Oleh. Kayyisa Naswa Aliya
Pemerhati Remaja
Dikutip dari detik.com, aparat kepolisian berhasil menangkap dua warga Desa Kangga, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diduga hendak mengedarkan narkotika jenis sabu. Keduanya berinisial SH (26) dan KF, di mana KF diketahui masih berstatus sebagai pelajar.
Barang haram tersebut disembunyikan dengan cara ditanam di dalam tanah, tepatnya di samping rumah pelaku. Sementara itu, sosok bandar atau pemasok utama dari sabu tersebut hingga kini masih dalam pengejaran pihak berwajib.
Menurut keterangan Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota, AKP Jahyadi Sibawaih, SH diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap, sedangkan KF masih aktif sebagai pelajar. Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba pada Rabu malam (1/4) sekitar pukul 22.00 Wita di kediaman SH. Proses penangkapan berlangsung tanpa adanya perlawanan dari kedua terduga pelaku.
Kasus ini menjadi potret yang memprihatinkan, terutama karena melibatkan seorang pelajar yang seharusnya berada dalam fase menuntut ilmu dan membangun masa depan. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran nilai dalam kehidupan generasi muda, yang semakin jauh dari prinsip-prinsip moral dan agama.
Sebagian pihak menilai bahwa sistem kehidupan yang cenderung sekuler dan berorientasi pada materi turut berkontribusi dalam melemahnya benteng keimanan, sehingga pelajar mudah terjerumus dalam perbuatan yang melanggar hukum dan norma.
Selain itu, lemahnya sistem pendidikan dan penegakan hukum yang berlaku saat ini juga dinilai menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut. Pendidikan yang seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan moral, sering kali belum mampu membentengi generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan. Akibatnya, tidak sedikit pelajar yang terlibat dalam berbagai tindak kriminal, termasuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Islam sebagai solusi, penting untuk menghadirkan sistem pendidikan yang mampu membentuk kepribadian generasi muda secara utuh, baik dari sisi intelektual maupun spiritual. Pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai agama diharapkan dapat melahirkan individu yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, bertanggung jawab, serta menjauhi perbuatan yang dilarang.
Di sisi lain, peran keluarga juga sangat krusial dalam membentuk karakter anak. Orang tua perlu bersungguh-sungguh dalam mendidik dan membimbing anak-anaknya dengan menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini. Keteladanan dalam perilaku sehari-hari menjadi salah satu faktor penting agar anak dapat meniru dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupannya.
Tak kalah penting, masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan kondusif bagi perkembangan generasi muda. Upaya menjaga pergaulan, saling mengingatkan dalam kebaikan, serta mencegah kemungkaran perlu terus ditumbuhkan agar dapat meminimalisir pengaruh negatif di lingkungan sekitar.
Terakhir, peran negara dalam memberikan sanksi hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba, baik sebagai pengguna, pengedar, maupun produsen, sangat diperlukan. Penegakan hukum yang konsisten dan memberikan efek jera diharapkan mampu menekan angka peredaran narkoba serta melindungi generasi muda dari bahaya yang ditimbulkannya.
Wallahu a’lam

No comments:
Post a Comment