Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bencana Alam Melanda Negeri Ini, Saatnya Bermuhasabah

Saturday, January 17, 2026 | Saturday, January 17, 2026 WIB Last Updated 2026-01-17T13:18:23Z

Oleh. Puji 

Banjir menerjang permukiman warga di kelurahan Pantoloan Kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng). Wakil walikota Palu Imelda Liliana Muhidin mengatakan ada 1000 warga terdampak banjir. Namun data pastinya termasuk kerugian akibat banjir tersebut masih dalam pendataan (https://www.detik.com/11/1/2026).

Kita melihat berita awal tahun 2026 negeri ini terjadi bencana alam banjir di wilayah Palu Sulawesi Tengah. Padahal belum kering penderitaan dan air mata rakyat negeri ini pada bulan Desember 2025 dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Sumatera dan Aceh yang dipenuhi air bercampur material lumpur beserta kayu gelondongan. Bahkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor ini terjadi di wilayah Sumatera, Aceh, Sulawesi Tengah juga pulau Jawa. Banyak korban jiwa dalam peristiwa ini juga hilangnya akses perekonomian yang terjadi di wilayah yang terdampak bencana alam tersebut. Sungguh miris kalau kita melihat kondisi korban bencana alam yang kehilangan harta benda, keluarga juga mereka mengalami kelaparan karena terputusnya jalan dan jembatan untuk akses bantuan. 

Bencana alam yang terjadi di negeri ini patut menjadi bahan untuk refleksi bagi negeri ini. Bencana alam yang terus menerus selama akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026 ini khususnya banjir bandang dan tanah longsor ini terjadi karena kerusakan dalam pengelolaan alam semesta di negeri ini. Kalau kita melihat banyaknya material air bercampur lumpur juga adanya kayu gelondongan ini menunjukkan adanya deforestasi hutan besar besaran yang ada di negeri ini. Selain itu, adanya alih fungsi lahan yang kurang memperhatikan analisa dampak lingkungan yang tepat sehingga bisa merusak ekosistem alam dan sebagai salah satu faktor terjadinya bencana alam di negeri ini. Di samping adanya intensitas curah hujan tinggi ataupun badai siklon senyar yang terjadi di negeri ini sebagai salah satu faktor adanya bencana alam. Kalau kita cermati, pada saat musim hujan mesti terjadi banjir di beberapa wilayah negeri ini karena adanya faktor curah hujan juga kerusakan pengelolaan ekosistem alam oleh tangan manusia baik dalam masalah hutan maupun pertambangan sehingga banyak masyarakat yang menjadi korban. 

Apalagi kalau kita lihat kurang adanya kesigapan dalam penanganan saat terjadinya bencana alam berupa banjir bandang, longsor, piting beliung, gempa maupun gunung yang mengalami erupsi. Terlebih lagi, sungguh sangat memprihatinkan kondisi para korban bencana yang kesulitan untuk mengakses bantuan berupa makanan maupun pakaian karena akses jalan dan jembatan yang terputus dan mereka terisolir. Seharusnya bencana alam yang terus menerus terjadi di negeri ini membuat kita untuk bermuhasabah. Kita perlu melakukan instropeksi diri dan melakukan refleksi atas tindakan kesalahan kita dalam pengelolaan alam semesta berupa hutan, laut maupun sumber daya alam yang ada di negeri ini. Kita sudah saatnya untuk menyadari bahwa bencana alam terjadi karena ulah tangan manusia yang sombong dan menggunakan sekularisme kapitalisme dalam pengelolaan alam semesta. Dimana, manusia sangat sombong dan rakus dalam mengelola potensi kekayaan alam berupa hutan, laut dan sumber daya alam hanya untuk mencari keuntungan semata tanpa memperhatikan efek kerusakannya yang menjadi salah satu faktor adanya bencana alam negeri ini. 

Sudah saatnya kita untuk bermuhasabah dan menjadikan Islam dan Alquran sebagai rujukan dalam pengelolaan kekayaan alam negeri ini. Selain itu, kita bisa gunakan Islam sebagai dasar untuk penanggulangan bencana alam dan penanganan korban yang terdampak bencana alam di negeri ini. Islam menekankan adanya peran negara itu sebagai garda terdepan dalam menanggani korban terdampak bencana alam dan negara harus bijaksana dalam pengelolaan kekayaan alam sesuai analisa dampak lingkungan dan untuk rakyat. Hal ini perlu dilakukan agar negara sigap dalam mitigasi bencana dan rakyat bisa aman.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update