Oleh. Wiwin Supiyah, S. Pd.
Komunitas Muslimah Coblong
Bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace, mendapat kritisi dari berbagai pihak.Mantan luar negeri Indonesia, menyarankan agar Indonesia keluar dari Board of Peace. Mengingat posisinya yang didominasi oleh Trump, tidak melibatkan Palestina, didominasi oleh Israel, dan terlalu berorientasi pada pada proyek bisnis dan infrastruktur futuristik. Selain itu, langka ini menyalahi kebijakan lama Indonesia yang sejak lama berdiri sebagai abngsa yang independent. Keputusan bergabungnya Indonesia menjadi ujian politik bebas aktif. (hukumonline.com, 29-01-2026)
MUI juga meminta agar Indonesia keluar dari Board of Peace. Pasalnya, langkah ini aneh dan jelas tidak berpihak ke Palestina. Persoalan Palestina dianggap sebagai penjajahan, perampasan hak dasar, dan kejahatan serta pelanggaran sistematis terhadap hukum humaniter internasional," kata Prof Sudarnoto. (MUI.org)
Board of Peace, hanyalah organisasi dengan tujuan penyelamatan semu. Faktanya, ini merupakan organisasi yang digunakan secara arogan dengan kepeimimpinan hirarkis yang bertujuan melanggengkan kekuasaan kafir atas pendudukan tanah Palestina. Hal ini terlihat dari keanggotaan Board of Peace yang didominasi Amerika dan Israel itu sendiri, tanpa melibatkan Palestina sebagai objek yang hendak diselamatkan. Menyedihkan melihat kenyataan bahwa Indonesia justru menjadi bagian yang membebek dan tunduk di bawah AS.
Kedamaian Gaza, tidak akan terwujud di meja perundingan dengan kafir. Kafir bagaimanapun akan selalu melanggar janjinya. Telah disebutkan jauh di dalam Al Quran, "(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (kepada Allah)." (QS. Al-Anfal: 56)
Kini kita dapat melihat bukti-bukti pelanggaran perjanjian ini. Perjanjian Camp David dan Perdamaian Israel-Mesir Tahun 1978-1979; Perjanjian Puncak Camp David Tahun 2000; dan Prakarsa Perdamaian Trump Tahun 2020 (detik.com). Bahkan Israel melanggar perjanjian hukum international terhadap aksi Global Sumud Flotilla yang bergerak dalam bidang kemanusiaan. Menurut perjanjian Internasional Relawan dan medis bebas dari serangan dalam peperangan.
Apabila kita belajar dari sejarah, Palestina pernah dibebaskan dua kali oleh pemimpin Muslim. Pertama Umar bin Khattab, kedua Salahudin Al Ayyubi.
Umar bin Khattab yang berwenang sebagai khalifah negeri muslim mengutus Abu Ubaidah bin Jarrah untuk mengepung Romawi di Palestina tahun 637 M. Pengepungan ini berlangsung berbulan-bulan, dan terjadi pertempuran sengit. Tahun 638 Bizantium menyerah dan Kota suci itu dapat dikuasai muslim. Setelahnya baru ditandatangani perjanjian Umariyah.
Begitu pula ketika kota suci direbut pasukan Salib, tahun 1187 M Shalahuddin Al Ayyubi di bawah kekhalifahan Abbasiyah berhasil menyatukan seluruh kekuatan Islam dan mengalahkan tentara Salib di perang Hattin.
Apabila kita cermati, kedua langkah pembebasan palestina dilakukan dengan jihad/perang, bukan dengan meja perundingan dan perjanjian perdamaian dengan kafir. Kaum kafir yang licik tidak akan pernah sekalipun memberikan tanah Palestina dengan sukarela. Karenanya mereka baru akan tunduk dengan perang.
Pepatah mengatakan, belajarlan dari sejarah. Begitu pula untuk membebaskan Palestina. Permasalahannya saat ini, Institusi khilafah sebagai negara muslim yang kan menyatukan kekuatan negeri-negeri muslim tidak ada. Negeri-negeri muslim yang kuat masing-masing terpecah dengan sekat nasional yang hanya melindungi teritorialnya saja. Kekuatan yang luar biasa belum bisa dihimpun. Jumlah umat muslim yang banyak, hanya seperti buih di lautan.
Kepedulian kita kepada Palestina, hendaknya memberi ruang kesadaran kepada masing-masing individu muslim, bahwa kita membutuhkan institusi khilafah. Bukan dewan perdamaian palsu dari kafir. Kita butuh khilafah untuk menjadi penyelamat tunggal penjajahan terhadap warga Palestina. Khilafah menjadi sesuatu yang sangat urgen, sebagai solusi hakiki dari permasalahan global. Khilafah akan menjadi pelindung dan perisai (junnah) bagi kaum Muslimin yang tertindas dimanapun berada. Khilafah akan menjadi sumber kedamaian di seluruh alam.
Wallahua'lam bissawab

No comments:
Post a Comment