Ummu Aulia
Muslimah Pejuang Peradaban
Hampir satu juta warga Gaza yang terlantar akibat aksi genosida oleh Israel masih tinggal di tenda-tenda pengungsian, Cuaca dingin ekstrim dan hujan deras mengakibatkan tenda sobek serta roboh.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan hujan yang mengguyur jalur Gaza memperburuk keadaan. Situasi sudah sangat mengkhawatirkan di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu, UNRWA menegaskan bahwa bantuan peralatan untuk tempat tinggal sangat dibutuhkan di Gaza. (ANTARA.com).
Sejak jum'at pagi, Jalur Gaza berada di bawah sistem tekanan rendah yang disertai masa udara dingin dan hujan lebat, sehingga memperparah penderitaan 1,5 juta warga sipil yang mengungsi di wilayah konflik tersebut.
Keluarga-keluarga pengungsi menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan akibat sulitnya mendapat kebutuhan pokok serta barang esensial, blokade Israel yang terus berlangsung hingga kini memperparah kondisi warga Gaza.
Sementara itu, Israel terus memblokir masuknya material perlindungan seperti tenda dan rumah mobil, mengingkari kewajibannya berdasarkan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, warga seluruh Gaza melaporkan ledakan terjadi hampir setiap hari di area timur yang diyakini berasal dari operasi Israel yang menargetkan terowongan dan bangunan yang rusak.
Israel telah menewaskan lebih dari 69.000 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, di Gaza sejak Oktober 2023 dan menghancurkan daerah kantong itu hingga rata dengan tanah. (ANTARA.com).
Krisis yang terjadi di Gaza ini menunjukkan bahwa gencatan senjata bukan solusi hakiki, Israel masih terus melakukan serangan yang memperparah kondisi warga Gaza kendati gencatan senjata telah disepakati.
Akar masalah ini adalah Israel melakukan penjajahan terang-terangan terhadap Gaza serta mendapat perlindungan dari dunia Barat.
Dunia menganggap bahwa Gaza baik-baik saja padahal kondisi warga sudah sangat buruk, penyerangan dilakukan setiap waktu. Hal ini terjadi tak lepas dari peran Amerika dibelakangnya.
Solusi Dua Negara maupun gencatan senjata yang di usulkan oleh Barat terbukti telah gagal dan tidak akan pernah menyelesaikan masalah Palestina.
Israel terbukti masih terus melakukan penyerangan kendati sudah disepakati gencatan senjata, solusi-solusi yang ditawarkan Barat tersebut terbukti hanya untuk terus melanggengkan penjajahan di bumi Palestina.
Umat serta Pemimpin Islam harusnya sadar dan bersatu untuk membebaskan Palestina, Nabi Shallallahu Alaihi wasalam bersabda: " Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga dengan tidak bisa tidur dan demam".
Allah Subhanahu Wataala juga berfirman:
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Maka damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat. " (QS. Al-Hujurat:10).
Berpegang pada firman Allah dan hadits Nabi yang menyebut bahwa umat muslim bersaudara seharusnya umat sadar bahwa solusi hakiki untuk membebaskan Palestina yakni Jihad dan Khilafah negara khilafah akan mengirimkan tentara untuk membebaskan Palestina. Khilafah dapat menjadi junnah ( perisai) yang akan menghapus segala bentuk penjajahan yang dilakukan oleh Israel serta penjajahan yang terjadi di belahan bumi lain.
Jihad dan khilafah hanya bisa dilakukan kalau negara menganut sistem Islam di bawah naungan khilafah islamiyah, maka dari itu penting untuk mengikuti jamaah dakwah islam ideologis agar semakin banyak umat sadar akan urgensi khilafah dan Allah menangkan umat muslim.
Wallahu alam Bissawab

No comments:
Post a Comment