Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjadi Ibu Generasi Ideologis di Zaman Now

Saturday, December 27, 2025 | Saturday, December 27, 2025 WIB Last Updated 2025-12-27T05:42:48Z




Penulis : Rani HS

Aktivis Islam 



Dalam beberapa abad terakhir, para wanita muslimah dihadapkan pada sebuah kenyataan yang sangat sulit dihindari. Eksistensinya sebagai ratu rumah tangga pembawa obor kedamaian dalam lembaga keluarga secara berangsur-angsur memudar. Tugasnya sebagai ibu dari anak-anaknya, banyak terabaikan. Begitu pula peranannya sebagai wanita muslimah pengemban dakwah Islam kaffah atau yang istiqomah dengan keimanannya, sangat langka kita jumpai. Yang banyak kita temui adalah wanita  dengan segala tingkah laku yang jauh dari tuntutan syari'at Islam laksana wanita di jaman jahiliyah.


Sementara Islam telah memberikan suri tauladan tentang wanita muslimah yang ideal menurut pandangan hidup Islam. Pada prinsipnya, tugas dan peran wanita sholihah banyak persamaannya dengan kewajiban yang dipikulkan pada suami. Namun dalam hal tertentu, terdapat tugas khusus yang hanya dapat dilakukan oleh wanita, sesuai karakteristik dan kodrat kewanitaannya. Secara global, peran wanita sholihah dapat digolongkan atas tiga bagian :

a). Sebagai hamba Allah 

b). Sebagai ibu rumah tangga 

c). Sebagai ibu generasi Ideologis pendidik anak-anaknya. 


Peran ideal Ibu adalah mencetak generasi pemimpin dan penakluk yang tidak takut oleh apapun dan siapapun, kecuali kepada Allah SWT, menjadi generasi visioner, dimana visi mereka mampu menembus ke langit menuju surga. Menjadi ibu generasi ideologis adalah perpaduan peran sebagai ibu dan kewajiban berdakwah, yang didasari oleh kesadaran politik yang tinggi sekaligus menyiapkan generasi yang bervisi ideologis juga. 


Dengan kesadaran politik yang tinggi, seorang ibu mampu memberi nyawa dan menghiasi perannya sebagai ibu dengan cita-cita besar memimpin umat. Contoh keberhasilan seorang ibu dalam  mendidik generasi terdahulu terjadi pada masa sahabat Nabi yang bernama Al-Khansa binti Amru. Beliau termasuk sahabat Nabi Muhammad SAW dari golongan perempuan. Beliau keahliannya adalah bersyair, bahkan Rasulullah SAW sendiri memuji syair-syairnya yang indah. 

Dari hasil pernikahannya dengan Rawahah bin Abdul Aziz As Sulami, mendapatkan empat orang anak laki-laki. Melalui pembinaan dan pendidikan dibawah naungannya, keempat anak lelakinya ini telah menjadi pahlawan-pahlawan Islam yang terkenal. Al-Khansa sendiri terkenal sebagai ibu dari para syuhada. (Republika, 10/4/2025). 


Sementara tantangan peran ibu di sistem sekuler saat ini begitu masif. Serangan pemikiran dan budaya (kesetaraan gender, HAM, moderasi beragama) menciptakan lingkungan yang tidak kondusif dan merusak terhadap perkembangan generasi muda di zaman now. Dimana dunia digital begitu membabi buta melenakan dan melemahkan akal dan pikiran generasi kita. Sehingga harapan untuk mewujudkan generasi unggul, jauh dari kata idealis Islam. Yang mana tujuan hidupnya bukan lagi mencari Ridho Allah SWT, tapi mencari kebahagiaan dan kesenangan sesaat. 


Ditambah dengan penerapan sistem ekonomi Kapitalisme yang membuat peran perempuan semakin berat. Yang mana tugasnya tidak hanya sekedar menjadi ibu rumah tangga, tapi sekaligus harus menjadi pencari nafkah keluarga. Hal inilah yang menyebabkan seorang ibu kurang waktunya di rumah untuk mendidik dan membersamai anak-anaknya dengan tsaqofah dan pemahaman Islam yang benar. Dalam sistem ekonomi Kapitalisme, tenaga kerja wanita lebih dilirik dan dijadikan target karena sesuai dengan misi mereka. Yaitu mendatangkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan meminimalisir kerugian. 


Peran Riil yang harus dijalankan saat ini adalah dengan menetapkan visi pendidikan bagi anak-anaknya, sebagai abdullah (hamba Allah), pemimpin dimuka bumi (kholifah fiil ardh) dan khoiru ummah ( sebaik-baik Umat). Untuk itu, seorang ibu harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya di rumah dengan kualiti time yang bagus. Peran ibu saja tidak cukup untuk menghasilkan generasi ideologis, harus dibarengi pula dengan upaya mengubah sistem Kapitalisme sekuler yang rusak dan merusak dengan sistem yang benar, dan menyejahterakan yakni sistem Islam. Karena hanya dengan sistem Islamlah yang akan membawa rahmatan lil aalamiin.


Allahu 'alam bishshowab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update