Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Heboh Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot Beramai-Ramai Kembalikan MBG Karena Bau

Wednesday, April 22, 2026 | Wednesday, April 22, 2026 WIB Last Updated 2026-04-22T01:08:19Z

 


Oleh : Iin Parlina (Ibu Rumah tangga) 



  Sejumlah Siswa SMPN 1 Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung,mengembalikan makanan bergizi gratis(MBG) yang mereka terima selasa (7/4/2026). Pengembalian MBG ini dilakukan para siswa secara langsung ke penyedia makanan,yakni SPPG citereup di wilayah Desa Citereup,Kecamatan Dayeuhkolot. Dalam video yang beredar di masyarakat,para siswa terdengar mengeluhkan bau tidak sedap dari makanan tersebut. Para siswa menengteng ompreng MBG mengembalikan secara langsung ke dapur SPPG yang secara kebetulan tidak jauh dari tempat sekolah yang berada di jln. Pasigaran Rt 05 RW 09. Para siswa sebagai penerima manfaat makan gizi gratis ini memilih untuk tidak mengonsumsi dan mengembalikannya, bahkan sempat terdengar dalam video tersebut merasa kecewa dengan sajian MBG yang diberikan. Sejumlah siswa saat dikonfirmasi membenarkan bahwa makanan tersebut berbau busuk dan memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut. Peristiwa pengembalian MBG ini kemudian viral disejumlah grup WhatsApp warga yang memicu perhatian publik, mengingat dapur SPPG ini berdasarkan informasi dilapangan melayani sekitar 2874 penerima manfaat. 


  Sejatinya, pemberian MBG dan proyek sosial lain yang sejenisnya bukanlah watak dasar dari ideologi kaitalisme. Karena sistem ekonomi kaitalis menafikan peran negara dalam memenuhi hayat hidup masyarakat. Bahkan program semacam itu tidak serta merta meningkatkan gizi masyarakat secara keseluruhan apalagi secara permanen. Program MBG ini tidak lain hanya solusi tambal sulam untuk menutupi kegagalan pemerintah dalam menyejahterakan rakyatnya. Faktanya, tidak semua siswa atau ibu hamil bisa menikmati MBG, juga tidak sembarang pemilik warung makan atau pengusaha catering bisa menjalin kerjasama sebagai penyedia MBG. Kapitalisme juga gagal menyejahterakan rakyatnya , terbukti dengan lapangan kerja minim sehingga menyebabkan perekonomian rakyat terus merosot. Sistem ini terus merusak di setiap lini kehidupan. 


  Ini tentu berbeda dengan sistem islam yaitu khilafah islamiyah hadir sebagai solusi sistemik, mengatur ekonomi dan kehidupan rakyat berdasarkan syariat islam yang berorientasi pada kemaslahatan. Khilafah sangatlah memprioritaskan kesejahteraan rakyat. Para pemimpin di dalamnya paham betul dengan perannya sebagai pengurus rakyat. Para pemimpin didalamnya betul dengan perannya sebagai pengurus rakyat. Seperti sabda Rasulullah Saw. "Imam (khalifah) adalah raa'in( pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya." (HR Bukhari).

Seorang khalifah atau pemimpin sejati akan benar-benar memperhatikan setiap individu dan menyelesaikan masalah dengan solusi tuntas. Khilafah bertanggung jawab penuh atas keamanan pangan dan gizi masyarakat, bukan diserahkan kepada mekanisme pasar atau korporasi yang membuat rumitnya suatu kebijakan. Apalagi sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup, semua merata dan tidak ada diskriminasi. Sistem khilafah juga menjamin terbukanya lapangan kerja yang luas melalui pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan sektor produktif tanpa ada campur tangan dari luar. Oleh karenanya, khilafah islamiyah menjadi satu-satunya solusi terbaik untuk mengatasi kegagalan sistem kapitalisme untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Semua itu berkat aturan Allah yang diterapkan secara kaffah dan menaungi sebuah negara. 


wallahualam bisshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update