Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kota Rafah Menjadi Persinggahan Bagi Pengungsi

Friday, March 06, 2026 | Friday, March 06, 2026 WIB


 



Oleh Heni Rohaeni 

Aktivis Muslimah


Kantor Media Pemerintah Gaza pada Senin menyatakan tingkat kepatuhan dalam pembukaan kembali perlintasan Rafah antara Mesir dan Gaza baru mencapai 29 persen, di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan Israel. Dalam pernyataan resminya, kantor tersebut menyebut bahwa pada periode 2–15 Februari, hanya 811 pelintas yang berhasil menyeberang melalui perlintasan Rafah dari total 2.800 orang yang dijadwalkan bepergian. Dari jumlah tersebut, 455 orang diizinkan keluar dari Gaza, 356 orang tiba di Gaza, sementara 26 lainnya dipulangkan. Menurut pernyataan itu, Israel membuka kembali sisi Palestina di perlintasan Rafah pada 2 Februari secara sangat terbatas, setelah menguasainya sejak Mei 2024.

Pembukaan perlintasan Rafah harus dapat di akses untuk warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis bagi yang sakit, mahasiswa yang melanjutkan pendidikan,hak  warga untuk menentukan masa depan,dan membutuhkan istirahat setelah bertahun-tahun mengalami trauma.  Pembukaan jalur Rafah menjadi titik terang bagi ribuan warga Palestina yang terluka. Namun, ini semua bagian dari rencana  gencatan senjata guna meredakan krisis kemanusiaan di Gaza.

Masalah Palestina dan Israel tak kunjung selesai,belum ada solusi utama untuk menyelesaikan  konflik antar keduanya. Maka untuk menyudahi Gaza dan Israel hanya satu yaitu menyatukan umat Islam dalam kekuatan global dengan tegaknya khilafah,yang mampu mengusir Israel dari tanah Palestina.

Bagi kaum muslim berkewajiban untuk mengupayakan tegaknya khilafah demi menyelamatkan umat Islam di dunia. Dengan khilafah  persatuan dan kesatuan akan terwujud dan Yahudi akan mudah diperangi dengan jihad fi Sabilillah.

 Wallahu alam bishshwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update