Oleh : Aurum
Pegiat Literasi dan Praktisi Kesehatan
Pada momentum ini pula menjadi bahan renungan untuk setiap penguasa muslim beserta tantara-tentaranya untuk bersegera kembali kepada aturan Allah, sehingga pembebasan Baitul Maqdis segera dilakukan maka kemenangan kaum muslimin bukan hanya angan.
Dengan menerapkan aturan Allah Sang Pencipta, artinya kita mencampkan pula aturan-aturan yang dibuat manusia yaitu demokrasi sekuler kapitalis yang rusak dan merusak tatan kehidupan dunia.
Ketika Aturan Allah diterapkan secara kaffah, maka umat diseluruh penjuru bumi bersatu tanpa skat-skat nasinalisme yang mengungkung, segala bentuk penjajahan diatas bumi ini hilang, tak ada lagi Palestina yang menderita oleh arogansi etnis zionis yahudi, tidak ada lagi kaum muslim seperti muslim Rohingya, muslim Uighur, muslim Philipina Selatan, muslim Rusia, muslim India, dan kaum muslim dibelahan bumi lain yang diperlakukan semena-mena oleh kaum kafir penjajah.
Rajab dan Isra Mi’raj menjadi momentum untuk kembali belajar dan melihat sejarah secara utuh, bagaiamana umat Islam adalah umat Rasulullah, umat khulafaur rasyidin, cucu Al Mu’tasim, cucu Sholahudin Al Ayubi, cucu Al Fatih, cucu Khalifah Salim III, cucu Abdul Hamid, cucu Khalifah, yang jika bersatu dan kembali pada fitrahnya yang mengikuti jalan hidup para pendahulunya akan mampu mengembalikan kemuliaan Islam
Dengan kembali diterapkannya aturan Islam secara kaffah maka kembali pula kemuliaan umat Islam, dan kembali juga peradaban mulia, serta kehidupan yang penuh rahmah, karena merupakan rahmat seluruh alam, sehingga rahamahNya bukan hanya bagi kaum muslim tapi juga seluruh mahluk di dunia.
Belajar dan sadar atas kemuliaan yang akan didapatkan ketika Islam diterapkan secara kaffah memang bukan hal yang mudah dan tidak mungkin mampu dilakukan oleh individu-individu perorangan, sehingga perlu bersama-sama dengan kelompok ideologis yang juga memperjuangkannya, untuk sama-sama belajar dan menyebarkan kebaikan agar umat sadar bahwa Islam adalah agama yang diturunkan Allah Sang Pencipta lengkap dengan segala aturan hidup bagi yang diciptakanNya
Maka menerapkan aturan Islam secara kaffah menjadi penting dan vital, agar setiap kebaikan dan rahmah dari Allah melalui aturan-aturannya dapat segera dirasakan umat ditengan kerusakan-kerusakan yang kian hari kian menakutkan. Perintah menerapkan aturan Allah secara kaffah sesuai dengan terjemah hadis Rasulullah Saw yaitu:
Siapa yang mati sedangkan di lehernya tidak ada baiat (kepada imam/khalifah) maka ia mati seperti mati jahiliyah (HR Muslim).
Wallahu a'lam bishawab
No comments:
Post a Comment