Oleh. Puji
Bulan Rajab kita akan menjumpai adanya peringatan Isra'Mikraj Rasulullah SAW. Rajab dan Isra'Mikraj diperingati secara istimewa oleh umat Islam sekedar tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW dari masjidil haram ke masjidil aqsha terus ke Sidratul muntaha dan turunnya perintah shalat. Umat Islam begitu gembira dan semangat dalam melakukan kegiatan terkait peristiwa Isra'Mikraj yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Lantunan shalawat senantiasa terdengar dan berbagai ceramah tentang Isra'Mikraj ini diharapkan bisa memberikan hikmah bagi umat Islam dalam kehidupan ini.
Isra'Mikraj merupakan salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat muslim di seluruh dunia. Dalam moment ini pula umat Islam diajarkan arti ketaatan, keimanan dan kesabaran dalam menghadapi ujian kehidupan. Maka tak heran jika peringatan Isra'Mikraj setiap tahun selalu menjadi momentum penting untuk refleksi spiritual dan memperkuat keimanan (https://www.liputan6.com/10/1/2026).
Hikmah dan refleksi peringatan peristiwa Isra'Mikraj ini baru dimaknai sebagai perintah ibadah shalat sebagai ibadah mahdhah semata. Padahal shalat adalah kinayah yang dipakai dalam hadist larangan memerangi imam selama masih menegakkan Shalat. Adapun makna menegakkan shalat adalah menegakkan hukum Allah SWT berupa Islam dan Alquran dalam kehidupan. Setelah peristiwa Isra'Mikraj yang tidak lama kemudian diikuti dengan moment baiat aqabah yang kedua. Hal ini menunjukkan dalam arti Isra'Mikraj bukanlah sekedar momentum spiritual tetapi juga gerbang menuju perubahan pemikiran umat Islam secara ideologis dan kaffah berdasarkan Alquran. Oleh karena itu, peristiwa Isra'Mikraj ini harapannya bisa memberikan hikmah dan refleksi bagi umat Islam untuk berpegang teguh dalam Islam kaffah dalam bersikap dan bertingkah laku.
Dengan momentum peristiwa Isra'Mikraj ini kita bisa mengambil hikmah dan refleksi sejarah dakwah Rasulullah SAW beserta para sahabatnya yang terkenal dengan Khulafaur Rasyidin. Kita bisa melihat kualitas keimanan dan ketaatan para sahabat Rasulullah SAW seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Mereka senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswah hasanah dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat untuk membangun peradaban Islam yang mulia. Mereka menjadikan Islam dan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan serta meninggalkan budaya pemikiran dan peradaban jahiliyah. Dengan keimanan, ketaatan dan ketakwaan mereka Islam bisa menjadi peradaban mulia dan mampu memberikan kemenangan dalam perang badar maupun penaklukan kota Makkah.
Rajab dan Isra'Mikraj moment membumikan kembali hukum Allah SWT dari langit yaitu ajaran Islam Kaffah bersumber dari Alquran . Selain itu, peristiwa Isra'Mikraj ini bisa memberikan refleksi untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Yang paling penting bagi kaum muslimin untuk bisa mencampakkan sekuler kapitalis yang bisa membuat kerusakan bagi umat manusia dan alam semesta. Dengan Islam dan Alquran serta menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan umat Islam untuk meraih derajat kemuliaan dengan cahaya keimanan, ketaatan, ketakwaan berdasarkan Islam kaffah bersumber dari Alquran.

No comments:
Post a Comment