Oleh: Ummu Azimah
(Aktivis Pendidikan dan Pegiat Literasi)
*Zionis semakin gencar menindas kaum muslimin*
Israel kembali melakukan serangan terhadap warga Gaza, Palestina pada hari Minggu 08 Maret 2026. (CNN Indonesia)
Serangan yang terjadi di tengah gempuran AS-Israel terhadap Iran ini menewaskan tiga orang pria, termasuk seorang paramedis. Beberapa orang lainnya juga dilaporkan terluka akibat serangan yang menghantam daerah di dekat kamp-kamp tenda padat warga ini.
Pada hari Minggu 08 Maret 2026 tentara Israel mengonfirmasi dan mengatakan bahwa mereka telah membunuh dua anggota Hamas.
Israel dan Hamas telah menyepakati perjanjian gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat pada Oktober 2025 lalu.
Israel juga melakukan serangan udara yang menghantam bangunan dan menewaskan ratusan orang dan memicu krisis kemanusiaan.
Serangan Israel hantam gedung dan bangunan di pusat kota Beirut yang membuat kekacauan dan kerusakan kembali terjadi kesekian kalinya dengan dalih menghancurkan fasilitas milik kelompok Hizbullah. Selain itu, Israel juga menutup akses ke Masjid Al-Aqsa bagi Palestina. Ini pertama kali dalam sejarah.
Sungguh memprihatinkan, umat muslim melakukan ibadah taraweh di jalanan Yerusalem usai kepolisian Israel menutup akses ke Masjid Al Aqsa pada hari kamis tanggal 12 Maret 2026. Kepolisian Israel menyatakan seluruh situs suci di Yerusalem ditutup demi keamanan ditengah konflik AS-Israel dan Iran. Menurut media setempat, penutupan akses ini belum pernah terjadi sejak pendudukan Israel terhadap Yerusalem pada 1967.
Delapan negara Islam dan Arab mengutuk tindakan Israel ini akibat tetap menutup masjid pada sepuluh hari terakhir di bulan suci ramadan.
*Umat Islam Kehilangan Perisai*
Penindasan kaum Muslimin akan terus berlangsung selama tidak ada perisai Islam, Khilafah Islamiyyah.
Sabda Rasulullah saw : "Sesungguhnya imam atau Khalifah adalah perisai, orang-orang berperang dibelakangnya dan menjadikannya pelindung"
(HR. Muslim)
Peristiwa yang terjadi di Palestina saat ini sebagai salah satu bukti bahwa tidak ada satupun institusi di muka bumi ini yang mampu dan mau membela kehormatan kaum muslimin yang terzalimi.
Serangkaian pelanggaran gencatan senjata, lemahnya tekanan hukum internasional, dan dominasi negara-negara Barat dalam setiap proses diplomasi menunjukkan satu hal, sistem dunia saat ini tidak berpihak kepada umat Islam. Semua jalan yang ditempuh dalam bingkai tatanan sekuler kapitalistik selalu berakhir pada ketidakadilan.
Termasuk dengan adanya BOP yang diinisiasi AS tidak akan menciptakan perdamaian, akan tetapi alat hegemoni Barat untuk memenuhi kepentingan mereka. Misi perampasan tanah Palestina sangat tampak di dalamnya. Zionis Yahudi di tanah Palestina adalah entitas kolonial yang ditancapkan sebagai jembatan imperialisme Barat di jantung dunia Islam. Sungguh sistem kapitalis-sekuler sama sekali tidak mengenal kebenaran (haq), melainkan hanya mengenal kekuatan kepentingan, sehingga yang diutamakan adalah terpenuhinya kepentingan negara-negara adidaya.
*Islam Solusi Terbaik dalam Seluruh Problematika Kehidupan*
Satu-satunya negara yang mampu membebaskan Palestina dan negeri-negeri lainnya dari penjajahan dan penindasan adalah Khilafah Islamiyyah.
Khilafah akan melaksanakan kewajiban Jihad fii Sabilillah untuk mengusir penjajah Zionis dari tanah Palestina, membebaskan Masjidil Aqsa dan menghilangkan segala pengaruh penjajah asing dari tanah kaum muslimin.
Khilafah juga akan menolak segala perjanjian yang mengakui entitas Zionis.
Dengan demikian, umat Islam harus berada dalam perjuangan mengembalikan kembali Khilafah Islam yang telah diwajibkan syariat hingga melepaskan sekat-sekat negara bangsa yang selama ini melemahkan mereka.
Penghentian total agresi Zionis mustahil terjadi tanpa kekuatan nyata dari negeri-negeri muslim. Hanya dukungan politik dan militer yang bersatu dalam bingkai jihad fii Sabilillah dibawah kepemimpinan Khilafah yang mampu menghentikan penjajahan di tanah Palestina.
Khilafah bukan simbol politik, melainkan institusi yang memimpin umat dengan kekuatan dan keadilan. Dengan keberadaannya, umat Islam akan memiliki otoritas yang mampu menekan agresor dan menegakkan keadilan internasional yang selama ini diabaikan.
Sudah saatnya dunia Islam berhenti menggantungkan harapan pada meja diplomasi penjajah. Setiap tetes darah di Gaza Palestina menanti keberanian untuk bersatu di bawah kepemimpinan yang menerapkan hukum Allah Swt dan melindungi kehormatan umat. Itulah Khilafah, satu-satunya sistem yang akan menutup lembaran kelam penjajahan dan membuka fajar kemenangan bagi Palestina serta seluruh kaum muslimin. Wallahualam bissawab.
No comments:
Post a Comment