Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Rajab dan Isra Mikraj, Momen Membumikan Hukum Langit

Tuesday, January 27, 2026 | Tuesday, January 27, 2026 WIB Last Updated 2026-01-27T01:04:24Z

 

 

Oleh D Budiarti Saputri

Tenaga Kesehatan

 

Belum lama ini umat Muslim memperingati momen Isra Mikraj. Momen Rajab dan Isra Mikraj diperingati secara istimewa oleh umat Islam. Sayangnya momen ini hanya diperingati sebatas tentang perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan ke langit dan turunnya perintah shalat. liputan6.com, (10/1/2026)

Isra Mikraj menjadi momentum perubahan umat. Setelah peristiwa isra mikraj kemudian diikuti dengan momen “baiat aqabah”. Hal ini menunjukan bahwa isra mikraj bukanlah sekadar momentum spiritual, tetapi juga gerbang menuju perubahan politik umat secara ideologis. Isra mikraj seharusnya menjadi momen yang sama seperti 1400 tahun yang lalu, yaitu menjadi momentum perubahan umat dari menerapkan sistem buatan manusia, beralih ke sistem yang diturunkan oleh Sang Pencipta.

Hikmah Isra Mikraj baru dimaknai sebagai perintah ibadah shalat sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal, salat adalah kinayah yang dipakai dalam hadis, tentang larangan memerangi Imam selama imam tersebut masih menegakkan salat, yang mana makna dari  menegakkan shalat adalah menegakkan hukum Allah. Umat Islam saat ini banyak yang belum menyadari bahwa ditetapkannya sistem sekuler, yakni sistem demokrasi yang merupakan ciptaan manusia. Demokrasi bertentangan dengan penerapan hukum Allah.

Meninggalkan syariat Islam akan membawa bencana politik, ekonomi, struktural, bencana sosial, kemanusiaan, dan bencana alam. Hal ini sudah terbukti selama lebih dari 100 tahun semenjak Negara Islam terakhir berdiri. Runtuhnya negara Islam terakhir yaitu pada 105 tahun yang lalu, adalah bencana besar bagi umat. Setelahnya, dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global. Maka menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia menjadi sangatlah diperlukan.

Rajab dan Isra Mikraj, momen membumikan kembali hukum Allah dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syariat Islam secara menyeluruh (Kaffah). Dengan penerapan kembali sistem Islam, Penjajahan di Palestina, tempat perjalanan Isra Mikraj Rasulullah saw. dapat dibebaskan. Demikian juga negeri-negeri Muslim yang terpecah belah harus disatukan. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina selatan harus segera dihentikan. Karena umat Islam adalah umat yang satu dan membela saudara sesama muslim adalah sebuah kewajiban, tanpa terhalang batasan bangsa dan negara. Persatuan umat Islam di seluruh dunia ini akan dapat menggerakkan tentara untuk bisa membela dan membebaskan Palestina dan umat Islam yang sedang tersiksa di seluruh belahan dunia.

Penerapan  Islam Kaffah akan mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan umat Islam. Seperti yang pernah dialami dahulu selama 13 abad Islam berdiri. Karena sesungguhnya umat Islam ini adalah umat terbaik yang ada di muka bumi, jika mereka mau untuk menyeru pada kebaikan dan mencegah pada yang mungkar.

Allah Swt.berfirman:

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (Q.S. Al-Imran 110)

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update