Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua DPRD Bukittinggi H. Syaiful Efendi: Jangan Masuk Politik Jika Ingin Kaya!

Monday, February 02, 2026 | Monday, February 02, 2026 WIB Last Updated 2026-04-23T17:19:05Z

BUKITTINGGI – Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, Lc., MA, mengeluarkan pernyataan lugas dan menohok terkait motivasi seseorang terjun ke dunia politik. Ia menegaskan bahwa panggung politik seharusnya menjadi ladang pengabdian yang murni, bukan jalan pintas untuk memperkaya diri atau memupuk pundi-pundi ekonomi pribadi.


Pernyataan keras ini disampaikan Syaiful di ruang kerjanya pada Senin (2/2/2026). Di tengah laju teknologi yang kian cepat, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini melihat adanya pergeseran orientasi yang perlu diluruskan kembali kepada hakikat politik yang sebenarnya.


Politik Adalah Pengabdian, Bukan Bisnis

“Jangan berharap jadi orang kaya kalau masuk dunia politik,” tegas Syaiful tanpa basa-basi. Menurutnya, masuk ke dunia politik dengan motif ekonomi hanya akan melahirkan kekecewaan publik dan merusak sistem pengambilan kebijakan yang seharusnya berpihak pada rakyat.


Ia menjelaskan bahwa politik sejatinya adalah ruang pengabdian (passion) untuk mengelola sumber daya dan menentukan arah kebijakan publik demi kesejahteraan bersama. Jika orientasi awalnya sudah salah, maka keputusan-keputusan yang diambil nantinya berpotensi besar hanya akan menguntungkan golongan tertentu.


Ajak Orang Baik Tidak Menjauh

Syaiful juga menyoroti stigma negatif yang sering melekat pada dunia politik, terutama di mata generasi muda. Ia mengimbau agar masyarakat, khususnya kaum intelektual dan orang-orang baik, tidak antipati terhadap politik.


“Politik harus dibuat asyik dan menyenangkan. Jangan sampai anak muda menganggap politik itu kotor lalu menjauhinya. Kalau orang-orang baik menjauh dari politik, maka siapa lagi yang akan memperbaikinya?” ungkapnya retoris.


Menurutnya, memahami politik sama pentingnya dengan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa pemahaman politik yang matang, masyarakat hanya akan menjadi objek kebijakan, bukan subjek yang ikut menentukan masa depan kota atau negaranya.


Tiga Pilar Politik Sehat

Sebagai penutup, Syaiful memaparkan tiga prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh setiap aktor politik maupun warga negara yang cerdas: Bijaksana, Konstruktif, dan Objektif.


Bijaksana: Tidak reaktif dan emosional dalam menanggapi perbedaan.


Konstruktif: Aktif memperbaiki sistem dan memberikan edukasi politik yang benar.


Objektif: Menilai kebijakan serta calon pemimpin berdasarkan fakta dan program, bukan atas dasar emosi atau identitas semata.


Pesan kuat dari Ketua DPRD Bukittinggi ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat di Kota Jam Gadang bahwa integritas adalah harga mati dalam menjaga marwah demokrasi. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update