Oleh Rahmawati Ayu Kartini
Pemerhati Sosial
Tak disangka, mimpi buruk negara-negara Teluk yang selama ini tak terbayangkan akan benar-benar terjadi. Sejak Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, 28 Februari 2026 lalu, stabilitas dan keamanan kawasan Teluk diuji. Negara-negara Teluk (Saudi, UAE, Kuwait, Bahrain, Qatar) yang biasanya jadi sekutu dekat AS, saat ini sedang merasa kena getahnya. Iran meluncurkan ratusan rudal balistik dan drone ke arah mereka. Sudah ratusan upaya mencegat rudal/drone di udara, tapi amunisi pertahanan udara mereka, mulai menipis karena serangan nyaris nonstop. Yang bikin mereka kesal, AS ternyata lebih memprioritaskan melindungi Israel dulu. AS kirim jet, bom, dan membantu buat Tel Aviv. Sementara negara-negara teluk merasa ditinggal AS. Mereka memang sangat bergantung dengan AS untuk stok amunisi. Tapi diluar dugaan, AS justru acuh tak acuh terhadap mereka.
Analisa pengamat, mereka mungkin terpaksa counter rudal-rudal itu tanpa bantuan AS, agar tidak kelihatan lemah. Aslinya pening tujuh keliling. Apalagi yang diserang Iran sebenarnya kan kepentingan AS yang ada di negaranya. Bukan kepentingan mereka. Parahnya lagi, Trump bilang operasi ini membutuhkan waktu 4-5 minggu (atau lebih lama). Bahkan dugaan kuat China dan Rusia bantu suplai Iran diam-diam. China lagi proses deal menjual CM-302 supersonic anti-ship missiles (carrier killer), plus komponen dual-use buat rudal. Rusia kirim tech radar, air defense, mungkin shoulder-fired missiles. Ini bikin Iran tetep kuat meski kena 2000+ bom dari AS-Israel.
Habis Manis Sepah Dibuang
Negara-negara Teluk yang selama ini terbiasa dengan kemewahan dan fasilitas lengkapnya, mungkin tak pernah membayangkan akan mengalami kehancuran seperti yang di Gaza. Mereka merasa pasti aman karena menjalin hubungan baik dengan AS sebagai pemimpin dunia. Apalagi pangkalan militer AS berada di negara mereka. Bahkan negara mereka selalu mengizinkan jalur transportasi yang memudahkan kepentingan AS dan Israel. Namun terbukti, upaya mereka untuk mendapatkan perhatian AS adalah nihil alias tidak ada. AS ternyata hanya fokus pada Israel. Sebagaimana pernyataan pejabat Saudi baru-baru ini: “Pertahanan Amerika Serikat berfokus pada Israel, tanpa memperhatikan pertahanan negara-negara Teluk Arab, yang menjadi tuan rumah bagi banyak pangkalan militer." (https://t.me/info_duniaislam)
Benarlah firman Allah dalam Al-Qur'an:
الَّذِيۡنَ يَتَّخِذُوۡنَ الۡـكٰفِرِيۡنَ اَوۡلِيَآءَ مِنۡ دُوۡنِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ ؕ اَيَبۡتَغُوۡنَ عِنۡدَهُمُ الۡعِزَّةَ
فَاِنَّ الۡعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيۡعًا ؕ ١٣٩
"(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah." (QS. An Nisa ayat 139)
Allah melarang seorang muslim berteman akrab, memberikan wala' (loyalitas) kepada orang-orang kafir. Apalagi yang termasuk golongan kafir harbi (kafir yang terang-terangan memusuhi Islam dan umatnya). Sebagaimana firman-nya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Ma-idah ayat 51)
Kaburnya AS meninggalkan negara-negara teluk berperang melawan Iran sendiri, mestinya membuka mata umat Islam bahwa tidak ada gunanya bermanis muka bahkan menjalin hubungan dengan AS dan sekutunya. Mereka hanya memanfaatkan negara-negara muslim untuk kepentingan mereka saja tanpa pedulikan keselamatan umat. Wajib bagi umat Islam untuk berlepas diri dari musuh-musuh Allah. Jangan sampai habis manis sepah dibuang!
Kekuatan itu Milik Allah
Dalam sejarah, sesungguhnya umat Islam tidak pernah kalah dari musuhnya kecuali karena lemahnya mereka akibat meninggalkan aturan agamanya atau karena cinta dunia. Kelemahan umat inilah yang sangat dipahami musuh-musuhnya (Barat). Karena itu mereka mengubah strategi perangnya, dari perang fisik menjadi perang pemikiran agar umat Islam jauh dari agamanya.
Barat berusaha menghancurkan Islam lewat runtuhnya Khilafah Islamiyyah pada tahun 1924. Setelah itu umat Islam akan mudah dikuasai seperti memilih-milih makanan di meja makan.
Namun ketika umat ini kuat memegang agamanya, kuat interaksinya dengan Al-Qur'an, kita saksikan sendiri bahwa umat Islam tidak akan terkalahkan. Inilah yang terjadi di Gaza, karena Allah bersama mereka.
Jutaan mata menyaksikan, bagaimana Gaza dengan senjata sederhana yang kebanyakan buatan tangan sendiri, tidak mampu ditundukkan walaupun dikepung dan diboikot oleh zionis Israel dan sekutunya. Bahkan hingga detik ini tidak ada seorangpun pejuang Hamas yang berhasil ditangkap Israel!
Sementara negara-negara teluk yang notabene kaya raya dan memiliki senjata canggih, mereka merasa tak berdaya dan kekurangan senjata menghadapi satu negara saja yang bernama Iran.
Inilah bedanya. Cinta dunia telah melemahkan daya juang mereka. Mereka merasa kerdil dan butuh bantuan AS. Betapa hinanya jika meninggalkan agamanya hingga harus mengemis-ngemis kepada musuh.
Dan Gaza, hanyalah kota kecil yang berdiri sendiri melawan Israel dan puluhan negara sekutunya dengan gagah berani. Karena kekuatan itu milik Allah, bukan dari peralatan tempur dan senjata canggih.
Betapa banyak golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.. Wahai umat Islam, kembalilah kepada Allah dan Rasul-nya. Niscaya Allah akan menguatkanmu dan memberikan kemenangan.
Wallahu a'lam bishowab.

No comments:
Post a Comment