Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis BBM Dunia! Alarm Keras bagi Kadaulatan Energi Indonesia.

Sunday, March 29, 2026 | Sunday, March 29, 2026 WIB


Oleh:Kiki Puspita 


Memanasnya konflik geopolitik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah memicu kekhawatiran Global terhadap stabilitas pasokan energi. Ketegangan ini berdampak langsung pada lonjakan harga minyak dunia dan menciptakan kepanikan di berbagai negara termasuk Indonesia. Fenomena panic buying bahan bakar (BBM) pun tak terhindarkan.



Di korea selatan, harga bensin sampai pada level tertinggi dalam 29 bulan terakhir. Melonjak hingga 3,16 % menjadi 1.777,2 won per liter. Di Sri langkah, antarean panjang juga terjadi. Mestipun pemerintahnya sudah memastikan stok mencukupi untuk 35 hari (diesel) dan 37 hari (bensin), namun kepanikan masyarakat tidak terelakkan. Begitu juga negara Australia, Inggris, dan Jerman antrean panjang di SPBU karena kepanikan masyarakat pun terjadi. (Jakarta, CNN Indonesia).



Sedangkan di Indonesia sendiri sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan BBM nasional dalam kondisi aman dan stik BBM cukup untuk 20 hari kedepannya. Namun antrean panjang tetap terjadi di beberapa SPBU. Di kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (6/4/2026) warga sampai harus mengantri lebih dari satu jam untuk mendapatkan BBM. (MEDAN, KOMPAS).



Fenomena panic buying tidak bisa semata-mata dipahami sebagai reaksi emosional masyarakat. Gambaran yang terjadi dalam masyarakat justru mencerminkan adanya kekhawatiran yang lebih mendasar terkait ketahanan energi nasional. Dalam sistem Global saat ini energi khususnya minyak bumi masih menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi dunia. Seperti efek domino, antara satu dengan yang lainya saling terhubung. Jika BBM langkah bahkan tidak ada, gangguan pada rantai pasok juga akan terganggu. Mulai dari kenaikan harga kebutuhan pokok hingga terganggunya sektor industri dan transportasi juga akan mengalami kenaikan.



Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah akan mempengaruhi negara-negara lainnya, mengingat kawasan ini merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia. Ketika terjadi eskalasi militer risiko terhadap jalur distribusi seperti Selat hormuz meningkat, ini akan berimbas pada pasukan global negara-negara yang tergantung pada impor energi.



Di indonesia sendiri sebenarnya sumber daya energi cadangan minyak gas dan berbagai mineral strategis sudah tersedia dalam jumlah yang melimpah. Namun persoalannya terletak pada pengelolaan dan ketergantungan terhadap mekanisme pasar global. Pada saat ini liberalisasi sektor energi telah menjadikan ruang bagi keterlibatan swasta dan asing untuk mengelola sumber daya alam. Akibatnya negara tidak memiliki kontrol yang penuh terhadap produksi distribusi dan harga energi.



Dalam sistem sekuler saat ini, meskipun negara kaya akan sumber daya tetapi kedaulatan tidak dalam pemanfaatannya. Ketika terjadi krisis global dampaknya tetap dirasakan secara di dalam negeri inilah yang kemudian memunculkan urgensi untuk membangun kekuatan energi yang sesungguhnya kedaulatan energi tidak hanya berarti memiliki cadangan yang cukup tetapi juga mencakup kemampuan negara dalam mengolah mendistribusikan dan menentukan kebijakan energi secara mandiri tanpa ada tekanan eksternal. Hal ini meliputi penguatan infrastruktur dan sumber energi serta pengelolaan yang berpihak pada kepentingan rakyat bukan pada kepentingan segolongan orang.



Sistem sekuler kapitalisme saat ini menjadikan sumber daya alam dieksploitasi oleh para korporasi. Para korporasi ini hanya mementingkan keuntungan untuk mereka sedangkan kesejahteraan masyarakat justru seringkali terabaikan. Inilah bobroknya sistem kapitalisme saat ini. Berbeda sekali dengan sistem Islam. Dimana dalam sistem Islam, sumber daya alam seperti minyak dan gas dikategorikan sebagai kepemilikan umum. Artinya, sumber daya alam tidak boleh di kelola oleh individu, korporasi, apalagi pihak asing yang jelas merugikan masyarakat. Negara dalam sistem Islam akan bertindak sebagai pengelola yang mana negara wajib memastikan bahwa hasil sumber daya alam yang dikelola akan digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.



Dalam sistem pemerintahan Islam negara akan mengelola tambang dan sumber energi secara langsung serta mendistribusikan hasilnya secara adil. Pengelolaan energi dalam sistem Islam juga akan menekankan pada aspek keadilan dan keberlanjutan sehingga masyarakat dapat terjamin dalam pemenuhannya. Negara tidak hanya bertanggung jawab memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga menjaga agar sumber daya alam tersebut tetap tersedia bagi generasi mendatang.




Fenomena buying BBM yang terjadi saat ini, Harusnya menjadi peringatan keras kita bahwa ketahanan Energi tidak bisa dibangun secara instan. Perlu perubahan paradigma dalam pengelolaan sumber daya alam, dari yang berorientasi pada keuntungan semata menjadi berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.



Panik buying seringkali dipicu oleh informasi yang tidak tepat atau kekhawatiran yang berlebihan. Tidak heran karena dalam sistem sekuler kapitalis saat ini peran media massa justru seringkali tampil dengan informasi yang kurang tepat, karena komunikasi dalam sistem sekuler kapitalisme hanya mementingkan keuntungan saja tanpa mencari atau menyebarkan informasi dengan fakta kebenaran yang akurat.



Pada akhirnya krisis Global yang dipicu oleh konflik geopolitik menunjukkan bahwa dunia saat ini masih sangat rentan terhadap guncangan eksternal. Bagi Indonesia dan negara-negara lain ini adalah momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem ketahanan energi yang ada. Kedaulatan energi bukan hanya soal menjaga pasokan, tetapi juga tentang memastikan bahwa kekayaan alam benar-benar Memberikan manfaat bagi rakyat. Dengan pengelolaan yang mandiri adil dan berorientasi pada kepentingan publik stabilitas ekonomi dan sosial pun akan terjaga serta ketergantungan terhadap pihak luar dapat dihindari. 



Dalam sistem kapitalisme para oligarki maupun pihak asing seringkali mengeruk kekayaan negeri-negeri Islam. Mereka tidak memperdulikan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan bisa dihentikan bila syariat Islam ditegakkan karena hanya dengan syariat Islam lah dan aturan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, maka segala problematika umat akan terselesaikan. Masyarakat pun akan hidup dengan Sejahtera selamat dunia dan akhirat.



Wallahualam bi 'ash-shawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update