Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

‎ODHA pada Ibu Hamil: Alarm Rusaknya Penjagaan Kehormatan Umat

Friday, January 30, 2026 | Friday, January 30, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T13:45:51Z

.




‎Oleh: Nani Salna Rosa

‎Pemeriksaan kehamilan sejak dini dinilai menjadi langkah penting dalam menekan kasus ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) pada ibu hamil. Deteksi awal memungkinkan tenaga kesehatan memberikan penanganan tepat guna mencegah penularan HIV kepada bayi yang dikandung. Di Kabupaten Bandung sendiri, kasus ini telah mengalami peningkatan. Seperti kutipan artikel berikut. 

‎JUMLAH Orang Dengan HIV/ Aids ( ODHA) di Kabupaten Bandung mengalami peningkatan. Salah satu upaya untuk menekannya dengan pemeriksaan ibu hamil. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr.Yuli Irnawaty Mosjasari kepada dialogpublik dan liriknews, Senin (12/1/2026).

‎“Saat ini penderita HIV di Jawa Barat ada peningkatan, begitu juga di Kabupaten Bandung. Tetapi untuk besaran angkanya harus by data dan saat ini saya lagi engga megang datanya,” ujarnya. (dialogpublik.com/12/01/2026) 

‎Kasus ODHA pada ibu hamil masih menjadi tantangan serius dalam dunia kesehatan dan sosial. Pemeriksaan kehamilan sejak dini bisa menjadi langkah strategis untuk mendeteksi HIV lebih awal sekaligus mencegah penularan kepada bayi. Namun, persoalan ini tidak cukup hanya diselesaikan dengan pendekatan medis semata, melainkan harus disertai perbaikan menyeluruh pada tatanan kehidupan umat.

‎Pada faktanya, saat ini seks bebas sudah tidak lagi tabu untuk diakui, LGBTQ makin banyak, penyalahgunaan obat terlarang semakin marak, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut membuka pintu penyakit terlarang. Belum lagi ikatan keluarga yang lemah, lingkungan yang acuh tak acuh, dan negara yang tidak meriayah rakyatnya dengan baik membuat permasalahan ini terus meningkat. 

‎Pemeriksaan kehamilan sejak dini memang penting untuk mendeteksi HIV dan mencegah penularan kepada bayi. Namun tidak akan mencegah hal ini bertambah, karena itu hanyalah solusi parsial.

‎Syariat Islam sejak awal telah menutup seluruh jalan menuju keburukan tersebut dengan larangan zina dan kewajiban menjaga kesucian diri.

‎Allah SWT berfirman:

‎“Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

‎(TQS. Al-Isrā’: 32)

‎Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam bersifat preventif, menutup seluruh jalan yang mengantarkan pada kerusakan, termasuk penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Islam juga menegaskan bahwa pencegahan hakiki terletak pada penguatan akidah, penjagaan akhlak, dan penerapan pernikahan yang sah sebagai satu-satunya jalan hubungan laki-laki dan perempuan.

‎Rasulullah SAW bersabda:

‎“Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu, maka menikahlah.”

‎(HR. Bukhari dan Muslim)

‎Di sisi lain, Islam melarang keras sikap stigma dan pengucilan terhadap ODHA. Mereka tetap memiliki hak untuk hidup, berobat, dan dibimbing. Namun pada saat yang sama, Islam tidak menoleransi sistem yang terus mereproduksi kerusakan moral. Karena sudah seharusnya negara meriayah rakyatnya dengan baik. 

‎Rasulullah SAW bersabda:

‎“Imam (pemimpin) adalah pengurus urusan rakyat.”

‎(HR. Muslim)

‎Oleh sebab itu, selama sistem rusak yang terus dianut maka moral manusia akan rusak juga. Hanya dengan sistem yang baik manusia dapat terjaga dari segala jenis kerusakan. Karena jika negara menerapkan peraturan Islam secara kaffah, otomatis lingkungan dan keluarga pun akan ikut menerapkannya. Sehingga tidak ada celah untuk kerusakan itu terjadi. 

‎Wallahua'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update