BUKITTINGGI – Langkah progresif Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Bukittinggi untuk mengejar sertifikasi internasional ISO 9001 Tahun 2026 mendapat dukungan penuh dari lembaga legislatif. Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Zulhamdi Nova Candra IB, Amd, Pangulu Alam, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal transformasi mutu pelayanan kesehatan di kota tersebut.
Dukungan ini disampaikan menyusul keberhasilan PMI Bukittinggi meraih akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI dan rencana ambisius mereka untuk mengadopsi standar manajemen mutu terbaru yang mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Selasa (13/1)
Menurut Zulhamdi Nova Candra, upaya yang sedang dilakukan oleh manajemen PMI di bawah kepemimpinan dr. Herijon dan Ketua PMI H. Chairunnas merupakan lompatan besar bagi pelayanan publik di Bukittinggi. Ia menilai, pembenahan secara menyeluruh mulai dari budaya kerja hingga sistem manajemen merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat.
“Pembenahan dan perbaikan dalam rangka peningkatan mutu dan kualitas adalah hal yang wajib didukung. Apa yang telah dilakukan PMI Bukittinggi saat ini sangat luar biasa dan pantas mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya,” ujar pria yang akrab disapa Candra tersebut.
Sebagai unsur pimpinan di DPRD, Zulhamdi menekankan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif dengan institusi penyedia layanan seperti PMI. Menurutnya, standar ISO 9001:2026 yang membidik aspek keberlanjutan dan manajemen risiko strategis akan memberikan rasa aman dan kepercayaan lebih bagi masyarakat yang membutuhkan darah.\
“DPRD Bukittinggi akan terus berdiri di belakang langkah-langkah inovatif seperti ini. Kita ingin memastikan bahwa setiap institusi pelayanan di Bukittinggi memiliki standar kelas dunia, sehingga masyarakat mendapatkan hak kesehatannya secara maksimal,” tambahnya.
Rencana sertifikasi ISO 9001:2026 ini dijadwalkan akan segera diproses setelah dokumen fisik akreditasi Kemenkes diterima oleh PMI. Fokus utama dari standar terbaru ini bukan sekadar mengejar dokumen formal, melainkan membangun ekosistem pelayanan darah yang lebih transparan, akuntabel, dan modern.
Dengan dukungan kuat dari tokoh legislatif seperti Zulhamdi Nova Candra, langkah PMI Bukittinggi kini semakin mantap. Kolaborasi ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan di Kota Jam Gadang tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan sistem pelayanan kemanusiaan yang terukur dan berstandar internasional.(R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment