Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Moral di Ruang Kelas: Saat Pendidikan Kehilangan Fondasi Adab dan Syariat

Monday, January 26, 2026 | Monday, January 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T10:03:50Z


Oleh. Nanih Nurjanah
Komunitas Muslimah Coblong


Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh video pertikaian fisik antara seorang guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur, Agus Saputra, dengan murid-muridnya. Insiden yang berlangsung selama satu menit tersebut kini merembet ke ranah hukum setelah sang guru melaporkan kejadian itu sebagai tindakan penganiayaan ke Polda Jambi. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa kemarahan siswa tersulut oleh ucapan sang guru melalui pengeras suara yang dinilai menghina (news.detik.com, 17-01-2026).


Menanggapi hal ini, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kasus tersebut telah masuk dalam penanganan Dinas Pendidikan setempat. Upaya mediasi pun tengah diupayakan dengan melibatkan forum komunikasi kecamatan dan pihak sekolah untuk mencari jalan tengah.


Pendidikan Sekuler: Akar Perpecahan Guru dan Murid

Fenomena guru yang merendahkan siswa atau siswa yang mengeroyok guru adalah potret pilu yang menunjukkan bahwa sistem pendidikan kita sedang mengalami degradasi serius. Kekerasan di sekolah bukanlah sekadar masalah emosi individu, melainkan kegagalan sistemik dari pola pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan.


Dalam sistem saat ini, hubungan guru dan murid yang seharusnya dipenuhi kasih sayang serta rasa hormat justru berubah menjadi hubungan yang penuh tensi dan kekerasan. Ketika adab tidak lagi menjadi dasar, maka cacian dan fisik yang berbicara.


Kegagalan Negara dalam Membentuk Karakter

Ketidakmampuan negara dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman merupakan dampak dari sistem kapitalisme yang lebih memprioritaskan kompetensi teknis demi kebutuhan industri daripada pembentukan kepribadian. Akibatnya, murid kehilangan batas sopan santun, sementara oknum guru kehilangan fungsinya sebagai teladan dan justru menggunakan kata-kata yang melukai mental siswanya.


Solusi Islam: Mengembalikan Kemuliaan Adab

Islam memiliki pandangan yang kontras mengenai pendidikan. Tujuan utama pendidikan bukan hanya soal kepintaran intelektual, melainkan penyempurnaan akhlak sebagaimana misi Rasulullah saw. Dalam Islam, adab diletakkan di atas ilmu.

 * Bagi Siswa: Dididik untuk memuliakan guru sebagai sumber ilmu (ta’dzim).

 * Bagi Guru: Wajib menjadi cermin keteladanan yang mendidik dengan kesabaran, bukan kekerasan.

 * Bagi Negara: Bertanggung jawab menyusun kurikulum berbasis akidah Islam yang bertujuan mencetak individu berpola pikir dan berpola sikap Islami.


Sistem pendidikan Islam tidak akan membiarkan sekolah hanya menjadi tempat transfer materi tanpa panduan syariat yang jelas. Sudah saatnya kita bergerak meninggalkan sistem sekuler yang bobrok menuju tatanan Islam yang mampu melahirkan generasi cemerlang—generasi yang tidak hanya ahli dalam sains, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh. Hanya dengan bimbingan ilmu agama, hawa nafsu dapat terkendali, sehingga keharmonisan antara guru dan murid dapat kembali tegak. Wallahua'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update