaskan aksi pembantaiannya  di Libanon.

Sungguh, penindasan terhadap kaum muslimin di manapun,  tak akan berhenti tanpa adanya kekuatan yang benar-benar melindungi dan menuntaskan penghancuran yang dilakukan zionis. Tanpa perisai, tak ada yang membentengi dan menjadi tempat aman untuk menjaga jiwa raga umat Islam di bumi Palestina.

BoP inisiasi AS, yang digadang beri janji perdamaian, terbukti tidak  menciptakan damai sama sekali. Hegemoni Barat kian menancap merealisasikan kepentingannya. Misi perampasan tanah Palestina kian  tampak nyata. Zionis Yahudi di tanah Palestina adalah entitas kolonial yang ditancapkan sebagai jembatan imperialis di jantung dunia Islam.

Dunia Tuna Wicara, Tuna Rungu, Tuna Netra

Sampai saat ini permasalahan Palestina tidak kunjung usai. Dunia mengalami berbagai cacat yang hampir permanen jika tidak melepaskan penerapan tatanan kehidupan sekuler atau pemisahan agama dari kehidupan. Tuna wicara, tuna rungu, tuna netra menjadi cacat yang mendunia saat bicara tentang Palestina. 

Tatanan ini begitu asyik masyuk merasuki  pemikiran bagi tata dunia modern sejak 1648. Dari tatanan pemikiran sekuler ini  demokrasi dan negara bangsa terlahir. Dari sinilah problem dunia yang tidak terselesaikan dimulai. Tiadanya pemecahan masalah dari aturan yang Maha menyelesaikan masalah (Allah Ta'ala) dan tiadanya kesatuan umat, semakin membentuk ketidakpedulian yang mendunia. 

Menyedihkan, saat zionis tak lagi mengerti bahasa diplomasi, negeri-negeri kaum Muslimin malah terus menerus melakukannya. Padahal rakyat Palestina sudah tidak kuat menjeritkan seruan memohon pertolongan. Jawaban jihad belum ada yang menyambut dari negeri Muslim manapun sekalipun mereka sangat dekat dengan wilayah Palestina. 

Seluruh fakta dengan jelas menunjukkan bahwa dunia telah cacat. Terdiam, membisu, membuta atas apa yang terjadi pada rakyat Palestina. Padahal Palestina adalah barometer kondisi umat hari ini. Jika Palestina terjajah, semua negeri muslim juga dalam kondisi terjajah. Jika Palestina dapat dibebaskan, seluruh negeri muslim juga akan terbebas. Ini semua adalah keniscayaan karena dunia saat ini disetir ideologi kapitalis sekuler.

Solusi Hakiki Harus Konkret

Sabda Rasulullah ﷺ , “Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim lainnya, janganlah ia menganiaya saudaranya itu, jangan pula menyerahkannya – kepada musuh. Barang siapa memberikan pertolongan pada hajat saudaranya, Allah selalu memberikan pertolongan pada hajat orang itu. Dan barang siapa melapangkan kepada seseorang muslim akan satu kesusahannya, Allah akan melapangkan untuknya satu kesusahan dari sekian banyak kesusahan pada hari kiamat. Dan barang siapa yang menutupi cela seseorang muslim, Allah akan menutupi celanya pada hari kiamat.” (Muttafaq‘alaih).

Sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi, umat dan negeri-negeri muslim harus konsern pada penyelesaian penghentian genosida zionis terhadap Palestina. Konkretisasi solusi hakiki tidaklah main-main lagi, namun harus benar-benar dilakukan secara pasti. Umat dan negeri-negeri Islam harus bersatu dalam satu kekuatan, satu ikatan, dan satu kepemimpinan dalam sistem yang terakreditadi oleh Ilahi Rabbi yaitu sistem Islam yang lahir dari Allah melalui RasulNya.

Ketiadaan sistem Islam tentunya meniadakan solusi hakiki yang dinanti. Oleh karena itu butuh gerak yang pasti, perjuangan yang tak henti, konkretkan dengan masif tanpa nanti. Ada yang bisa kita lakukan saat ini, sekalipun Khilafah belum tegak berdiri untuk mengakhiri  derita saudara kita di Palestina.

Pertama, lakukan dakwah masif untuk meraih kesadaran umat agar menjauhkan diri dari pemikiran sekuler  yang saat ini telah meluluhlantakkan predikat umat terbaik, agar kembali sesuai fithrah yang telah Allah berikan pada Umat Islam. Kemudian menyerukan terwujudnya kesatuan umat dengan  menguatkan ikatan akidah. Karena saat ini kita sedang diuji dengan ujian ikatan akidah. Diuji dengan ikatan ukhuwah. Nation state telah memotong-motonng tubuh kaum muslim menjadi puluhan negara dan membuat Liga Arab sulit melawan Zionis meski mereka mendukung Palestina.  Begitu juga sulitnya negeri kaum muslimin menurunkan pasukannya untuk membantu bebaskan Palestina.

Kedua, menggencarkan dakwah tentang keniscayaan sistem Islam Kaffah dengan membongkar akar masalah Palestina pun adalah karena ketiadaan sistem Islam Kaffah.

Ketiga, menyeru para penguasa agar tidak berharap dan mengarahkan loyalitas pada pertolongan PBB dan perjanjian International yang hanya memberi solusi semu dan minim keberpihakan pada Islam, dengan membongkar kepalsuan janji PBB dan juga perjanjian Internasional. Dorong penguasa agar berpihak pada Islam dan kaum muslimin.

Palestina adalah negeri kaum Muslimin sedunia, negeri para syuhada, bumi para nabi, sudah seharusnya pergerakan untuk membelanya tidak terhenti. Haram berdiam atas masalah ini. Haram berdiam tanpa pembelaan apa pun.

Jangan biarkan dunia tetap membisu penuh kecacatan dan ketidakberdayaan. Oleh karena itu dakwahkan terus Islam Kaffah sebagaimana Rasulullah mencontohkannya, tegakkan tanpa nanti, karena tanpanya Palestina akan terus berdarah-darah.

Satu-satunya negara yang mampu membebaskan Palestina dan negeri-negeri lainnya dari penjajahan dan penindasan adalah Khilafah Islamiyyah.

Khilafah akan melaksanakan kewajiban jihad fii sabilillah untuk mengusir penjajah Zionis dari tanah Palestina, membebaskan masjidil Aqsa, dan menghilangkan segala pengaruh penjajah asing dari tanah kaum Muslimin. Khilafah akan menolak segala perjanjian yan gmengakui entitas Zionis.

Oleh karena itu umat Islam harus berada dalam perjuangan mengembalikan kembali Khilafah Islam yang telah diwajibkan syariat hingga melepaskan sekat-sekat negara bangsa yang selama ini melemahkan mereka. Kesadaran itu harus ada, atau zionis tetap bengis akhiri bumi Palestina. Naudzubillaahi min dzaalik.

Wallaahu a'laam bisshawaab.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update