Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Remaja Korban Bullying, Butuh Solusi Sistemik

Wednesday, November 12, 2025 | Wednesday, November 12, 2025 WIB Last Updated 2025-11-12T05:43:48Z
Oleh : Risnawati
 (Pegiat Literasi)


Kasus bullying semakin mengerikan diberbagai daerah. Pada faktanya, Remaja semakin menjadi korban, sungguh miris! Ini menunjukkan bahwa bullying merupakan problem sistemik dalam pendidikan yang harus dituntaskan.

Melansir dalam laman Kumparannews.com_Pada Jumat, 31 Oktober 2025, asrama putra Dayah (Pesantren) Babul Maghfirah—pimpinan Tgk. Masrul Aidi—di Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, terbakar. 

Polisi mengungkapkan bahwa ternyata pembakarnya adalah salah satu santri yang masih di bawah umur.

“Pelaku mengaku membakar gedung asrama karena sering mengalami bullying dari beberapa temannya,” kata Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, saat konferensi pers di Meuligoe Rastra Sewakottama, Kamis (6/11)

Telaah Akar Masalah

Maraknya kasus bullying tidak bisa dilepaskan dari jeratan sistem pendidikan sekuler liberalisasi. Betapa tidak, sistem pendidikan sekuler gagal membentuk generasi yang  pribadi yang beriman dan berakhlak, sistem sekuler justru melahirkan generasi materialistis, emosional, rapuh secara mental, dan mengejar popularitas semu.

Media sosial turut memperburuk keadaan. Serin sekali platform digital justru menormalisasi kekerasan, bullying, dan gaya hidup bebas. Akses tanpa batas membuat remaja makin rentan melakukan hal-hal yang berbahaya hingga kriminalitas.  

Jika kita telaah lebih mendalam, kelemahan pola pendidikan dalam keluarga dan sekolah juga menjadi faktor besar pemicunya. Minimnya pendidikan berbasis akidah Islam dan syariat membuat generasi tidak memiliki ketahanan menghadapi tekanan sosial, akademik, maupun ekonomi. Hilangnya keteladanan orang tua dan pemimpin makin memperparah keadaan. Walhasil, generasi terjebak dalam arus sekularisasi, termasuk kekerasan yang mereka saksikan di rumah, lingkungan sekolah bahkan pada ranah kekuasaan.

Ditambah lagi, sistem sekuler tidak memberi payung hukum yang adil bagi para korban, sehingga banyak pelaku bullying lolos dari jeratan hukum dengan alasan masih di bawah umur. Akibatnya, korban tidak terlindungi, sementara pelaku tidak jera. Sistem sekular telah terbukti menciptakan lingkungan berbahaya, yang menyebabkan mental remaja terganggu, emosi labil, dan perilaku agresif atau mudah meledak. Pada dasarnya, kasus bullying bukanlah persoalan individu semata, melainkan buah dari problem sistemis.

Lebih dari itu, sistem sekuler saat ini memang peran negara gagal menjalankan fungsi utamanya dalam melindungi generasi dari bullying, negara juga membiarkan sistem pendidikan sekuler bertahan, media digital tanpa filter, serta fasilitas kesehatan mental yang minim. Akibatnya, remaja menjadi korban sekaligus pelaku dalam lingkaran krisis yang kian mengkhawatirkan. Selama sistem sekuler kapitalisme tetap bercokol, krisis ini tidak akan pernah terselesaikan. Oleh karena itu, diperlukan solusi sistemik dengan penerapan Islam secara menyeluruh.

Islam Solusi Tuntas

Berbeda dengan sistem sekuler liberalisme, sistem Islam dalam negara Khilafah menjadikan akidah Islam sebagai asas, memiliki aturan yang sangat terperinci dan sempurna. Khilafah  memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam mewujudkan generasi tangguh berkepribadian Islam sehingga senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, termasuk bullying.

Karena itu, Islam menawarkan solusi tuntas atas problem bullying tersebut. Dimulai dari pembentukan individu bertakwa. Melalui sistem pendidikan Islam, lahirlah pribadi yang hanya takut kepada Allah, bukan pada tekanan lingkungan atau opini publik. Dengan iman yang kuat, mampu menenangkan jiwa, menjauhkan mereka dari stres dan depresi atau gangguan mental.

Keluarga juga berperan sebagai pilar pertama sebagai madrasah pertama. Orang tua mendidik sejak dini dengan kecintaan pada Al-Qur’an dan hadis, membiasakan ibadah, serta menanamkan pola pikir dan sikap islami. Sementara masyarakat diarahkan untuk peduli, saling menasihati, dan konsisten menegakkan amar makruf nahi mungkar. Suasana sosial yang bersih dan penuh empati melindungi generasi dari perundungan, pornografi, pergaulan bebas, dan budaya hedonis.

Khilafah adalah support system terbaik bagi kesehatan mental generasi. Negara menerapkan pendidikan berbasis akidah, sekaligus menutup masuknya pemikiran asing seperti sekularisme, materialisme, dan hedonisme. Negara juga mengawasi ketat media massa dan media sosial, memastikan hanya konten sehat yang beredar, sembari menutup akses pada konten perusak generasi.

Di sisi lain, Khilafah juga menjamin lingkungan kondusif agar remaja terdorong berkarya optimal dalam kebaikan. Sistem ekonomi Islam menjamin kebutuhan pokok rakyat, sehingga mereka terbebas dari tekanan kemiskinan. Sistem sosial menata pergaulan laki-laki dan perempuan agar bersih dari maksiat, disertai sanksi tegas bagi pelanggaran. Sistem kesehatan menyediakan fasilitas rehabilitasi medis maupun nonmedis untuk pencegahan dan pemulihan gangguan mental. Sistem hukum mencegah kejahatan sekaligus menjerakan pelaku.

Satu-satunya solusi untuk menyelesaikan masalah bullying ini adalah dengan menerapkan aturan Islam secara kafah dalam naungan Khilafah. Khilafah akan mengharuskan semua pihak yang bertanggung jawab terhadap agenerasi, keluarga, masyarakat, dan negarauntuk bekerja bersama, termasuk dengan menjatuhkan sanksi bagi para pelaku.

Dengan konstruksi menyeluruh ini, Islam benar-benar mencabut problem bullying dari akarnya. Hanya dengan penerapan Islam secara total, generasi muslim akan tumbuh sehat mentalnya bebas dari bullying, tangguh menghadapi ujian hidup, dan produktif melahirkan karya terbaik dan menjadi umat terbaik sepanjang peradaban Islam. Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update