Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Kaffah, Solusi Mengontrol Mental Generasi

Friday, January 16, 2026 | Friday, January 16, 2026 WIB Last Updated 2026-01-16T10:19:47Z

 


Oleh : Nia Umma Zhafran (Aktivis Muslimah)


Dilansir dari cnnindonesia.com (24/12/2025), polisi mengungkap isi pesan teror bom melalui email terhadap 10 sekolah di wilayah Depok, Jawa Barat. Pelaku dengan akun nama e-mail berinisal KH akan menyebarkan bom dan narkoba ke para siswa di sekolah-sekolah tersebut. Isi pesan pelaku itu berisi kekecewaan terhadap pendidikan di depok dan juga laporan kasus pemerkosaan yang tidak ditanggapi polisi.


Setelah diselidiki, bahwa K bukanlah pemilik akun e-mail sebenarnya. Polisi menetapkan HRR (23) sebagai tersangka dalam kasus dugaan teror bom terhadap 10 Sekolah SMA di Depok. Pelaku melakukan teror karena kecewa setelah lamaran ditolak mantan kekasih berinisial KH yang dicatut namanya dalam e-mail tersebut. (News.detik.com, 26/12/2025)


Berbagai permasalahan generasi hari ini memang menjadi alarm genting. Tindakannya sering tidak habis pikir, yang berakibat membahayakan diri sendiri dan orang lain. Aksi pelaku teror bom karena kecewa lamarannya ditolak ini merupakan bukti bahwa mental generasi hari ini rapuh. 


Inilah akibat penerapan kehidupan yang sekularis-kapitalis di tengah kehidupan kita meskipun negeri ini mayoritas muslim. Setiap kehidupannya cenderung  berfokus pada pencapaian materi, kesenangan duniawi, dan kepuasan pribadi, sering kali menafikan aspek agama dari kehidupan. Sekularisme melahirkan manusia-manusia miskin iman yang tidak mampu mengontrol emosinya, rapuh dan kosong jiwanya tidak mengetahui tujuan hidupnya. Maka tak heran sistem sekuler melahirkan generasi yang rusak dan merusak. Karena setiap persoalan hidup yang dihadapinya tidak diselesaikan dengan wahyu tapi dengan nafsu.


Kehidupan masyarakat sekuler abai terhadap amar ma'ruf nahi mungkar. Sehingga tidaknya kontrol masyarakat dalam penyimpangan hukum syara'. Kita bisa melihat bagaimana pergaulan generasi hari ini yang bebas (liberal) dan hedonis. Aktivitas pacaran (zina) dipandang wajar ditengah-tengah masyarakat hari ini. Tolak ukur perbuatan tidak lagi memandang halal dan haram. 


Dan hal ini tidak akan muncul ketika menjadikan dan menggunakan islam  dalam sistem kehidupan, karena menjadi sebuah konsekuensi mutlak, bagi setiap muslim, untuk mengatur kehidupannya berdasarkan aturan-aturan islam, sebagaimana Nabi Muhammad SAW tegaskan "Aku telah tinggalkan kepada kamu umat islam, kalau kamu berpegang teguh padanya, kamu tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya" (HR. Imam Malik dalam kitab Al-Muwatho').


Sistem pendidikan islam sudah memuat berbagai rincian dalam mendidik generasi agar mereka menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam, karena agama yang menjadi asas kurikulum pendidikannya. Ia meyakini setiap persoalan yang baik dan buruk dalam hidupnya merupakan ketetapan Allah. Sebagaimana dalam hadis menggambarkan keadaan seorang mukmin semuanya baik. “Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)


Sehingga tolak ukur perbuatannya seorang yang beriman akan mengikuti hukum Allah. Yang membentuk dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan emosi, itu pun berasaskan agama, yakni prinsip pahala dan dosa.


Sistem media juga memiliki andil besar untuk menjaga suasana keimanan di tengah-tengah masyarakat. Sistem media diatur dengan basis agama, yakni segala informasi, tayangan, film dan sebagainya, layak dan baik disebarkan adalah karena akan berkolerasi meningkatkan ketaqwaan dan keimanan masyarakat.


Hal ini pasti bisa menekan bahkan menutup celah keburukan yang bisa mempengaruhi masyarakat. Dan kesemua hal tersebut, akan sungguh-sungguh dilaksanakan oleh penguasa/negara yang tunduk di bawah aturan-aturan islam, karena tanggung jawab itu sudah diamanatķan langsung dari Allah SWT, "Imam adalah Raa'in (pengurus rakyat) dan dia bertanggungjawab atas pengurusan rakyatnya" (HR. Al-Bukhari). 


WalLaahu'alam bishowwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update