Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaspol Central of Agro, Bupati Safni Turun Langsung Satukan Kekuatan Besar Pertanian Lima Puluh Kota

Wednesday, April 08, 2026 | Wednesday, April 08, 2026 WIB

Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Bupati Lima Puluh Kota, Safni, tancap gas mempercepat realisasi program unggulan Central of Agro dengan langsung menyatukan kekuatan besar lintas sektor—akademisi, praktisi, hingga tokoh berpengalaman—dalam satu gerak pembangunan.

Langkah konkret itu ditandai dengan penanaman perdana 400 batang bibit alpukat jenis Miki di lahan seluas sekitar 2 hektare di Jorong Simpang Tigo, Nagari Sariak Laweh, Kecamatan Akabiluru, Rabu (8/4/2026).

Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi sinyal kuat dimulainya arah baru pembangunan pertanian berbasis kolaborasi. Sejumlah tokoh strategis ikut turun langsung, di antaranya Budi Febriandi, Indra Sago, Gusdian Laora, serta Marzul Veri.

Keterlibatan berbagai elemen ini menegaskan bahwa program Central of Agro tidak dibangun dengan pendekatan biasa, melainkan dengan menghimpun kekuatan pemikiran dan pengalaman terbaik daerah.

Budi Febriandi mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan Bupati telah lama terjalin, termasuk dengan David Andrio yang turut menyumbang gagasan strategis.

Sementara itu, Gusdian Laora menilai arah pembangunan yang ditempuh sudah berada di jalur tepat. Dengan fondasi dan perencanaan yang kuat, ia optimistis hasil nyata akan mulai terlihat dalam tiga tahun ke depan.

Di sisi strategi, Indra Sago menegaskan bahwa kunci keberhasilan terletak pada pembenahan sektor hulu.

“Kemandirian benih harus jadi prioritas. Kita dorong Lima Puluh Kota menjadi sentra pembibitan, bukan hanya untuk Sumatera Barat, tapi juga skala nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah sektor hulu kokoh, pembangunan harus bergerak ke tahap budidaya modern hingga hilirisasi komoditas unggulan.

“Hilirisasi kopi, kelapa, dan kakao wajib didorong agar nilai tambah tidak lari keluar daerah, tapi dinikmati langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Gusdian Laora menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama keberhasilan.

Program Central of Agro, katanya, bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan gerakan bersama yang menyatukan visi, pengalaman, dan aksi nyata.

“Pembangunan besar tidak bisa dikerjakan sendiri. Ini tentang menyatukan kekuatan,” pungkasnya. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update