Oleh. Puji
Generasi muslim merupakan sosok penting untuk kemajuan pembangunan suatu peradaban. Potensi generasi muslim perlu untuk diperhitungkan dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang bertakwa dan berprestasi dalam sains dan teknologi. Hal ini penting untuk dilakukan agar generasi muslim tidak terjerumus dalam kebebasan berekspresi dan bertingkah laku dalam kehidupan sosial masyarakat. Terlebih lagi jangan sampai generasi muslim terpengaruh dalam pergaulan bebas dan terjerat tindakan kriminal seperti kasus tawuran maupun judi online dan perundungan. Kita tentunya prihatin kalau melihat banyaknya kasus generasi muslim yang terpapar pornografi, narkoba maupun game online yang bisa merusak mental mereka.
Fenomena ini terjadi karena sekularisme dan kapitalisme telah mempengaruhi pola pikir dan pola sikap generasi muslim. Terlebih lagi, mereka terpengaruh budaya hedonisme maupun materialisme yang dibingkai dalam food, fun and fashion yang dijadikan pedoman dalam kehidupannya. Selain itu, kita bisa melihat pengaruh platform digitalisasi dan media sosial yang bebas diakses tanpa adanya batasan norma agama maupun normal kesopanan dilingkungan kehidupan sosial masyarakat. Hal ini bisa mempengaruhi jati diri generasi muslim untuk bersikap dan bertingkah laku dalam kehidupannya. Apa jadinya kalau generasi muslim banyak yang tidak produktif dan terjerumus dalam kebebasan bertingkah laku tanpa batasan norma agama?
Padahal generasi muslim merupakan aset penting untuk mewujudkan kemajuan peradaban manusia. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan terkait pola pikir dan pola sikap terhadap generasi muslim agar bisa mempunyai jati diri untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang bertakwa dan berkualitas. Tentunya butuh peran keluarga, masyarakat dan negara untuk mewujudkan jati diri generasi muslim yang berkepribadian Islam, berakhlakul karimah dan mempunyai visi misi besar membangun kemajuan peradaban manusia. Terlebih lagi, negara mempunyai peran utama dalam tanggungjawab membangun generasi muslim agar tidak terjerumus pada tindakan kriminal maupun pemikiran sekulerisme dan hedonisme.
Islam bisa dijadikan sebagai rujukan untuk mewujudkan jati diri generasi muslim. Islam mempunyai tata cara dalam proses pendidikan generasi muslim agar bisa memiliki visi misi untuk membangun kemajuan peradaban sesuai Alquran. Islam menekankan perlunya generasi muslim terikat dengan aqidah Islam dan Alquran dalam berfikir dan bersikap di lingkungan sosial masyarakat. Islam mengharuskan generasi muslim untuk menuntut ilmu agama dan sains teknologi agar bisa bertakwa dan berprestasi dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia untuk kemajuan peradaban. Dimana, generasi muslim yang bertakwa dan berprestasi itu aset utama dalam Islam untuk membangun peradaban manusia agar tidak terjerumus pada kerusakan dan kemaksiatan.
Kita bisa melihat bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dalam menyebarkan risalah Islam yang bisa mewujudkan kemajuan peradaban manusia. Dimana, Islam dan Alquran bisa merubah masyarakat jahiliyah menuju masyarakat yang mempunyai jati diri cahaya Islam yang mampu membangun kemajuan peradaban manusia. Terlebih lagi, kita bisa melihat kemajuan sains dan teknologi maupun pembangunan infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia begitu cemerlang dengan Islam dan Alquran. Generasi muslim pun mempunyai visi misi besar untuk penyebaran Islam dan Alquran karena mereka mempunyai jati diri yang kokoh dengan menjadikan Alquran dan Islam pedoman kehidupan di lingkungan keluarga, masyarakat dan negara. Dengan itu, jati diri generasi muslim akan tampak untuk membangun visi misi kemajuan peradaban manusia.

No comments:
Post a Comment