Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Derita Palestina Terus Mengalir, Kapan Berakhir?

Saturday, January 17, 2026 | Saturday, January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T10:38:50Z

 


Zahrah (Aktivis Dakwah)

Derita Palestina masih terus berlangsung hingga saat ini. Berbagai serangan, pembunuhan dan pencaplokan wilayah Palestina masih terus dilakukan oleh rezim Israel laknatullah. Bahkan saat ini Israel membatasi bantuan kemanusiaan masuk ke waliyah Palestina. Hal ini semakin memperparah kondisi warga Palestina di Tengah musim dingin yang menusuk di tenda pengungsian. 


Dilansir, Antara (31/12/2025) Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengecam keras tindakan sepihak Zionis yang membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di waliyah Palestina, khususnya di jalur Gaza. Kemlu Palestina menegaskan bahwa tindakan Israel ini sebagai bentuk pembajakan, penindasan dan pelanggaran terhadap hukum dan norma internasional, termasuk pendapat nasehat Mahkamah Internasional (ICJ) terkait kewajiban Israel dalam menjamin akses dan perlindungan terhadap organisasi-organisasi kemanusiaan.


Langkah Israel ini tidak mengherankan, karena sejak awal tujuan mereka adalah mendirikan Israel Raya. Untuk mewujudkan hal tersebut mereka harus menyikirkan warga warga Palestina terlebih dahulu dengan menghalalkan berbagai cara termasuk menghentikan bantuan yang masuk . Berdasarkan angka yang dirilis oleh Kantor Media Pemerintah (GMO) pada ahad (28/12/2016), sejak Oktober 2023 korban di jalur Gaza mencapai 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya mengalami luka. Tidak mengherankan juga jika selama gencatan senjata di jalur Gaza Zionis terus melukai warga hingga menyebabkan tewasnya 418 warga Palestina dan melukai 1.141 lainnya.


Penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama negara Israel tetap eksis, baik diakui ataupun tidak oleh dunia. Sebab akar permasalahannya terletak pada keberadaan Israel di tanah Palestina yang dibaking oleh Amerika Serikat. Keberpihakan Amerika Serikat terhadap Israel merupakan wujud kepentingan Amerika terhadap kekayaan SDA yang ada di Timur Tengah. Amerika menempatkan Israel sebagai pengendali situasi politik-ekonomi di negara-negara muslim agar tunduk pada kepentingan Amerika. Sehingga mustahil penderitaan rakyat Palestina berakhir di meja perundingan apalagi gencatan senjata. Zionis Israel akan terus berusaha mewujudkan cita-citanya untuk mendirikan Israel Raya serta menguasai politik-ekonomi di Timur Tengah dengan segala cara.


Membiarkan negara israel tetap eksis sama dengan membiarkan palestina menderita selamanya. Berharap kepada PBB dan Amerika Serikat dalam penyelesaian kebrutalan Zionis hanya akan memposisikan Palestina ke dalam jurang penderitaan yang makin dalam dan tidak berkesudahan. Apalagi mengutuk dan memohon kebaikan Israel membuka bantuan kemanusiaan tak cukup untuk membebaskan penderitaan Palestina.  


Kaum musliminm harus belajar dari pengalaman dan Sejarah kelam gagalnya berbagai resolusi terkait masalah Palestina mulai dari global sumud flotilla hingga aksi kaum Muslimin membuka blockade jalur gaza tidak berhasil. Sesungguhnya hanya khilafahlah yang bisa membebaskan Palestina dari kekejaman Israel selamanya, sebagaimana Umar Bin Khattab dan Sholahuddin Al Ayubi yang berhasil membebaskan Palestina. 


Kaum Muslimin juga harus berhenti berharap kepada penguasa muslim yang telah berkhianat dengan menjalin kerjasama dengan Israel. Kaum Muslimin harus bangkit dan bersatu dalam naungan Khilafah untuk menghentikan kekejaman Zionis. Karena khilafah adalah junnah, perisai bagi kaum Muslimin. 


Oleh karena itu, kaum muslimin harus segera bangkit dan memperjuangkan tegaknya khilafah di tengah-tengah umat dan dunia internasional. kaum muslimin harus bersatu bersama kelompok partai ideologis menyuarakan penerapan syariat islam secara kaffah dan penegakkan khilafah. Agar kelak khilafahlah yang akan membebaskan Palestina dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan kaum muslim. Sebab tanah Palestina adalah tanah milik umat islam. Wallahu A’lam bi showwab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update