Oleh : Sri Nawangsih
(Ibu Rumah Tangga)
Ramadhan memiliki kedudukan istimewa kerana pada bulan inilah Allah SWT menurunkan al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang benar dan yang batil. Penurunan wahyu ini bahkan terjadi pada malam yang sangat mulia, Lailatul Qadar. Para ulama menjelaskan bahwa pengkhususan Ramadhan sebagai bulan turunnya al-Quran merupakan bentuk pemuliaan dari Allah SWT.
Hal ini menunjukkan bahwa kemuliaan Ramadhan sesungguhnya terletak pada hadirnya al-Quran sebagai cahaya dan pedoman hidup bagi manusia.
Al-Quran juga merupakan mukjizat terbesar yang tidak mungkin ditandingi oleh siapa pun. Allah SWT menegaskan bahwa seluruh manusia dan jin tidak akan mampu membuat sesuatu yang serupa dengannya.
Selain itu, Allah sendiri menjamin penjagaan al-Quran dari segala perubahan hingga Hari Kiamat. Dengan jaminan tersebut, al-Quran tetap terpelihara keasliannya dan terus menjadi hujjah bagi manusia sepanjang masa.
Kitab suci ini bukan sekadar bacaan, tetapi sumber keberkahan bagi kehidupan. Allah SWT memerintahkan manusia untuk mengikuti petunjuk al-Quran agar memperoleh kebaikan yang luas.
Keberkahan itu tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga oleh masyarakat dan negara ketika al-Quran dijadikan pedoman dalam mengatur kehidupan. Sebaliknya, ketika manusia berpaling darinya, kehidupan menjadi sempit meskipun secara materi tampak berkecukupan.
Di dalam al-Quran juga terdapat penjelasan mengenai prinsip-prinsip kehidupan secara menyeluruh, bukan hanya tentang ibadah ritual. Al-Quran mengatur persoalan ekonomi, hukum, pemerintahan dan kehidupan sosial. Misalnya, al-Quran menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba serta menegaskan bahawa kekuasaan membuat hukum hanyalah milik Allah. Namun realitas di banyak negeri Muslim saat ini justru menunjukkan bahwa hukum manusia lebih diutamakan daripada hukum Allah.
Oleh kerana itu, jalan untuk meraih kembali kemuliaan umat adalah dengan kembali menjadikan al-Quran dan as-Sunnah sebagai pedoman hidup. Rasulullah SAW telah mengingatkan bahwa umat tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya.
Sejarah juga membuktikan bahwa ketika al-Quran diterapkan secara menyeluruh, umat Islam mampu menghadirkan keadilan dan kesejahteraan. Sebaliknya, ketika al-Quran ditinggalkan, berbagai masalah sosial, ekonomi dan hukum pun muncul di tengah masyarakat.
WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.
No comments:
Post a Comment