Nusantaranews.net, Bukittinggi — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi kembali menunjukkan kinerja cepat dan profesional dalam merespons laporan masyarakat. Pada Kamis malam (2/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB hingga 22.25 WIB, tim piket Regu Brama berhasil mengevakuasi sarang tawon jenis vespa di salah satu rumah warga di Jalan Prof. Hamka, Gang Melati, RT 001 RW 003, Kelurahan Pakan Kurai, Kecamatan Guguak Panjang.
Laporan pertama diterima dari warga bernama Nursal (67), yang merasa resah dan khawatir akibat keberadaan sarang tawon vespa di dinding lantai dua rumahnya. Bahkan, serangga berbisa tersebut dilaporkan sudah masuk ke dalam bagian rumah sehingga berpotensi membahayakan penghuni.
Menindaklanjuti laporan itu, personel DPKP Kota Bukittinggi langsung bergerak cepat dengan melakukan survei awal pada siang hari untuk mengidentifikasi lokasi serta tingkat risiko. Proses evakuasi kemudian dilaksanakan pada malam hari guna meminimalkan potensi serangan tawon yang dikenal lebih agresif saat sarangnya terganggu.
Sebanyak enam personel Regu Brama diterjunkan dalam operasi tersebut, dipimpin Danru Ray Hendra bersama Budi Darmansyah, Zainal Abidin, Ari Setiadi, dan Zulfahmi, serta didampingi langsung oleh Kasi Penyelamatan DPKP Kota Bukittinggi, Dedi Arianto. Dalam pelaksanaan tugasnya, tim menggunakan armada operasional serta alat pelindung diri (APD) lengkap untuk memastikan keselamatan selama proses evakuasi.
Kepala DPKP Kota Bukittinggi, Joni Feri, melalui Kasi Penyelamatan Dedi Arianto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tugas dan pelayanan DPKP dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, tidak hanya pada kejadian kebakaran tetapi juga penanganan kondisi darurat lainnya.
“Penanganan sarang tawon ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kami kepada masyarakat. Kami berupaya hadir dengan cepat untuk memastikan lingkungan warga aman dari ancaman hewan berbahaya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan evakuasi dan pemusnahan sarang, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga terkait bahaya tawon vespa serta langkah pencegahannya.
Tawon vespa diketahui memiliki sengatan beracun yang dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, hingga reaksi alergi serius (anafilaksis). Selain itu, tawon ini bersifat agresif dan dapat menyerang secara berkelompok ketika sarangnya terganggu, sehingga berisiko tinggi terhadap keselamatan manusia.
Berkat kerja cepat dan sigap petugas, sarang tawon berhasil dievakuasi dan dimusnahkan dengan aman tanpa menimbulkan korban.
Salah seorang warga, Friswati (66), yang rumahnya berhasil dinetralisir, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas respons cepat dari petugas.
“Kita bersyukur ancaman tawon berbisa sudah bisa ditanggulangi dan saya berterima kasih atas kinerja bapak-bapak dari DPKP Kota Bukittinggi,” ucapnya.
DPKP Kota Bukittinggi mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan hewan, reptil, maupun serangga yang berpotensi mengancam keselamatan dan ketentraman warga, agar dapat ditangani secara cepat, tepat, dan aman oleh petugas. (R.Sitepu)


No comments:
Post a Comment