Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Saat Sistem Gagal, Islam Hadir sebagai Solusi Kekerasan Seksual Verbal

Sunday, April 26, 2026 | Sunday, April 26, 2026 WIB Last Updated 2026-04-26T03:56:34Z




Oleh: Anggraini Arifiyah


Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kasus tersebut terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), di mana sejumlah mahasiswa diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal kepada mahasiswi bahkan dosen. Kasus ini tentu mengejutkan banyak pihak, karena kampus seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai moral serta etika.


Dilansir dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia, kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan para pelaku di media sosial. Dari situ, publik mulai mengetahui adanya dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan secara verbal. Saat ini, kasus tersebut sedang diproses oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di lingkungan kampus.


Jika dilihat lebih dalam, kejadian ini bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Kekerasan seksual di dunia pendidikan sudah sering terjadi, hanya saja banyak yang tidak terungkap. Fakta bahwa pelakunya berasal dari dalam lingkungan kampus menunjukkan adanya masalah yang lebih besar, yaitu kegagalan sistem dalam menciptakan ruang yang aman bagi semua pihak, terutama perempuan.


Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah pola hidup yang semakin bebas tanpa batasan yang jelas. Banyak orang merasa bahwa kebebasan berbicara adalah hal yang mutlak, sehingga tidak lagi memperhatikan norma dan etika. Akibatnya, muncul ucapan-ucapan yang merendahkan, melecehkan, bahkan mengandung unsur seksual yang tidak pantas.


Kekerasan seksual verbal sendiri merupakan tindakan yang dilakukan melalui kata-kata, komentar, atau candaan yang bernuansa seksual dan merendahkan orang lain. Dalam banyak kasus, perempuan sering dijadikan objek, seolah-olah hanya dilihat dari sisi fisik atau daya tarik semata. Hal ini tentu merusak martabat perempuan sebagai manusia yang seharusnya dihormati.


Yang lebih memprihatinkan, perilaku seperti ini sering dianggap hal biasa atau sekadar bercanda. Banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan yang dianggap ringan bisa memberikan dampak psikologis yang serius bagi korban. Selain itu, penanganan kasus juga cenderung lambat, karena biasanya baru ditindak setelah viral di media sosial.


Dalam pandangan Islam, setiap ucapan yang keluar dari lisan manusia memiliki konsekuensi dan akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisannya dan hanya berkata yang baik. Ucapan yang mengandung pelecehan, penghinaan, atau hal yang mendekati maksiat jelas dilarang dalam ajaran Islam.


Selain itu, Islam juga telah mengatur tata pergaulan secara rinci untuk menjaga kehormatan setiap individu. Aturan ini bertujuan agar hubungan sosial berjalan dengan baik dan terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, jika terjadi pelanggaran seperti kekerasan seksual verbal, perlu adanya tindakan tegas agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.


Wallahu 'alam bishowwabSaat Sistem Gagal, Islam Hadir sebagai Solusi Kekerasan Seksual Verbal


Oleh: Anggraini Arifiyah


Kekerasan seksual di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kasus tersebut terjadi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), di mana sejumlah mahasiswa diduga melakukan pelecehan seksual secara verbal kepada mahasiswi bahkan dosen. Kasus ini tentu mengejutkan banyak pihak, karena kampus seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menjunjung tinggi nilai moral serta etika.


Dilansir dari situs resmi Majelis Ulama Indonesia, kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan para pelaku di media sosial. Dari situ, publik mulai mengetahui adanya dugaan tindakan pelecehan yang dilakukan secara verbal. Saat ini, kasus tersebut sedang diproses oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) di lingkungan kampus.


Jika dilihat lebih dalam, kejadian ini bukanlah kasus yang berdiri sendiri. Kekerasan seksual di dunia pendidikan sudah sering terjadi, hanya saja banyak yang tidak terungkap. Fakta bahwa pelakunya berasal dari dalam lingkungan kampus menunjukkan adanya masalah yang lebih besar, yaitu kegagalan sistem dalam menciptakan ruang yang aman bagi semua pihak, terutama perempuan.


Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi ini adalah pola hidup yang semakin bebas tanpa batasan yang jelas. Banyak orang merasa bahwa kebebasan berbicara adalah hal yang mutlak, sehingga tidak lagi memperhatikan norma dan etika. Akibatnya, muncul ucapan-ucapan yang merendahkan, melecehkan, bahkan mengandung unsur seksual yang tidak pantas.


Kekerasan seksual verbal sendiri merupakan tindakan yang dilakukan melalui kata-kata, komentar, atau candaan yang bernuansa seksual dan merendahkan orang lain. Dalam banyak kasus, perempuan sering dijadikan objek, seolah-olah hanya dilihat dari sisi fisik atau daya tarik semata. Hal ini tentu merusak martabat perempuan sebagai manusia yang seharusnya dihormati.


Yang lebih memprihatinkan, perilaku seperti ini sering dianggap hal biasa atau sekadar bercanda. Banyak orang tidak menyadari bahwa ucapan yang dianggap ringan bisa memberikan dampak psikologis yang serius bagi korban. Selain itu, penanganan kasus juga cenderung lambat, karena biasanya baru ditindak setelah viral di media sosial.


Dalam pandangan Islam, setiap ucapan yang keluar dari lisan manusia memiliki konsekuensi dan akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang muslim diajarkan untuk menjaga lisannya dan hanya berkata yang baik. Ucapan yang mengandung pelecehan, penghinaan, atau hal yang mendekati maksiat jelas dilarang dalam ajaran Islam.


Selain itu, Islam juga telah mengatur tata pergaulan secara rinci untuk menjaga kehormatan setiap individu. Aturan ini bertujuan agar hubungan sosial berjalan dengan baik dan terhindar dari perbuatan yang merugikan orang lain. Oleh karena itu, jika terjadi pelanggaran seperti kekerasan seksual verbal, perlu adanya tindakan tegas agar memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.


Wallahu 'alam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update