Oleh : Nina Iryani S.Pd
Dilansir dari Kompas.com, video kondisi Rutan Kelas IIB Pangkalan Brandan yang terendam banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (26/11/2025), viral di media sosial.
Warga binaan terlihat menenteng pakaian dan barang pribadi untuk dievakuasi.
Selain Besitang, banjir juga melanda Pangkalan Susu, Padang Tualang, Berandan Barat, Tanjung Pura, dan sejumlah wilayah lain.
Allah SWT berfirman:
"Maka apabila datang perintah Kami dan dapur telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalamnya sepasang dari setiap jenis (hewan) dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (jangan engkau) ajak bicara dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka akan ditenggelamkan."
(TQS. Hud ayat 40).
Allah SWT berfirman:
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(TQS. Ar-Rum ayat 41).
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."
(H. R. Al-Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW bersabda:
"Pemimpin itu pelindung, di bawah kepemimpinannya diperangilah (musuh) dan dengannya dihindarkan (bahaya musuh)."
(H.R. Muslim No. 3428)
Demikian banjir berulang terus terjadi diberbagai wilayah akibat tangan-tangan manusia. Buang sampah sembarangan, penumpukan sampah tanpa pengelolaan serius, penyempitan lahan warga oleh sejumlah pejabat demi memperoleh pabrik atau usaha tertentu yang menguntungkan individu atau golongan tertentu saja tapi menyengsarakan rakyat. Belum lagi sampah kiriman luar negeri, tidak adanya penanganan dan solusi tuntas sebagai bentuk keseriusan menangani banjir oleh pemerintah sebab para pemangku jabatan sibuk memperkaya diri dan sebagainya.
Semua terjadi akibat sistem sekuler kapitalis yang sukses memisahkan agama dari kehidupan. Dimana masing-masing manusia sibuk dengan dirinya atau golongan nya sendiri. Berjanji manis saat kampanye tapi pahit setelah menjabat.
Banjir terus meluas yang sampai saat ini masih membayangi negeri ini.
Masalah banjir harusnya segera ditangani dengan pemberdayaan pengolahan sampah plastik menjadi premium, Pertamax dan pertalite. Orang-orang yang mampu mengubah sampah jadi bahan yang lebih bermanfaat di biayai oleh pemerintah dan dihargai serta di apresiasi dengan baik, pengolahan terasiring atau sengkedan untuk tata kelola air. Memberdayakan irigasi dengan baik. Terus sungguh-sungguh disosialisasikan pada masyarakat peduli lingkungan dan sebagainya.
Sayangnya sistem sekuler kapitalis hanya melaksanakan solusi-solusi tersebut disebagian kecil daerah saja tetapi tidak benar-benar serius menanganinya sehingga keadaan tetap saja sama.
Lain hal nya saat Islam kaffah diterapkan oleh Rasulullah SAW selama 13 abad silam. Bencana apapun langsung diselesaikan saat itu juga, dimuhasabahi sebagai peringatan Allah atas kemaksiatan manusia, kelalaian dalam kebersihan lingkungan serta akibat tidak pedulinya lingkungan. Terus bergerak terus bersolusi atas tiap masalah tidak menunggu berlarut-larut seperti sekarang.
Oleh karena itu kita wajib terus menimba ilmu, dakwah pada keluarga, masyarakat dan negara untuk menerapkan kembali Islam kaffah seperti yang diterapkan Rasulullah SAW hingga sejahtera kita semua dunia akhirat.
Wallahu 'alam bissawab

No comments:
Post a Comment