Oleh. Nuraini
Berdasarkan sumber setkab.go.id, pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss, Presiden Prabowo menandatangani Board of Peace (BoP). Beliau menyampaikan alasan penandatanganan ini karena demi perdamaian dunia.
Benarkah Board of Peace (BoP) merupakan solusi?
Penandatanganan Board of Peace (BoP) sendiri membuat Indonesia harus membayar 1 miliar dolar AS (Rp17 triliun) untuk memperoleh keanggotaan tetap. Nilai uang ini bukanlah nilai yang kecil, melainkan nilai yang besar. Berbagai kecaman dari dan kekhawatiran dari berbagai pihak.
Arah Board of Peace (BoP) ini dikendalikan oleh Trump (AS) dengan kuasa hak veto. Ketika suatu negara atau lembaga keuangan Internasional dikendalikan oleh hak veto, maka akibat adalah ketimpangan keputusan, dominasi kepentingan negara besar, dan terhambatnya keadilan ekonomi global.
Jika memang benar Board of Peace (BoP) dibentuk untuk perdamaian. Lalu, mengapa Palestina yang memiliki wilayahnya saja tidak dilibatkan sama sekali. Ini merupakan bukti bahwa tujuannya bukan untuk perdamaian Palestina, melainkan untuk kepentingan geopolitik, ekonomi AS, dan menghancurkan Palestina. Keberadaan negara-negara muslim (termasuk Indonesia) hanya menjadi pelengkap legitimasi. Board of Peace (BoP) adalah alat untuk merealisasikan 20 poin rencana Trump atas Gaza.
Trump ingin menguasai Gaza, mengusir penduduknya, dan membangun Gaza baru yang berisi gedung-gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan, bandara, dan menara apartemen. Sayang sekali banyak negeri-negeri muslim yang ikut serta dalam Board of Peace (BoP). Ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap muslim Gaza.
Pandangan Islam
Sudah seharusnya sesama muslim dan orang-orang yang beriman dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh.
"Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Bukhari dan Muslim)
Palestina tidak butuh Board of Peace (BoP) maupun rencana AS. Yang dibutuhkan Palestina saat ini adalah perdamaian hakiki dan pembebasan dari pendudukan Zionis.
Perdamaian hakiki bagi Palestina hanya akan terwujud jika Zionis hengkang dari wilayah Palestina. Satu-satunya jalan untuk mewujudkan hal ini adalah jihad. Khilafah adalah satu-satunya institusi yang akan mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina.
Hendaknya negeri-negeri muslim tidak boleh bersekutu dengan negara kafir harbi fi'lan yang tengah memerangi muslim Palestina (AS dan Zionis). Negeri-negeri muslim justru harus bersatu dan bersegera menegakkan Khilafah. Umat Islam harus menjadikan Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah (agenda utama) dan segera merealisasikannya. Ini bukan hanya untuk Palestina, tetapi untuk keberlangsungan umat secara menyeluruh.
Wallahu a'lam bissawab

No comments:
Post a Comment