Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sekularisme Biang KDRT dan Kekerasan Remaja

Tuesday, November 11, 2025 | Tuesday, November 11, 2025 WIB Last Updated 2025-11-11T03:11:01Z

 



Oleh Santika

Pendidik Generasi


Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Sepenggal lirik lagu Harta Berharga ciptaan Arswendo Atmowiloto, menggambarkan betapa berharga dan berartinya sebuah keluarga. Keluarga diharapkan sebagai benteng pertahanan dari berbagai badai kehidupan. Namun apa jadinya jika keluarga yang kita dambakan sebagai tempat ternyaman, justru menjadi sebuah momok yang sangat menakutkan. Belakangan ini, kasus kekerasan banyak terjadi didalam keluarga. Dan pelakunya sendiri adalah orang terkasih yang dalam keseharian hidup bersama. Sebagai Salah satu contoh kasus terjadi di kabupaten Malang, Kasus penemuan jasad wanita hangus terbakar di wilayah Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang, akhirnya mulai terungkap. Polisi memastikan pelaku pembunuhan adalah FA (54), suami siri korban bernama Ponimah (42). Menurut pengakuan tersangka, istrinya dianiaya terlebih dahulu sebelum akhirnya dibakar guna menghilangkan jejak. Kamis, 16 Oktober 2025.https://www.beritasatu.com.

Mirisnya berbagai kasus yang terjadi di dalam keluarga membuat rasa ketidak nyamanan anggota keluarga, sehingga akhirnya berpengaruh kepada anggota lainnya terutama anak anak yang mau tidak mau menjadi korban dari ketidak nyamanan yang ada. Dampak ketidaknyamanan itu membuat para remaja melakukan hal-hal yang diluar kendali hanya untuk mendapatkan perhatian. Sehingga marak terjadinya kekerasan di dunia remaja. Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Jakarta. Seorang remaja berusia 16 tahun di Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, diduga mencabuli dan membunuh anak perempuan berusia 11 tahun pada Senin (13/10/2025). https://www.beritasatu.com. Berita ini tentunya menggemparkan seluruh warga, tidak habis pikir anak usia 16 tahun bisa melakukan perbuatan bejat. Hanya karena alasan kesal terhadap ibu korban yang pernah menagih hutang.

Berbagai macam dan motif kekerasan yang terjadi saat ini tentulah ada akar penyebabnya. Tak lain dan tak bukan ini semua terjadi karena sistem yang diemban di negara ini adalah asas sekularisme yang mana asas ini telah menjauhkan nilai-nilai agama dari kehidupan. Agama seolah – olah membuat sekat penjara bagi yang namanya kebebasan. Agama hanyalah di mimbar – mimbar. Akibatnya kebebasan tanpa batas diberbagai lini kehidupan mulai di agung- agungkan. Dari kebebasan ini pula lahirlah individulistik, yang sedikit demi sedikit akhirnya menghancurkan tatanan keluarga. Asas sekularisme telah cacat dari lahir, asas ini lebih mengedepankan kepentingan matrealisme. Kebahagiaan yang dirasa hanya seputar duniawi, harta, tahta dan wanita. Ketika kebahagiaan yang diraih hanya seputar duniawi, maka tak ayal targetan dunia menjadi tekanan hidup, maka tingkat stress meningkat maka mudah tersulut amarah maka goyalah tatanan keluarga, timbulah keretakan dan kekerasan.

Diperparah dengan abainya negara dalam mengatasi meningkatnya angka kekerasan dalam keluarga dan remaja. Jika pun ada UU KDRT tidak menyentuh dari problem yang mendasar. Hanya sekedar  menindak hukum tanpa mencari akar masalah Dan mencarikan solusi agar berbagai peristiwa kekerasan itu tak terjadi. Negara dalam sistem sekularisme hanya sebagai regulator. Berbeda dengan sistem Islam.

Dalam sistem Islam negara akan senantiasa menjaga kekokohan keluarga dengan membentuk ketaqwaan mulai dari ketaqwaan individu, masyarakat juga negara. Negara juga akan senantiasa menerapkan syariat Allah dalam menata tatanan  keluarga, baik itu berupa penjagaan Dan pengawasa peran istri dan suami sehingga meminimalisir kekerasan dalam rumah tanggal.

Negara juga Ra’in,  dari Ibnu Umar ra. dari Nabi saw., “Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin atas rakyatnya dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami adalah pemimpin atas anggota keluarganya dan akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah dan anak-anaknya dan akan ditanya perihal tanggung jawabnya. Seorang pembantu rumah tangga bertugas memelihara barang milik majikannya dan akan ditanya tentang pertanggungjawabannya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya atas pertanggungjawabannya.(HR Bukhari dan Muslim).

Selain itu juga negara akan menerapkan sangsi bagi para pelaku KDRT yang membuat jera sesuai dengan syariat Allah. Maka dengan itu saatnya kita beralih dari sitem sekularisme kembali menuju syariat Islam yang berasal dari rabb kita semuanya. Sehingga berbagai problematika hidup dapat di atasi Salah satunya adalah KDRT. Wallahu’alam bissawab.

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update