Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengatasi Krisis Karakter dalam Pendidikan Menurut Islam

Tuesday, November 11, 2025 | Tuesday, November 11, 2025 WIB Last Updated 2025-11-11T03:38:16Z

 



Oleh Amel

Aktivis Muslimah


Detiknews (15/10/25) melaporkan, Seorang kepala sekolah di Cimarga, Lebak  Banten, dinonaktifkan karena memberikan sanksi fisik (tamparan) kepada siswa yang tertangkap merokok di kantin sekolah, padahal teman-teman nya sedang melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Tindakan menampar siswa tersebut dimaksudkan untuk mendisiplinkan atas tidak ikut kegiatan dan merokok bukan pada tempatnya. Belakangan, perbuatan kepala sekolah itu viral di media sosial hingga membuat orang tua siswa yang ditampar melapor ke polisi.

Sayangnya tindakan kepala sekolah tersebut ditanggapi buruk oleh siswa yang lain sebagai bentuk kekerasan kepada anak. Ratusan siswa justru malah berpihak kepada temannya yang melakukan pelanggaran tersebut. Mereka melakukan mogok massal dan menuntut pemecatan terhadap kepala sekolahnya. 

Krisis pendidikan karakter di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Akar krisis pendidikan karakter ini sesungguhnya berakar pada sistem pendidikan sekuler, sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem pendidikan sekuler ini telah menghapus orientasi spiritual dan moral dari dunia pendidikan. Pengaruhnya, anak didik kehilangan arah dan makna hidup, tujuan pendidikan berubah menjadi sekadar demi bekal mencari pekerjaan untuk mendapatkan materi bukan untuk membentuk kepribadian yang mulia. 

Para oknum guru pun banyak yang ikut terseret arus krisis moral. Tidak sedikit kasus kekerasan, pelecehan seksual, dan korupsi di dunia pendidikan dilakukan oleh oknum guru atau pejabat di dunia pendidikan. Faktanya masih banyak guru yang belum bisa menjadi panutan dan teladan yang baik bagi murid-muridnya. Inilah hasil dari sistem pendidikan sekuler yang sejak awal memang bertolak belakang dari al-Quran. 

Padahal Allah SWT telah menegaskan: Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), maka sesungguhnya bagi dia kehidupan yang sempit (QS Thaha : 124). Tujuan pendidikan dalam Islam bukan sekadar mencetak manusia cerdas, tetapi mencetak insan yang berkepribadian Islam (syakshiyyah islamiyyah), yakni membentuk pola pikir ('aqliyyah) dan pola sikap (nafsiyyah) yang didasarkan pada akidah Islam. Tujuan pendidikan ini terangkum dalam firman Allah SWT saat menjelaskan tujuan pengutusan Rasulullah saw: Dialah (Allah) yang mengutus di tengah-tengah kaum yang ummi seorang rasul dari kalangan mereka. Dia (bertugas) membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa/diri) mereka, serta mengajari mereka al-Quran dan hikmah; sementara mereka sebelumnya benar-benar ada dalam kesesatan yang nyata (QS Al-Jumu'ah:2).

Rasulullah saw. pun menegaskan bahwa beliau diutus untuk membentuk akhlak mulia umat manusia, sebagaimana sabda beliau: Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia (HR al-Bazzaar dan al-Baihaqi).

Pentingnya akhlak mulia dan keutamaannya disampaikan oleh Rasulullah saw. bersabda bahwa Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kalian adalah yang paling bagus akhlaknya (HR al-Bukhari). 

Namun, dalam kapitalisme sekuler ini, ketika pendidikan memisahkan ilmu dari iman, lahirlah generasi yang boleh jadi pandai dalam ilmu, tetapi tidak berakhlak. Boleh jadi pintar, tetapi tidak bermoral. Oleh karena itulah para ulama dulu sangat menekankan pentingnya mendahulukan pembinaan adab/akhlak  sebelum penyampaian ilmu. Di kalangan mereka populer pernyataan "adab sebelum ilmu".

Dalam Islam, negara memiliki kewajiban langsung untuk menyelenggarakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi seluruh rakyat. Sebab sabda Nabi saw.: Imam (khalifah) adalah pemimpin dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia pimpin (HR al-Bukhari dan Muslim). Pemimpin yang harus menyelenggarakan pendidikan dengan kurikulum yang berlandaskan pembinaan akidah dan akhlak. Dan kurikulum ini hanya ada dalam negara yang menerapkan syariat Islam yaitu khilafah, bukan negara dengan sistem kapitalis sekuler yang hanya berorientasi pada materi.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update