Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kehidupan Bebas Biang Segala Masalah

Tuesday, November 04, 2025 | Tuesday, November 04, 2025 WIB Last Updated 2025-11-04T08:05:44Z



Oleh  Ummu Naufal

Praktisi Pendidikan 

Terjadi pembunuhan di Mojokerto Surabaya, Jawa Timur oleh  sepasang kekasih yang telah terjalin selama 5 tahun. Mereka telah hidup bersama di sebuah kosan di Surabaya Jatim. Adapun kejadian dipicu oleh rasa kesal berlebihan atas perilaku korban yang menuntut ekonomi dan gaya hidup. Akhirnya terjadilah  peristiwa tersebut. Hal ini dijelaskan oleh  Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto, seperti dilansir detikJatim, Senin (8/9/2025).

Tinggal bersama pasangan tanpa ikatan pernikahan yang dikenal dengan istilah living together atau kohabitasi atau kumpul kebo, makin banyak dipilih oleh generasi muda saat ini. Alasannyapun beragam mulai dari ingin lebih mengenal pasangan lebih jauh,  efisiensi biaya hidup di kota besar, bareng-bareng membangun masa depan, bahkan mencari kenyamanan emosional. Tapi, pertanyaannya: apakah tinggal bareng itu bener-bener solusi? Atau justru menambah masalah?

Seiring dengan banyaknya fakta yang terjadi living together atau kohabitasi, menyisakan banyak perilaku menyimpang. Alih-alih mencari kenyaman hidup yang terjadi malah keburukan : pengguguran kandungan, penyiksaan, pembunuhan bahkan mutilasi sekalipun 

Walaupun bagi sebagian orang, kohabitasi dianggap solusi praktis buat saling mengenal pasangan sebelum menikah. Tapi buat sebagian lain, ini jadi topik sensitif yang bertentangan dengan norma sosial dan agama yang masih kuat di Indonesia. Tinggal serumah tanpa menikah belum sepenuhnya diterima, bahkan bisa kena masalah hukum, bahkan dianggap tabu. Komentar dari keluarga, tetangga, bahkan teman sendiri bisa jadi tekanan mental yang besar. Bisa merembet ke keluarga, reputasi pribadi, sampai masa depan sosial.

Ketika Sekularisme Mencuri Moral Bangsa

Sudah sejak awal kemerdekaan, negeri ini menapaki jalan sistem sekuler kapitalisme sebuah sistem yang menjauhkan agama dari kehidupan. Agama hanya diposisikan sebagai urusan pribadi, bukan pedoman publik. Akibatnya, manusia merasa bebas menentukan perilaku tanpa panduan halal-haram.

Dari kebebasan yang kebablasan itu lahir tren baru yang menyesakkan: kohabitasi atau kumpul kebo di kalangan muda. Tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan kini dianggap lumrah, bahkan dirayakan di media sosial sebagai bentuk “cinta modern.” Padahal, di balik itu semua, ada runtuhnya benteng moral dan lenyapnya rasa malu.

Negara seolah tak hadir. Aktivitas pacaran dan perzinaan dibiarkan selama tak menimbulkan kekerasan. Bahkan pelaku zina baru bisa dipidana bila ada laporan dari pihak keluarga. Dalam sistem hukum sekuler, pelanggaran moral bukan kejahatan selama tak mengganggu ketertiban umum.

Inilah bukti nyata kegagalan sistem sekuler kapitalisme dalam membentuk manusia bertakwa. Pendidikan agama hanya formalitas, sementara kurikulumnya lebih banyak menanamkan nilai liberal dan materialistik. Akibatnya, generasi muda tumbuh tanpa arah nilai yang kokoh.

Fenomena kohabitasi hanyalah satu dari banyak akibat penerapan sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Ketika iman tak lagi dijadikan fondasi, kontrol sosial melemah, dan negara abai, maka kerusakan moral akan menjadi hal wajar.

Islam Solusi Semua Permasalahan 

Berbeda dengan Islam yang bukan sekadar mengatur  ibadah ritual, tetapi sistem hidup yang menata manusia agar bertakwa dengan negara sebagai pelindung moral, bukan penonton pasif.

Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai salah satu tujuan utama. Dalam Al-Qur’an dan hadis, terdapat banyak panduan yang menekankan pentingnya kepedulian terhadap sesama, bukan hanya dari tataran ekonomi, tetapi juga tanggung jawab sosial. Prinsip ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), tetapi juga hubungan manusia dengan sesama (hablum minannas).

Dalam Islam, kehidupan akan diatur sedemikian baik dan terperinci oleh seorang pemimpin negara yang bertanggung jawab dalam memenuhi semua kebutuhan umat, dari mulai tataran ekonomi, pendidikan, kesehatan, bahkan  tanggung jawab moral dan sosialpun tak kalah pentingnya

Dalam tataran moral dan sosial, Islam mengatur interaksi antara laki-laki dan perempuan dengan mempertimbangkan esensi pergaulan itu sendiri. Tujuannya adalah menciptakan kehidupan yang harmonis, penuh kehormatan, dan jauh dari hal-hal yang dapat merusak. 

Umat muslim diperintahkan untuk senantiasa melakukan gaddul bashar dan dilarang berkhalwat. Gadhul bashar  artinya menjaga. Maksud dari menjaga disini adalah menjaga pandangan.  Hendaknya umat muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan dan juga menghindari berpandangan mata secara bebas yang nantinya akan menimbulkan sesuatu yang buruk.


Sedangkan berkhalwat adalah haram hukumnya jika dilakukan bersama dengan orang bukan mahramnya.

Berkhalwat adalah mengasingkan diri di tempat yang sunyi untuk bertafakur, beribadah, dan sebagainya. Definisi lainnya berkhalwat adalah berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim di tempat sunyi atau tersembunyi. Dalam konteks pergaulan, berkhalwat adalah ketika dua orang yang bukan mahram berdua-duaan untuk bertemu. Nah, jenis khalwat inilah yang sangat dilarang oleh Rasulullah SAW, bahkan ada hadist yang menerangkan keharaman hal tersebut,

Hubungan laki-laki dan perempuan yang sesuai syariat Islam didasarkan pada rasa hormat, kasih sayang, dan tanggung jawab. Pernikahan merupakan institusi yang suci dan dilindungi dalam Islam, yang bertujuan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. 

Rasulullah saw. bersabda: "Imam/khalifah adalah raa'in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya." (HR. Al-Bukhari)

Negara akan menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan tenteram dengan melalui tahapa-tahapan yaitu; Pertama, membentuk ketakwaan individu. Melalui penerapan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, umat akan dibina dengan baik hingga terbentuk kepribadian yang bertakwa dan memiliki keimanan yang kuat. Hal inilah yang akan menjadi pencegah terjadinya berbagai kemaksiatan, pergaulan bebas, pembunuhan dll. yang dilarang syariat. 

Memahamkan sistem sosial dalam islam. Ketakwaan individu Adalah benteng awal bagi seseorang agar mampu bertindak sesuai tujuan penciptaannya. Seseorang akan menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh islam seperti pacaran dan membunuh.

Kedua, masyarakat dibiasakan hidup dengan poros dakwah, yaitu saling peduli, melalui kewajiban amar makruf nahi mungkar secara kolektif, hingga mampu mencegah terjadinya berbagai kemaksiatan, seperti kejahatan, pergaulan bebas, bahkan pembunuhan,  yang mungkin dilakukan oleh individu. 

Ketiga, menerapkan aturan Islam secara sempurna di semua aspek kehidupan, sebagai kewajiban umat Islam. Ketika aturan Islam ditegakkan, umat akan terjaga dari kemungkinan berbuat dosa. 

Tiga hal tersebut adalah solusi dalam menyelesaikan tindak kejahatan pada aspek preventif. Adapun pada aspek rehabilitatif, masyarakat dijaga supaya tetap berada pada koridor dan aturan yang telah ditetapkan. Sedangkan pada aspek kuratif negara menerapkan hukuman yang tegas dan adil. Sanksi dalam sistem Islam berfungsi sebagai jawabir (penebus) untuk pelaku dan źawajir (pencegah) bagi orang lain agar tidak berbuat yang serupa. Ketika ia telah dihukum di dunia sesuai syariat Islam, insyaallah di akhirat kelak akan terbebas dari siksa api neraka.

Islam juga menetapkan negara harus hadir secara utuh untuk mengontrol masyarakat terhadap pergaulan bebas, aktif mengingatkan dan mencegah kemungkaran. Negara berperan aktif membentuk rakyatnya agar berkepribadian islam melalui sistem pendidikan berbasis akidah Islam, menerapkan sistem pergaulan Islam serta melaksanakan sistem sanksi Islam pada pelaku jarimah (pelanggaran terhadap hukum syari’at).

Semua itu akan terwujud apabila aturan Islam diterapkan secara kaffah di muka bumi ini. Semua permasalahan apapun dalam kehidupan akan mampu terselesaikan, karena hanya dengan penerapan Islam kesejahteraan seluruh rakyat akan terwujud dan jaminan rasa aman dan tenteram dalam hidup akan terlaksana.


Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update