Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sistem Rusak Mencetak Generasi Gagal

Tuesday, December 02, 2025 | Tuesday, December 02, 2025 WIB Last Updated 2025-12-02T13:23:37Z


Oleh Sukaesih 

Aktivis Muslimah

 

Berita.depok.go.id - Setelah insiden bullying yang menimpa seorang siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di SMPN 8 Depok, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok langsung bergerak cepat. 

Pada tanggal 2 Oktober, perwakilan DP3AP2KB Kota Depok bersama Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Anak mengunjungi RS Brimob, tempat korban, yang berinisial R (15), dirawat setelah mengalami luka akibat melampiaskan frustrasinya dengan memukul kaca kelas. Dalam kunjungan tersebut, DP3AP2KB Kota Depok bertemu dengan ayah dan ibu R. Orang tua R menceritakan kondisi psikologis anak mereka yang mengalami trauma akibat perundungan fisik yang kerap diterima dari teman-teman di sekolah.

Korban yang merupakan siswa inklusi, mengaku takut untuk kembali ke sekolah setelah insiden tersebut. “Kami prihatin dengan apa yang dialami oleh ananda R. Anak-anak berkebutuhan khusus seharusnya mendapatkan lingkungan yang aman dan nyaman di sekolah,” ujar Kepala DP3AP2KB Kota Depok, Nessi Annisa Handari kepada berita.depok.go.id, Jumat (04/10/24). 

Kasus semacam ini merupakan kegagalan sistem pendidikan, yang belum mampu mencetak generasi beriman, beradab sekaligus berilmu. Sebaliknya generasi yang tampak hari ini justru menjadi pelaku kriminal. Mereka dengan tanpa merasa berdosa, melakukan kekerasan terhadap teman sebayanya.

Maraknya kasus bullying ini  tidak lepas dari penerapan sistem kehidupan kapitalis sekuler di negeri ini. Sekulerisme adalah sebuah paham yang memisahkan antara agama dan kehidupan. Paham ini melahirkan liberlisme, di mana kebebasan sangat diagungkan termasuk dalam hal ini adalah kebebasan berperilaku dan lebih parahnya lagi, paham ini dimasukkan dalam kurikulum pendidikan saat ini. Pendidikan saat ini hanya mencetak sebagai generasi yang bebas dan abai terhadap syariat. Anak yang menjadi pelaku kekerasan ini jelas gagal.

Pendidikan sekuler yang diterapkan hari ini hanya mengedepankan nilai materi. Sementara ajaran Islam sebagai ideologi tidak diajarkan. Islam hanya diajarkan sebagai agama ritual semata. Pendidikan sekuler ini juga menyebabkan banyaknya orang tua dan calon orang tua yang tidak memahami cara mendidik anak. Sehingga, tidak terbentuk kepribadian Islam dalam diri anak.

Dalam pandangan Islam, negara adalah satu-satunya institusi yang secara sempurna dapat melindungi anak dan yang mampu mengatasi persoalan perundungan. Ini semua hanya akan terealisasi jika aturan Islam diterapkan secara totalitas dalam sebuah institusi negara, yaitu Khilafah Islamiah. 

Rasulullah saw. bersabda, “Imam (kepala negara) itu adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang ia urus.” (HR Muslim dan Ahmad). 

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update