Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Buku, Islam Solusinya

Tuesday, February 17, 2026 | Tuesday, February 17, 2026 WIB

 


Oleh. Siti Aisyah, S.Pd.I.

Dunia pendidikan kembali berduka. Seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YBR (10), nekat mengakhiri hidupnya karena orang tuanya tidak mampu membelikan buku tulis dan pulpen. Sebelum tragedi tersebut, YBR dan siswa lainnya dikabarkan berkali-kali ditagih uang oleh pihak sekolah sebesar Rp1,2 juta. Sungguh berat beban yang harus ditanggung anak tersebut hingga nyawa menjadi pilihannya.

Mengapa Hal Ini Terjadi?

Jika kita telisik lebih dalam, kasus ini menjadi bukti nyata bahwa hak anak untuk mendapatkan pendidikan gratis belum dijamin sepenuhnya oleh negara. Orang tua masih memikul beban berat biaya pendidikan. Ketika biaya tersebut tidak terjangkau oleh rakyat miskin, tekanan mental dapat berujung pada tindakan fatal seperti bunuh diri.

Fenomena ini menunjukkan adanya kelalaian dalam memelihara kebutuhan dasar rakyat (pangan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan). Hal ini lahir dari sistem pendidikan kapitalistik yang cenderung membebani masyarakat dan memandang pendidikan sebagai komoditas, bukan sebagai pelayanan dasar.

Pandangan Islam dalam Pembiayaan Pendidikan

Bagaimana sebenarnya Islam mengatur pembiayaan pendidikan agar tragedi serupa tidak terulang?

Dalam Islam, hak anak atas pendidikan adalah tanggung jawab mutlak negara. Biaya pendidikan tidak boleh dibebankan kepada orang tua, sehingga baik si kaya maupun si miskin memiliki peluang yang sama untuk menuntut ilmu. Islam mengatur perlindungan dan keamanan anak melalui beberapa mekanisme:

  1. Jaminan Negara: Negara wajib menjamin hak dasar warga negaranya tanpa terkecuali.

  2. Mekanisme Baitulmal: Pembiayaan pendidikan diambil dari Baitulmal (kas negara), yang bersumber dari pengelolaan sumber daya alam dan kepemilikan umum, sehingga pendidikan dapat diberikan secara gratis dan berkualitas.

  3. Lingkungan Sosial: Adanya kontrol sosial dan pengasuhan yang berlandaskan takwa dalam keluarga dan masyarakat.

Jika sistem ini berjalan, siswa tidak akan lagi disibukkan dengan urusan biaya. Fokus mereka akan beralih sepenuhnya pada kesungguhan belajar. Dari sinilah akan lahir pribadi yang memiliki kepribadian Islam yang tangguh, akidah yang kokoh, serta akhlak yang luhur.

Sebagai seorang Muslim, kita harus berupaya agar sistem yang menjamin kemaslahatan umat ini dapat tegak, demi menjaga keselamatan generasi kita. Sebagaimana firman Allah SWT:

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (TQS At-Tahrim: 6).

Wallahu a'lam bish-shawabi.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update