Oleh. Ummu Husna
Terjadinya konflik antara AS dengan Iran di Timur Tengah menyebabkan adanya ketidakpastian global. Pada kondisi tersebut, ketegangan semakin meningkat ketika diketahui adanya campur tangan Israel dalam konflik itu dan munculnya ancaman di jalur strategis yakni selat Hormuz. Situasi ini ternyata dapat memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi di seluruh Dunia dan dapat menggoyahkan stabilitas pasar keuangan internasional secara umum.
Sementara BOP sendiri adalah sebuah lembaga independen bentukan Donald Trump (Presiden AS) dengan tujuan untuk menyelesaikan krisis di Gaza yang belum bisa diselesaikan oleh PBB sampai saat ini. Namun tujuan tersebut ternyata hanya bualan semata, pasalnya Trump memiliki tujuan tersembunyi dibalik slogan perdamaian yaitu menguasai jalur Gaza sepenuhnya. Sehingga hal inilah yang melatar belakangi berbagai elemen masyarakat yang ada di Indonesia untuk mendesak pemerintahan Indonesia agar keluar dari BOP tersebut. Dan yang dihasilkan adalah Prabowo Subiyanto selaku presiden RI menyatakan bahwa dia tidak mau gegabah untuk keluar dari BOP, akan tetapi segala sesuatu pembahasan yang terkait dengan BOP untuk sementara waktu ditangguhkan dulu.
BOP Adalah Proyek Kolonial AS
Jika kita amati ternyata BOP terbukti tidak berhasil dalam mewujudkan perdamaian di Gaza. Hal ini dikarenakan pelaku perang di wilayah Gaza tersebut adalah ketua BOP itu sendiri yakni AS. Sementara Indonesia adalah negara pengikut yang pada dasarnya tidak memiliki kekuatan untuk menentukan arah dan tujuan dari BOP tersebut, melainkan hanya mengikuti dan mendukung segala apa yang sudah direncanakan oleh AS.
BOP sendiri merupakan bagian dari proyek kolonial AS dengan tujuan menguasai negara Palestina, melucuti tentara Hamas dan mengusir penduduk Palestina dari negaranya. Pemerintah Indonesia harus mengetahui dan memahami akan hal ini, sehingga diharapkan adanya sikap tegas dari pemerintah untuk menolak bergabung dengan BOP. Tidak malah sebaliknya, pemerintah Indonesia justru masih tetap bertahan di BOP. Kondisi ini malah semakin menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia masih berada dalam dominasi AS dan secara politik masih terjajah oleh AS.
Islam Menyikapi BOP
Jika dilihat secara mendetail, bahwasannya keberadaan BOP merupakan lembaga bentukan AS yang memperkuat salah satu strategi mereka untuk menguasai Palestina. Maka haram hukumnya bagi Indonesia untuk bergabung dan menjadi bagian dari mereka. Karena pada hakekatnya jika Indonesia bergabung dalam BOP, secara tidak langsung menyetujui AS untuk memerangi kaum muslimin dan menguasai Palestina.
Satu-satunya solusi yang tepat dalam pembebasan palestina adalah melalui Jihad fisabilillah dengan di bawah komando Khilafah. Dan ini merupakan agenda utama umat Islam di seluruh penjuru dunia untuk bersatu dalam mewujudkan negara kekhilafahan segabai pembebas atas tanah Palestina.
Wallahu a’lam bish showab

No comments:
Post a Comment