Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PP Tunas Efektifkah Menyelamatkan Generasi dari Pengaruh Digital

Monday, December 22, 2025 | Monday, December 22, 2025 WIB Last Updated 2025-12-22T06:49:40Z



Oleh Vina Meilany

Aktivis Muslimah dan Pendidik Generasi


Kondisi generasi saat ini sangatlah buruk. Paparan masif media sosial dikalangan generasi muda bukan hanya membentuk cara berpikir, bersikap dan gaya hidup mereka tetapi mempengaruhi cara mereka memahami agama.

Bisnis.com, JAKARTA (Rabu, 19/11/2025) - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid berharap implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Perlindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS) dapat berlaku penuh pada tahun depan. Dia mengatakan regulasi sudah diterbitkan saat ini, tetapi pelaksanaannya masih menunggu kesiapan teknologi dari para platform digital. “Kami menunggu para platform untuk menyiapkan teknologinya. Tahun depan ini mudah-mudahan sudah bisa betul-betul diterapkan,” kata Meutya usai acara Anugerah Jurnalistik Komdigi.

Harus dipahami bahwa media sosial bukan penyebab utama kerusakan generasi, media sosial bukan penguat untuk mempertebal emosi, perasaan dan dorongan yang sudah ada sebelumnya. Yang mempelajari klik tontonan dan interaksi pengguna, algoritmalah yang bekerja. Selanjutnya terus menyodorkan konten untuk memaksimalkan durasi dan keuntungan platform. Algoritma tidak menilai apakah konten yang ditawarkan benar atau salah, ia hanya mengikuti pasar karena ruang digital memperbesar kecenderungan buruk yang lahir dari perilaku masyarakat yang telah ada.

Akar persoalan sesungguhnya yaitu penerapan sistem sekuler kapitalis. Sistem ini membentuk anak dan remaja tumbuh tanpa arah tujuan, tanpa penanaman akidah yang benar, tanpa penjagaan moral dan tanpa lingkungan yang sehat.

Pendidikan sekuler mengabaikan pembentukan kepribadian pada generasi, masyarakat liberal membebaskan segala perilaku. Sementara ekonomi kapitalistik membuat orangtua sibuk bekerja hingga minim pengawasan anak.

Sistem ini menciptakan lingkungan yang rapuh sehingga ruang digital hanya mempercepat kerusakan karena pembatasan akses media sosial melalui PP Tunas hanyalah solusi pragmatis, bukan menyentuh akar masalah.

Sekulerisme memisahkan aspek agama dalam mengatur kehidupan. Situasi ini menegaskan bahwa negara tidak mampu menghadapi pengaruh digital global dan dikendalikan negara kapitalis.

Penyebab kerusakan perilaku anak dan remaja sering menyalahkan pada media sosial, padahal perilaku manusia dibentuk oleh pemahaman yang tertanam dalam dirinya, bukan oleh alatnya.

Solusi Islam 

Media sosial adalah produk kemajuan sains dan teknologi yang hukumnya mubah. Yang menguasai dunia saat ini adalah ideologi kapitalisme, media sosial bekerja mengikuti ideologi yang menguasai ruang digital dan menjadi alat penyebar nilai-nilai kapitalis, liberal, seluler.

Dalam Islam, negara harus membangun benteng keimanan dan kepribadian Islam melalui pendidikan agar generasi memiliki standar berfikir yang benar. Syariat diterapkan secara menyeluruh dalam keluarga, masyatakat, media, ekonomi dan politik sehingga membentuk kondisi ideal untuk melahirkan generasi berkepribadian Islam dan tangguh.

Jika dunia membutuhkan platform digital yang algoritmanya sejalan dengan Islam maka hanya sistem Islam yang  mampu mewujudkannya. Islam tidak membangun untuk keuntungan tetapi, untuk kemaslahatan umat. Penyelamatan generasi tidak cukup dengan teknologi, yang paling penting adalah menanamkan ideologi Islam sehingga pemuda tidak terseret oleh agenda liberal atau kepentingan global. 

Rasulullah saw. telah memberi teladan dalam membina para pemuda Muslim di Makkah, beliau menanamkan aqidah sebagai qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) dan syariat sebagai solusi segala persoalan.

Generasi muda harus terlibat dalam dakwah politik bersama jamaah Islam ideologis, yang menjalankan amar makruf nahi munkar dan memperjuangkan penegakan syariat secara menyeluruh. Pembinaan seperti ini harus dilakukan, agar syakhsiyah Islam (kepribadian Islam) mereka terbentuk kuat dan siap mengorbankan potensi terbaik untuk kebangkitan umat. Hanya sistem Islam yang bisa menyelamatkan generasi dari pengaruh dunia digital.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update