Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Idul Fitri di Gaza: Takbir di Tengah Reruntuhan Peradaban

Friday, April 03, 2026 | Friday, April 03, 2026 WIB

 


Oleh Ummu Laila

Aktivis Dakwah


Idul Fitri selalu identik dengan kegembiraan. Takbir berkumandang, keluarga berkumpul, dan umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Namun di Gaza, Idul Fitri kembali datang dalam suasana yang jauh dari kebahagiaan. Takbir tetap berkumandang, tetapi bergema di antara puing-puing bangunan yang hancur dan tenda-tenda pengungsian yang berdiri seadanya.

Faktanya, warga Gaza merayakan Idul Fitri di tengah reruntuhan gedung dan tenda darurat. Banyak masjid, rumah, dan fasilitas publik yang luluh lantak akibat serangan berkepanjangan. Anak-anak yang seharusnya mengenakan pakaian baru dan merasakan kegembiraan hari raya justru harus menghadapi trauma, kehilangan orang tua, dan hidup dalam keterbatasan pangan serta air bersih. Idul Fitri yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan berubah menjadi hari yang dipenuhi kenangan pahit dan duka yang mendalam.

Nestapa yang menimpa warga Gaza pun seolah tak berujung. Setiap hari dunia disuguhi kabar korban jiwa, kehancuran infrastruktur, dan penderitaan yang terus berulang. Namun, di balik tragedi kemanusiaan yang begitu nyata, perhatian dunia kerap beralih pada dinamika politik global yang lain. Gaza seakan menjadi luka yang perlahan dilupakan.

Dalam konteks geopolitik saat ini, derita warga Gaza bahkan makin terpinggirkan ketika perhatian Amerika Serikat dan Israel tersedot pada upaya menghadapi Iran. Ketegangan yang meningkat di kawasan membuat fokus politik dan militer mereka bergeser. Di tengah rivalitas tersebut, tragedi kemanusiaan di Gaza tak lagi menjadi sorotan utama. Penderitaan rakyat sipil seolah menjadi isu pinggiran dalam permainan kekuatan global.

Ironinya, sebagian negara Arab di kawasan Teluk justru memilih bersekutu dengan negara-negara Barat dalam menghadapi Iran. Alih-alih menjadikan pembebasan Palestina sebagai prioritas bersama, orientasi politik mereka lebih diarahkan pada kepentingan geopolitik dan keamanan kawasan versi mereka sendiri. Realitas ini semakin memperlihatkan betapa penderitaan rakyat Gaza sering kali kalah oleh kepentingan politik yang lebih besar.

Padahal, Idul Fitri seharusnya menjadi momen refleksi bagi seluruh umat Islam. Dalam ajaran Islam, kaum muslimin digambarkan seperti satu tubuh. Ketika satu bagian tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan penderitaan yang sama. Artinya, nestapa yang dirasakan warga Gaza semestinya juga menjadi duka bagi seluruh kaum muslimin di berbagai penjuru dunia. Idul Fitri tidak hanya menjadi perayaan kemenangan spiritual, tetapi juga pengingat kuat tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.

Sayangnya, dalam realitas politik global, nasib perdamaian dan kemerdekaan Palestina tidak pernah benar-benar menjadi prioritas bagi Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara ini lebih berkepentingan menjaga hegemoni dan pengaruh kekuasaan mereka di kawasan dan dunia. Konflik Palestina kerap diperlakukan sebagai bagian dari strategi geopolitik, bukan sebagai tragedi kemanusiaan yang menuntut penyelesaian adil.

Di tengah situasi tersebut, umat Islam sebenarnya telah memiliki pedoman yang jelas. Al-Qur’an menggambarkan karakter kaum mukmin sebagai orang-orang yang berkasih sayang terhadap sesama muslim dan tegas terhadap orang-orang kafir yang memusuhi mereka. Allah SWT berfirman, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (QS. Al-Fath: 29).

Nilai inilah yang semestinya menjadi landasan sikap umat Islam dalam menyikapi penderitaan saudara seiman. Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar slogan emosional, melainkan ikatan akidah yang menghubungkan kaum muslimin di seluruh dunia. Ikatan ini seharusnya melahirkan solidaritas nyata untuk membela dan membebaskan kaum muslimin yang tertindas, termasuk rakyat Palestina.

Lebih dari itu, Al-Qur’an juga memerintahkan kaum mukmin untuk berjihad menghadapi pihak-pihak yang memusuhi mereka. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan ketegasan darimu…” (QS. At-Taubah: 123). Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam tidak boleh bersikap pasif ketika kezaliman terjadi terhadap kaum muslimin.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update