Oleh Reni Juwairiyah
(Aktivis Muslimah)
Siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), YBR (10), tewas gantung diri lantaran orang tuanya tak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Sebelum tragedi tersebut, YBR dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh sekolah sebesar Rp 1,2 juta.
Diketahui, anak SD tersebut bersekolah di SD negeri. YBR dipungut uang sekolah sebesar Rp 1.220.000 per tahun. Pembayaran dicicil selama setahun. Orang tua YBR sudah membayar Rp 500 ribu untuk semester I. Tersisa Rp 720 ribu yang harus dilunasi secara cicil untuk semester II.
"Itu hanya untuk kelas IV. Itu bukan dikatakan tunggakan karena dia masih tahun berjalan. Di sekolah itu bayarnya cicil, tahap pertama semester satu sebesar Rp 500 ribu dan itu sudah mereka lunasi. Jadi untuk semester II ini membayar yang sisanya ini (Rp 720 ribu)," ungkap Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pemberdayaan, Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPMDP3A) Ngada, Veronika Milo, dilansir detikBali, Kamis (5/2/2026) malam.
Kasus bunuh diri ini sangat menyedihkan dan mengejutkan hati para orangtua. Karena anak dibawah umur terpikir untuk mengakhiri hidup nya hanya karena tidak mampu membeli buku tulis dan pulpen,belum lagi sering diminta tagihan dari pihak sekolah karena mempunyai tunggakan yang baru di bayar setengah. YBR bersekolah di Sekolah Dasar Negri yang seharus nya gratis dan tidak ada pungutan-pungutan biaya lainya. Sebagai orangtua murid mungkin merasa terpaksa harus menyepakati iuran untuk mendanai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, dan seharusnya itu sudah menjadi tanggungjawab pemerintah melalui dana BOS.
Sebagabai pihak sekolah harus nya lebih peka terhadap kondisi murid. Jangan kan membayar tunggakan ke sekolah,untuk biaya sehari-hari saja sangat miskin. Inilah kondisi ketika aturan kapitalis yang mengatur Sistem pendidikan saat ini. Siswa jangan kan mendapatkan hak pendidikan, pada saat ini rakyat masih saja harus bersusah payah dalam mendapatkan hak nya.
Kondisi ini sangat mengiris hati. Disaat orang lain serba terpenuhi kebutuhannya tapi YBR tidak mendapatkannya karena orang tua nya dinilai sangat miskin dari kebutuhan ekonomi atau segi perhatian, bahkan ibu nya saja harus bersusah payah mengurus ke lima anak nya seorang diri karena sudah lama berpisah dengan suami nya. Meskipun di bantu oleh orangtua nya yang memang sama-sama terbatas dalam ekonomi. Disini peran Negara terlihat sangat lamban dalam mengurus persoalan rakyat.
Ketika hidup di dalam Sistem Kapitalis saat ini ekonomi menjadi pemicu lemah nya mental dan keimanan kepada Allah, tidak ada penjagaan dan perhatian juga dari para penguasa setempat, lagi-lagi lalai nya pengurusan yang menjadi hajat rakyat atau kebutuhan warga di wilayahnya, setelah banyak nya kasus kemiskinan yang menyebabkan kematian, Negara tidak menjadikan evalusi dalam mengurus rakyat nya, haruskah nunggu berapa jiwa lagi yang meninggal gara-gara kesulitan ekonomi, Jika menyadari akan pertanggungjawaban dihadapan Allah atas kepengurusan atau kepemimpinan tentu semua penguasa, baik itu penguasa setempat, wilayah bahkan sampai penguasa Negara tentu nya akan beriman dan betul-betul dalam menjalankan tugas atau amanah nya.
Menjadi Pemimpin itu adalah tugas yang sangat berat bahkan Kholifah Umar bin Khattab sempat meneteskan air matanya karena menerima amanah untuk mengurusi rakyat nya. Jika Pemimpin benar-benar memperhatikan kepada rakyatnya sudah pasti tidak akan di jumpai kasus seperti ini, 'anak di bawah umur bunuh diri'. Padahal didalam Islam ketauladan sebagai pemimpin atau penguasa sebagaimana Kholifah Umar bin khattab dengan benar-benar menjalankan tugas nya dengan keimanan karena merasa takut akan pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT. Pada kepekaan kholifah Umar Bin Khattab pada jalanan rusak dan beliau berkata,jika ada hewan terperosok kedalam lubang bahkan Kholifah Umar akan merasa bersalah. Pemimpin dalam Sistem Islam senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan, keadilan, kesejahteraan,keselamatan, dan hidup didalam Sistem Islam tidak hanya berlaku untuk manusia saja, akan tetapi seluruhnya termasuk hewan.
Wallahualam bisawwab.

No comments:
Post a Comment