Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iran Sebut Ancaman Trump sebagai “Kejahatan Perang”

Friday, April 03, 2026 | Friday, April 03, 2026 WIB

Nusantaranews.net, Timur Tengah — Jumat (03/04/2026), konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memperluas serangan ke fasilitas sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan infrastruktur vital lainnya.

Dilansir dari Al Jazeera, ancaman tersebut muncul setelah serangan militer Amerika Serikat menghancurkan sebuah jembatan utama di Iran, yang memicu kekhawatiran internasional terkait potensi pelanggaran hukum perang.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pernyataan Trump, menyebut ancaman untuk menghancurkan Iran hingga “Zaman Batu” sebagai indikasi niat melakukan kejahatan perang besar.

Di tengah situasi tersebut, Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai wilayah, termasuk Israel dan kawasan Teluk.

Kuwait melaporkan bahwa fasilitas penting seperti pabrik desalinasi air dan kilang minyak menjadi target serangan dalam eskalasi terbaru. Namun, Iran membantah telah menargetkan fasilitas air tersebut.

Konflik yang meluas ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan serta keamanan jalur energi global.

Di tengah eskalasi konflik, mantan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyerukan agar negaranya menyatakan kemenangan dan segera mengakhiri perang melalui kesepakatan yang dapat diterima.

Seruan ini menjadi salah satu sinyal munculnya dorongan internal untuk menghentikan konflik yang terus menelan korban.

Dalam perkembangan lain, Kepala Staf Angkatan Darat Amerika Serikat Randy George dilaporkan meninggalkan jabatannya setelah diminta mundur oleh Menteri Pertahanan AS.

Langkah ini menambah dinamika baru di tengah tekanan politik dan militer yang meningkat di Washington.

Dilansir dari Al Jazeera, sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026, sedikitnya 2.076 orang tewas dan lebih dari 26.500 lainnya luka-luka akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran.

Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlanjutnya operasi militer di berbagai wilayah.

Hingga Jumat (03/04/2026), konflik antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya terus menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan. Ancaman terhadap fasilitas sipil, meluasnya serangan ke negara Teluk, serta meningkatnya korban jiwa menjadi sinyal bahwa perang ini berpotensi berkembang menjadi krisis global yang lebih besar.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update